"Kesalahan yang selalu kusesali adalah
Ketika aku membuatmu menangis"
*
*
*
*
Normal.Pov
Hari ini cuaca kota bangkok sangat cerah , beberapa mahasiswa melakukan berbagai aktivitas dikampusnya . Seperti bermain bola, belajar , basket dan berbagai kegiatan outdoor lainnya . Tak terkecuali sekelompok mahasiswa yang saat ini sedang berkumpul disalah satu kursi santai dihalaman kampus . Mereka tengah istirahat dari latihan basketnya . Dan memilih bersenda gurau . Tapi seorang mahasiswa tampan , yang juga duduk disana malah asik memerhatikan yang lain . matanya selalu tertuju pada seorang pemuda manis .
"Hei Tin apa yang kau lihat ?" Ucap gun yang melihat Tin tidak ikut bergabung dengan mereka . Padahal biasanya tinlah yang paling sering berbicara . Tapi kali ini dia diam dan malah asik memerhatikan seorang pemuda manis diujung sana.
"kau menyukainya ?" tanya gun lagi melihat tidak ada tanggapan dari tin.
Tin tersenyum , matanya masih melirik sosok manis itu . Tak berniat beralih sedikitpun . "Sepertinya aku benar benar sedang jatuh cinta sekarang" gumam tin.
"Ou , kalau gitu kenapa tidak kau dekati saja ai Tin ?"
Tin berpikir sejenak " haruskah ?" wajahnya berubah cerah.
gun mengangguk , " pergi sana " ucap gun seraya mendorong tubuh Tin agar pergi menemui pemuda manis itu .
"tapi bagaimana jika dia sudah mempunyai kekasih ?"
"Lalu apa salahnya ? mereka hanya baru menjadi sepasang kekasih , lain cerita jika sudah menjadi suami istri" gun menaik turunkan kedua alisnya.
Tin terkekeh " Kau benar benar ai gun" ucapnya menggelengkan kepala . Lalu berlari mendekati pemuda manis itu .
****
Pete duduk disalah satu kursi yang biasanya dijadikan tempat belajar oleh mahasiswa lain . Tapi Pete tidak belajar , dia hanya duduk diam . sesekali meniupkan poninya atau memutar mutar handpone miliknya . Tidak ada kegiatan berarti yang dilakukan pete .
Seharusnya pete pergi makan siang bersama ae . Tapi ae harus menemui dosen pembimbingnya . Hingga pete berakhir disini sekarang . Kesepian, bosan dan sedikit lapar tentu saja.
"boleh aku duduk disini ?" Suara seseorang mengalihkan atensi pete.
"Khab" balas pete sopan.
"kau nong pete benar ?"
"khab phi" jawab pete dengan wajah bingung, mengapa laki laki tampan didepannya bisa mengetahui namanya ?
"Aku Tin , mahasiswa tahun ke 3 . Apa kau tidak mengingatku ?"
Pete menatap tin lekat, kedua alisnya bertaut mengingat ingat apa ia dan Tin pernah bertemu sebelumnya . Tapi bagaimana pun pete mengingatnya , ia tetap tidak ingat .
"Aku sedih sekarang. Nong tidak mengingat ku" ucap Tin memasang wajah seolah terluka .
Pete gelagapan.
" pete khot thod phi . pete Benar benar tidak ingat" pete menundukan wajahnya merasa bersalah.
"hei santai saja nong , aku hanya bercanda" Tin tertawa pelan .
"kau tidak ingat? Kau menabrakku kemarin" lanjutnya lagi.
Pete melebarkan matanya. Ah benar, kemarin ia telat datang kekampus . dan berlari menuju kelasnya . Pete ingat kemarin bahunya menabrak sesuatu, tapi karena ia sudah terlambat pete tak berbalik memeriksa apa yang baru saja ia tabrak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Let's Make Our Story Happy Ending
FanfictionIni kisah seorang Ae tanapon yang mengulang waktunya kembali. Setelah ia bertemu dengan pemuda manis bernama pete pichaya , Ae jatuh cinta pada pandangan pertama. Awalnya kisahnya berjalan manis. Lalu suatu hari semua kebahagiaannya berubah menjad...
