"Karena tidak semua yang kita rencakan bisa terwujud, maka berhentilah untuk memaksakan rencana itu"
▪▪▪
Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, Tzuyu terbangun dari tidurnya--dari kepura-puraannya, ia membuka lemari dan mengambil sebuah kain lalu melingkarkannya untuk menutupi wajah.
Gadis itu membuka pintu kamar dengan sangat hati-hati, ditengoknya kanan dan kiri, senyumannya merekah ketika ia mendapati keadaan sudah kosong dan lampu sudah dimatikan, dengan lihai tanpa mengeluarkan suara gadis itu menuruni tangga, ia mengeluarkan kunci dari balik saku celananya pada salah satu pintu yang--tunggu, itu bukan pintu, sebuah lemari.
Tzuyu membuka lemari itu dan mengambil sebuah patung berbentuk kucing di dalamnya--bukan lagi, lebih tepatnya mencabut, patung kucing itu lebih mirip tuas sekarang yang membuat lemari tadi bergeser ke belakang.
"Ya!" pekik Tzuyu tanpa suara saat ia menemukan lorong di balik lemari tersebut, dengan cepat gadis itu memeriksa keadaan sekitar dan masuk ke dalam lorong, tidak lupa ia kembali mendorong lemarinya ke posisi semula.
Gadis itu berlari dengan bebas di sepanjang lorong, apa ia tak takut? Tentu tidak, lorongnya sangat terang, bahkan juga banyak benda mewah yang tersimpan, langkah Tzuyu terhenti di depan sebuah pintu, ia membukanya dengan kunci yang sempat diperiksanya tadi dan pintu terbuka.
Kini, di depan mata sudah banyak sekali pepohonan, ternyata pintu tadi menghubungkan rumahnya dengan pagar belakang, dengan cepat Tzuyu membukanya sebelum penjaga rumahnya kembali memeriksa.
♠️♠️♠️
Dengan cepat Tzuyu berlari, menyebrangi jalanan lengang dan menuju sebuah mobil yang sejak tadi sudah terparkir, menunggunya.
"Ayo cepat," ucap Tzuyu ketika masuk ke dalam mobil tersebut, ia juga membuka kain yang menutupi tubuhnya tadi.
Nampak seorang lelaki hanya diam melihatnya, Tzuyu yang tengah membenarkan rambutnya menoleh.
"Apa yang kau lihat? Ayo jalan, Sehun," pinta Tzuyu lagi memohon.
"Apa yang kau pikirkan, Tzu? Kita akan hidup bersama selamanya lalu kenapa kau mengajakku pergi? Kita hanya tidak bertemu beberapa hari sebelum-"
"Ayolah Sehun, ayo kita pergi sekarang," lelaki itu mendengus sebal dan mulai menyalakan mesin mobilnya dan melaju.
Tzuyu tersenyum senang, ia menatap ke arah luar jendela dengan mata yang kembali berbinar.
"Ini salah Tzuyu," membuat gadis itu kembali menoleh.
"Ayolah Sehun, aku bosan, aku merasa tercekik dengan semua ini, persiapan pernikahan, budaya, ini dan itu membuat kepalaku hampir meledak, aku ingin keluar sebentar dan menghirup napas segar," jelasnya lagi sambil memejamkan mata kini.
Lengang kembali menggantung sekejap.
"Ayo kita melarikan diri saja, Sehun," ajak Tzuyu mantap dan menoleh pada lelaki yang kini kembali mendesis, merasa frustasi karena sikap kekanakan Tzuyu yang selalu saja membuatnya naik pitam.
"Ayo kita membangun rumah di puncak gunung, rumah sederhana dan hangat, kau bisa menjadi penggembala atau petani, lalu aku akan memasak-"
KAMU SEDANG MEMBACA
Highway [COMPLETED]
Fanfiction|SEBAGIAN PART TELAH DIHAPUS| Jalan raya.. Apa yang kau pikirkan? Sebuah jalan panjang yang mengkilat karena aspal yang hitam yang menyelimuti, penghubung antara satu kota dengan kota yang lain? Itu tak salah. Namun, bagiku jalan raya adalah sebuah...
![Highway [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/177071152-64-k868639.jpg)