"Kau menyakitiku, tapi ternyata aku jauh lebih menyakitimu"
*
*
*
*
*
¤Let's Make Our Story Happy Ending¤
Ae benar benar mengabaikan pete. Tak ada lagi senyuman hangat ataupun sapaan romantis seperti biasa. Tatapan dingin dan tajam selalu ia layangkan setiap bertemu dengan laki laki manis itu. Rasa amarahnya membuat ae berubah menjadi sosok yang berbeda 180 derajat.
"Dia berkhianat!"
Pikiran itu tak lepas dari kepala ae. Membuat dadanya sering kali terasa sesak.
Setiap kali dia bertemu pete, rasa amarah itu selalu menguar tampa bisa ae cegah. Hatinya yang terluka, tak mampu mengontrol amarahnya. Karena itulah satu satunya hal yang bisa ae lakukan untuk melindungi dirinya hanyalah dengan mengabaikan pete.
Ae pikir itulah caranya agar ia tak merasa sakit lagi. Tapi justru semakin dia mengabaikan pete, semakin dia membenci pete. Rasa sakit didadanya kian bertambah.
Hari ini tak seperti biasa hujan turun dengan deras. Ae berdiri didepan gedung fakultasnya menunggu hujan teduh. Seraya menatap kosong genangan air hujan didepannya. Dadanya sesak dan pikirannya kacau. Benar benar kombinasi yang buruk .
Tak lama seseorang yang sejak tadi terus berada dipikirannya itu kini berdiri tepat didepannya dengan wajah sendu. Ae terdiam .
Pete. Dia, terlihat tidak baik baik saja.
Matanya membengkak , ae bisa menebak dia menangis sepanjang malam . Wajah nya pucat . Apa dia sakit ? Ae bertanya tampa sadar didalam hatinya .
Sekali lagi, rasa amarah yang masih ae pendam, membuatnya berusaha sedemikian mungkin mengabaikan rasa khawatirnya terhadap laki laki manis itu.
" Phi ae bisakah pete bersikap egois ? " Pete mengeluarkan suaranya , pelan, bahkan hampir samar oleh suara hujan.
"...."
" maaf, Pete tau pete sudah membuat kesalahan yang besar. Pete tau, phi pasti sangat membenci pete bukan ? Tapi bisakah phi memaafkan pete sekali ini saja dan hubungan kita kembali seperti semula ? Ini sangat menyakitkan phi membenci pete seperti ini . Demi tuhan pete tidak berniat menghianati phi sedikit pun. " pete mengenggam tangan ae. " Hari itu semuanya terjadi begitu saja. Setelah kelas pete selesai. Phi trump menghubungi pete. Dia bilang dia akan mengembalikan buku yang dia pinjam . Dia mengajak pete bertemu disebuah kafe . Tapi setelah itu pete tidak ingat apapun. Sungguh! Esoknya pete terbangun di sebuah hotel bersamanya. Pete tidak tau apa yang terjadi. Demi tuhan phi, pete tidak pernah ingin berselingkuh dengannya" pete menjelaskan dengan suara bergetar . Air matanya menggenang.
Dengan wajah datar ae melepaskan genggaman tangan pete. " Kau mau aku percaya itu ? " ae berujar dengan dingin .
" tidak bisakah phi mempercayai pete sedikit saja ? " pete membalas dengan suara lemah.
"Percaya ? Huh! Kau ingin aku percaya setelah aku melihatmu berciuman dengan laki laki lain didepanku ? "
" phi ae ... Itu... "
Ae mundur ketika pete mendekat, dia bahkan menepis kasar tangan pete.
" pete, apakau tau bahwa aku sangat membenci orang seperti mu ? Orang orang yang menyembunyikan wajah aslinya dibalik wajah polos itu. Aku tidak menyangka wajah polos itu bisa menusukku seperti ini. Apa aku terlihat seperti permainan untukmu ?"
Pete menggeleng pelan.
" Andai saja hari itu aku tidak memergokimu berciuman dengannya. Mungkin aku akan memaafkanmu seperti orang bodoh. Karena aku mencintaimu. Dan aku percaya padamu. " ae tertawa hambar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Let's Make Our Story Happy Ending
FanficIni kisah seorang Ae tanapon yang mengulang waktunya kembali. Setelah ia bertemu dengan pemuda manis bernama pete pichaya , Ae jatuh cinta pada pandangan pertama. Awalnya kisahnya berjalan manis. Lalu suatu hari semua kebahagiaannya berubah menjad...
