"aku tidak gay
tapi aku menyukaimu!"
*
*
*
*
Pete baru saja keluar dari kamar mandi. Simanis itu melihat ae sudah tampak rapi seperti akan pergi kesuatu tempat. Pete bahkan langsung mencium bau parfum dari tubuh ae. Ia juga melihat ae memakai anting hitam ditelinga kirinya. Sangat tampan. Pikir pete.
"phi akan pergi? " tanya pete tak bisa menahan rasa penasarannya.
"iya, phi akan pulang malam nanti. Pete tidur lah lebih dulu na"
Pete mengangguk lemah.
Ae tersenyum, ia mengambil ponselnya yang berada diatas kasur lalu segera pergi keluar pintu.
"phi ae " panggilan pete menghentikan langkah ae.
"apa phi ae pergi dengan seorang perempuan? " entah darimana datangnya keberanian pete bertanya seperti itu. Ia langsung menyesali pertanyaan yang baru saja terlontar dari mulutnya.
"oh pete tau? " wajah pete berubah sedih.
"tidak, pete hanya menebak" jawab pete lemah.
"dia sudah menunggu dibawah, phi pergi dulu na"
"khab"
Ae mengusap rambut pete sekilas. Lalu berlalu meninggalkan pete. pete mengikuti dari belakang. Dia tidak benar benar turun, hanya mengamati dari atas . Ia melihatnya, gadis cantik yang tadi siang bersama ae. Gadis itu, bahkan tampak sangat akrab dengan nut,ibu ae. Pete langsung menekuk wajahnya sedih. Dengan langkah gontai ia kembali kekamarnya.
******
Disebuah bar, Ae sedang duduk disalah satu meja bar bersama seorang gadis . Ditemani suara musik yang keras dan aroma alkohol yang tercium pekat.
"Phi sedang menunggu seseorang? " tanya gadis itu sedikit keras karena melawan suara musik. Sejak tadi ae memainkan ponselnya.
"um. Pond, dia akan datang kesini" jawab ae tak kalah kencang.
"ck phi.. Aku sudah bilang hanya ingin datang berdua bersamamu" gadis itu memperotes.
Ae tertawa. "dia tau aku datang kesini. Pond memaksa ikut. Kau tau bukan dia keras kepala. Phi tidak bisa menghentikannya "
"seperti mu? " ujar gadis itu sedikit sarkas.
"ck, dia lebih keras kepala dari phi"
Gadis itu hanya mengiyakan ucapan ae. Walaupun iya bisa menebak. Bahwa ae lah yang paling keras kepala.
"chaim"
"um? " chaim menjawab dengan seadanya.
"kau pernah liat orang yang tidak menyukai mobil mewah? Maksudku seperti mobil mobilku"
Chaim langsung menoleh dengan wajah mengernyit. "phi sudah mabuk ? kenapa bertanya ngelantur seperti itu ?"
Ae meneguk minumannya.
"Orang gila mana yang akan menolak mobil mewah. Terutama jenny... Anak kesayanganku" chaim tiba tiba histeris saat membicarakan Jenny. Jenny ini adalah mobil lamborghini aventador roadster milik ae. Mereka memberinya nama Jenny.
"benarkan? Hanya dia... " ae tersenyum, lalu kembali menyesap minumannya.
"dia? Dia siapa? "
"Ada, seseorang yang manis"
Chaim lagi lagi mengernyit dengan ucapan ae. Ia meletakan minuman yang ada ditangannya . Lalu melipat kedua tangannya diatas meja dan menatap ae dengan serius.
KAMU SEDANG MEMBACA
Let's Make Our Story Happy Ending
FanfictionIni kisah seorang Ae tanapon yang mengulang waktunya kembali. Setelah ia bertemu dengan pemuda manis bernama pete pichaya , Ae jatuh cinta pada pandangan pertama. Awalnya kisahnya berjalan manis. Lalu suatu hari semua kebahagiaannya berubah menjad...
