"Seharusnya aku menyadarinya. Perubahan yang terjadi padamu"
*
*
*
*
*
¤Let's Make Our Story Happy Ending¤
Tin memandang panjang langit yang kini telah berubah berwarna keemasan. Beberapa kelompok burung tampak terbang diatas sana. Matahari hampir akan terbenam. Artinya sebentar lagi langit akan berubah gelap.
Tin menghela panjang. Hari ini kehidupan kampusnya cukup melelahkan dan menguras tenaga. Karena itu tin memutuskan untuk menikmati secangkir vanilla latte di cafe langganannya.
Tak ada kegiatan berarti yang dilakukan tin. Hanya diam menatap jalanan . Tak lama sesuatu menarik perhatiannya diluar sana. Seseorang yang tak asing masuk dalam edaran pandangnya . Laki laki mungil yang akhir akhir ini sering merecoki hidupnya. Can. Siapa lagi.
Laki laki mungil itu tengah melintasi lampu merah, ia tak sendiri melainkan ditemani seorang pria tua yang tin duga sudah berumur 60 an .
Menariknya, Can tampak sedang asik berbicara dengan pria tua itu. Berceloteh penjang lebar dengan wajah riangnya . Tampa sadar tin memerhatikannya dengan lekat. Sudut bibirnya tertarik membentuk senyuman. Mata tin mengikuti laki laki mungil itu hingga hilang dari pandangannya .
Sejujurnya. Can adalah laki laki teraneh yang pernah tin temui dalam hidupnya. Dia terlalu percaya diri , dia suka berbicara bahkan untuk hal hal kecil sekalipun sampai tin lelah mendengarnya. Dia laki laki yang berisik. Dia cepat akrab dengan orang baru. Siapapun itu. Bahkan tin yakin 100% bahwa pria tua yang tadi bersamanya adalah seseorang yang baru ia temui.
Lagi, Tin tertawa kecil. Kembali mengambil secangkir vanilla lattenya. Dan menyesapnya dengan perlahan.
"Dia benar benar unik" gumam tin masih dengan senyum tipis dibibirnya.
*****
Pukul 3 dini hari, pete terbangun. Ia menoleh pada ae yang tertidur pulas disampingnya. Simanis itu juga kembali mencoba untuk tidur . Tapi usahanya gagal, ia kesulitan tidur karena sejak tadi perutnya berbunyi. Anak manis itu kelaparan.
Pete bangkit, hendak membangunkan ae. Tapi, tangannya yang sudah berada di awang awang terhenti. Ae tidur dengan sangat pulas. Pete tak tega membangunkan laki laki tampan itu.
Tersenyum, pete memperbaiki selimut ae. Mengusap kepala ae dengan lembut kemudian mendaratkan sebuah kecupan di kening ae. Lalu beranjak turun dari tempat tidur dan berjalan menuju dapur.
Sebenarnya ia juga berpikir akan membangunkan bibi jae, tapi pete yakin bibi jae pasti lelah karena pulang larut malam dari kantor.
Setidaknya pete bersyukur pacar tampannya selalu mengisi penuh kulkasnya dengan makanan. Sehingga pete yang saat ini tengah kelaparan tidak bingung hendak memakan apa malam malam seperti ini.
Disisi lain, ae yang saat ini tertidur sendirian tak lama terbangun. Ia menyadari kekasih manisnya itu tak ada disampingnya . Dengan wajah bingung ae bangkit, ia melirik jam sudah pukul 3 lewat. Kemana pete dini hari seperti ini ? Pikirnya.
Menguap pelan, ae berjalan mencari pete yang tiba tiba menghilang. Mencarinya dikamar mandi, ruang tamu kemudian dapur.
Ae mengangkat sebelas alisnya saat melihat siluet tak asing berdiri didepan kulkas.
"pete ?" ae bersuara.
Pete terkejut mendengar suara yang tiba tiba . Beberapa makanan yang dipegangnya terjatuh. Ia berbalik dan mendapati ae berdiri tak jauh darinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Let's Make Our Story Happy Ending
FanfictionIni kisah seorang Ae tanapon yang mengulang waktunya kembali. Setelah ia bertemu dengan pemuda manis bernama pete pichaya , Ae jatuh cinta pada pandangan pertama. Awalnya kisahnya berjalan manis. Lalu suatu hari semua kebahagiaannya berubah menjad...
