"Sial! Aku sangat menyukaimu.
Kau milikku sekarang!! "
*
*
*
*
*
Author.Pov
"Jadi pacar phi na ?"
Kedua mata pete melebar ketika dia mendengar ucapan ae. Sedang bermimpikah ia? Tidak, bahkan ciuman yang baru saja terjadi beberapa saat lalu terasa begitu nyata. Pete belum bisa meredakan debaran jantungnya akibat ciuman ae, tapi justru sekarang ae malah membuat jantungnya serasa akan meledak saat ini juga.
" phi bercanda kan? " pete bertanya dengan segala keraguannya.
Ae menggeleng kuat. " apa phi terlihat bercanda sekarang? "
Pete terdiam. Menatap lekat manik hitam milik ae.
"Setelah apa yang terjadi, apa menurut pete phi sedang bercanda? "
Pete mengulum bibirnya, mengalihkan pandangannya kesamping. " Apa phi menyukai pete? "
Ae membawa tangan pete menuju dadanya. Membiarkan pete merasakan detak jantungnya. " Ya " ae menjawab dengan penuh kesungguhan.
"Phi sangat menyukaimu pete. Kapanpun, kamu selalu memenuhi pikiran phi. Phi selalu merindukanmu. Setiap bersamamu, jantung phi berdetak 2x lebih cepat dari biasanya. Dan ketika kamu bersama dengan laki laki lain, phi cemburu pete. Phi benar benar cemburu setengah mati. Phi tidak suka laki laki lain menyentuhmu, phi tidak suka melihat kamu tersenyum kepada mereka. Setiap kali itu terjadi phi terbakar amarah. Awalnya phi tidak tau kenapa phi seperti ini. Tapi sekarang, phi sadar, Itu karena phi menyukaimu. Phi rasa... " ae menjeda ucapannya. Ia mengambil nafas panjang. Kemudian kembali menatap pete lekat. Matanya penuh dengan kesungguhan.
"Phi sudah mencintaimu pete"
Pete tertegun. Ucapan ae menyentuh hatinya.
"Jadi, apa kamu mau menjadi milikku pete ?" Sorot mata teduh itu menatap pete penuh harap.
"um"
Ae mengedipkan matanya beberapa kali.
"pete... Mau menjadi pacar phi ae" Pete akhirnya menjawab. Ae tak bisa menahan senyumnya.
Ae berbalik. Mengepalkan tangannya kuat kuat. Menahan teriakan. Sungguh, ae rasanya ingin berteriak sangking senangnya. Ia kembali berbalik. Menatap pete dengan wajah berseri seri. Kemudian mendekap erat laki laki manis yang hari ini resmi menjadi kekasihnya. Mencium pipi laki laki manis itu bertubi tubi. Pete tertawa.
Tak lama kedua saling pandang. " kamu milik phi sekarang. Mengerti? "
"um" pete mengangguk dengan wajah merona.
Tatapan ae beralih pada bibir merah muda milik pete. Ia kembali mendekat. Perlahan. Hingga bibirnya hampir kembali menyentuh bibir pete. Tapi sebuah dering ponsel menghentikan gerakannya. Pete menjauh. Mengambil ponselnya. Itu panggilan dari Tin.
Pete menatap ae. Ini waktunya dia pergi.
Ae yang tau itu dari Tin, wajahnya berubah kesal. Ia cemberut.
"Dari Tin? "
"Um"
"Jangan pergi! "
"Tapi phi ae~"
Ae berdecak. Dia sungguh tak rela membiarkan pete pergi dengan tin.
"Phi cemburu~"
Pete memeluk pinggang ae. Menengadahkan kepalanya. Ia mengedipkan matanya berkali kali. Menatap ae dengan mata bulatnya. " Hanya sebentar na phi ae . Pete janji akan pulang cepat " ucapnya dengan nada memohon.
KAMU SEDANG MEMBACA
Let's Make Our Story Happy Ending
Fiksi PenggemarIni kisah seorang Ae tanapon yang mengulang waktunya kembali. Setelah ia bertemu dengan pemuda manis bernama pete pichaya , Ae jatuh cinta pada pandangan pertama. Awalnya kisahnya berjalan manis. Lalu suatu hari semua kebahagiaannya berubah menjad...
