AEPETE #14

2.1K 209 31
                                        

"Aku menyukainya! ketika kamu cemburu padaku"

*
*
*
*
*

¤Let's Make Our Story Happy Ending¤

Pete memandang layar ponselnya dengan hati resah. Sudah hampir satu jam ia memandangi kontak ae dilayar ponselnya. Menimbang nimbang apakah ia harusnya menelfon ae atau tidak. Ia merindukan pria tampan itu. Tapi mengingat kejadian tadi siang, pete rasanya malu sekali. Dia sudah bersikap kekanakan seperti itu pada ae. Terlebih ia merasa bersalah setelah mendengar apa yang dikatakan chaim beberapa saat lalu. Chaim menelfonnya. Bertanya apakah pete dan ae sudah berbaikan. Chaim juga menjelaskan kondisi ae dimana ae bahkan dimarahi profesornya karena tugasnya tidak selesai. Dan pete yakin sekali itu karena dirinya.

Pete bergerak resah. Ia merutuki sikapnya tadi siang. "Seharusnya pete tidak seperti itu" gumamnya menyesal.

Ae benar, akhir akhir ini pete terlalu sensitif. Dia cepat sekali marah pada ae bahkan untuk masalah kecil. Hal hal kecil bisa jadi besar ketika ia dalam mood yang tidak bagus. Jika pete pikirkan lagi, ae sepertinya tidak terlalu mengabaikannya juga tadi siang.

Pete bangkit dari tempat tidur. Berjalan kearah kamar bibi jae. Ia mengetuk pelan pintu kamar jae.

"Bibi , ini pete"

"Masuk sayang" teriak jae dari dalam kamar mempersilahkan pete masuk.

Pete membuka pintu kamar jae. Ia melihat jae sedang sibuk dengan laptopnya.

Jae menoleh. " pete memerlukan sesuatu ? "

Pete memainkan jari jari tangannya "A,apa pete boleh menginap dirumah phi ae ?"

Jae terkekeh "Bibi pikir ada apa. Boleh sayang"

Pete masih diam ditempatnya. Ia menatap jae dengan ragu.

Jae membalas dengan tatapan bingung.

"Itu... Humm .."

"Apa mau bibi antar ?" jae bertanya lebih dulu.

Pete mengangguk kecil . " bibi tidak sibuk ? "

Jae tersenyum "Tidak sayang"

"Kita pergi sekarang ?" tanya jae lagi.

"Tidak. Ada yang mau pete buat terlebih dahulu"

Jae menaikan sebelah alisnya. " mau bibi bantu ?"

Pete menggeleng cepat. " Tidak bibi , pete bisa melakukannya sendiri "

"Kamu yakin ?"

Pete mengangguk mantab.

"Yasudah. Panggil bibi nanti na"

"Khab"

Setelah itu pete pergi kedapur. Dia memutuskan membuatkan ae sup udang kesukaannya. Dengan begitu, dia bisa meminta maaf dengan benar.

Pete masih belum bisa memasak, tapi setidaknya diantara semua masakan yang ia pelajari. Pete sedikit percaya diri jika memasak sup udang kesukaan ae.

Tidak terhitung sudah berapa kali pete mencoba membuat makanan kesukaan ae itu agar setidaknya rasa sup udang yang ia buat sedikit bisa dinikmati ae walau belum seenak buatan nut.

Pete mulai menyibukkan dirinya didapur. Dia melakukannya dengan serius. Berharap hasil masakannya enak.

Setelah masakannya selesai dan mengemasnya dengan baik, barulah pete pergi kerumah ae diantar jae.

Let's Make Our Story Happy EndingCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang