"Jadilah pacarku! ...
Karena sepertinya aku, sudah jatuh padamu"
*
*
*
*
Normal.Pov
Pete membuka matanya. Ia menguap kecil dan mengerjap ngerjapkan matanya perlahan. Pete tersentak saat menyadari ruangan tempatnya berada saat ini tampak tidak asing. Ini kamar ae . Dan betapa terkejutnya pete saat ia menoleh dan mendapati ae tengah tertidur pulas disampingnya.
Wajah pete memucat. Ia berusaha berpikir keras, apakah semalam ia berjalan dalam tidurnya dan masuk kekamar ae ?
Dengan gugup, pete bergerak perlahan turun dari tempat tidur. Ia takut takut ae akan bangun dan mendapatinya berada disini . Jantungnya berdetak kencang , takut ae akan kembali marah . Padahal jelas jelas kemarin ae meminta pete untuk tak mengganggunya. Pete merutuki dirinya yang bodoh dan masuk kekamar ae.
"Pete ?!"
Mendengar suara tak asing itu memanggil namanya, pete terkejut dan kehilangan keseimbangannya. Hal hasil simanis itu terjatuh dengan siku yang membentur lantai dengan keras.
Pete meringis sakit memegang sikunya.
" Ya Tuhan pete ! Kamu nggak papa ?"
Ae langsung menghampiri pete dengan wajah khawatir. Ia memegang siku pete yang sedikit memerah.
" ehm Ph,phi ae ... I,itu... Pete ... " ae mengernyitkan keningnya saat menyadari pete menatapnya dengan tatapan takut . Suara nya terdengar bergetar, dan matanya berkaca kaca.
" semalam .. Pe,pete tidur dikamar tamu .. Sungguh.. Ta,tapi sepertinya pete tam,tampa sadar jalan kesini.. Pe,pete tidak se-sengaja .. Pete..." pete berucap dengan terbata bata , matanya memandang takut pada ae.
"Pete khot thod phi ae, hiks~" air mata jatuh membasahi pipi pete. Ia menangis. Berulang kali mengucapkan kata maaf pada ae.
Hati ae mencelos , ia menyadari betapa buruk akibat dari perbuatannya kemarin. Pete takut padanya, tubuhnya bergetar dan dia menangis sesenggukan di depan ae .
Ae Menarik pete kedalam dekapannya. Mengusap kepala simanis itu dengan lembut.
"Pete ... Phi khot thod" ujar ae pelan sarat akan penyesalan. Wajah nya terlihat bersalah.
"Maaf sudah membentak pete kemarin. "
Pete yang tangisannya sudah sedikit berhenti menengadahkan kepalanya menatap ae.
" Kemarin phi kesal, jadi tampa sengaja phi melampiaskan kemarahan phi padamu ."
"phi khot thod na" ujar ae dengan tulus.
"phi tidak marah pada pete ?" laki laki manis itu berucap dengan suara seraknya. Hidungnya memerah. Ae jadi semakin merasa bersalah membuat pete manangis seperti ini .
Ae menggeleng.
"Maafkan phi na ? Apa pete bisa menerima permintaan maaf phi ?"
"ungh" pete mengangguk , ia kembali memeluk ae dengan erat. Menenggelamkan wajahnya didada bidang ae .
"kemarin pete takut... Pete takut phi ae akan membenci pete"
"Maaf..."
"...phi janji tidak akan mengulanginya"
*
*
*
*
*
Saat ini ae, pete dan pond berada di kantin kampusnya menikmati makan siang . Hubungan ae dan pond telah membaik . Sebelum ke kampus ae mendatangi asrama pond, untuk meminta maaf. Tapi yang didapatinya adalah tawa meledek pond dengan wajah yang membuat ae menjadi kesal . Ia sudah datang baik baik ke asrama pond. Menghilangkan segala gengsinya . Tapi ya memang tipikal pond , yang tidak terlalu menganggap semuanya serius . Jadilah ae yang setengah mati menahan kesalnya melihat tingkah pond yang sejak tadi meledeknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Let's Make Our Story Happy Ending
FanfictionIni kisah seorang Ae tanapon yang mengulang waktunya kembali. Setelah ia bertemu dengan pemuda manis bernama pete pichaya , Ae jatuh cinta pada pandangan pertama. Awalnya kisahnya berjalan manis. Lalu suatu hari semua kebahagiaannya berubah menjad...
