"Hubungan kita berakhir dengan cara yang menyedihkan"
*
*
*
*
*
*
"Let's Make Our Story Happy Ending"
Terhitung satu minggu lebih pete tiba tiba menghilang dari hidup ae. Seperti yang ia inginkan. Tapi nyatanya, ae tak merasa senang sedikitpun. Dadanya semakin sesak, dan ia merindukan laki laki manis itu.
Ae membenci dirinya. Setelah ia disakiti sedemikian rupa, bagaimana mungkin dia masih tetap mencintai pete ?. Sejak awal cintanya tak pernah berkurang. Walau kini rasa cinta itu bercampur dengan amarah dan kekecewaan.
Setelah menghilang seperti itu, Pete tiba tiba kembali padanya. Ae tak tau apa yang harus ia lakukan. Haruskah ia senang karena pete kembali kehidupnya atau ia harus membenci itu ?
Pete yang menghilang tampa kabar itu kini berdiri didepannya. Tersenyum manis seperti biasa. Hanya saja ia tampak lebih kurus dan dengan wajah sedikit memucat.
Sampai ae bertanya tampa sadar dihatinya, apa dia baik baik saja ?
"Pete merindukan phi ae" ia berujar.
Ae tak menanggapi. Ia hanya diam menyelami mata sendu didepannya. Ingin rasanya ae memeluk laki laki manis yang tampak rapuh itu. Tapi ia begitu enggan, ketika mengingat bahwa cintanya dikhianati.
Mereka terdiam cukup lama. Memandang masing masing dengan kerinduan yang teramat dalam.
'Maaf karena pete kembali'
'Aku merindukanmu'
'maaf karena mungkin phi membenci pete'
'kau menyakitiku, tapi aku tidak bisa membencimu sedikitpun'
'Jika waktu bisa kembali, pete tidak akan melakukan kesalahan yang sama. Sehingga kita tak akan berakhir seperti ini'
'jika aku boleh memilih, kuharap aku tak pernah tau bahwa kau tidak mencintaiku. Sehingga kita setidaknya masih akan tetap bersama.'
'pete mencintai phi'
'aku sangat sangat mencintaimu'
Mereka berbicara tampa bisa mereka ungkapkan. Tampa sadar menyakiti diri masing masing. Siapakah yang harus disalahkan ? Seolah takdir membuat mereka tak bisa bersama. Keadaan membuat mereka untuk terpisah. Meski cinta begitu besar mereka miliki.
"Phi ae..." Suara pete bergetar. Cairan bening menggenang dipelupuk matanya.
"Ayo akhiri hubungan kita"
Degh.
Ae tak tau ucapan itu ternyata begitu menyakitkan. Semenjak ia mengetahui pete berselingkuh, ia tau bahwa hubungan ini telah berakhir. Tapi saat hubungan itu akan benar benar berakhir. Ae merasa dadanya remuk.
"Umh, lagipula hubungan ini telah berakhir semenjak kau memutuskan untuk berkhianat dariku"
Pete meremas ujung bajunya.
"Untuk terakhir kalinya. Maukah phi mengabulkan permintaan pete?"
"Tidakkah kau sedikit tidak tau malu ?"
"Pete mohon.."
Ae terdiam cukup lama sampai ia menjawab. "Baiklah, karena aku pernah mencintaimu. Aku akan mengabulkan permintaanmu untuk terakhir kalinya"
Pete tersenyum tipis. "Beri pete waktu untuk melepasmu phi"
Kening ae berkerut.
"Hanya satu bulan, berikan pete kesempatan satu bulan untuk berada disamping phi ae. Setelah itu, pete berjanji akan pergi selama lamanya dari hidup phi"
KAMU SEDANG MEMBACA
Let's Make Our Story Happy Ending
FanfictionIni kisah seorang Ae tanapon yang mengulang waktunya kembali. Setelah ia bertemu dengan pemuda manis bernama pete pichaya , Ae jatuh cinta pada pandangan pertama. Awalnya kisahnya berjalan manis. Lalu suatu hari semua kebahagiaannya berubah menjad...
