"Sejatinya tak semua keinginan bisa terwujud, hanya bisa memilih dan siap melepaskan"
▪▪▪
Lengang menggantung, memaki setiap diri yang tak berani mengeluarkan isi hati. Malam ini, semuanya terasa berbeda, ada hal kecil yang mengubah hidup mereka begitu besar.
Kejujuran.
Apa yang sudah Tzuyu katakan membuka kembali mindset semua orang bahwa tak selamanya orang dengan segala kemudahan juga hanya miliki bahagia dalam hidupnya. Seperti Tzuyu, siapa yang menyangka bahwa gadis itu hidup dengan penuh tekanan dan ketakutan, tidak ada, tentu saja. Semua orang hanya mengenal seorang Chou Tzuyu, gadis bak putri yang akan menikahi pangerannya.
Pria yang menyetir itu kembali menoleh ke arah Tzuyu, melihat bagaimana gadis itu kini hanya diam dengan tatapan kosongnya, menatap jalanan yang akan mereka susuri dengan harapan besar akan menemukan hidup baru yang lebih baik.
"Jungkook," suara Tzuyu yang tiba-tiba membuat lelaki yang sejak tadi menatapnya cukup terlonjak, gadis itu kemudian menoleh dan balik menatap Jungkook.
"Apa perjalanan kita masih jauh?" tanya Tzuyu membuat Jungkook menautkan alisnya. Kini, hanya mereka berdua yang berada di depan, karena Jimin dan Namjoon memilih untuk berada di belakang truk.
Jungkook kembali membuang pandangannya dan menatap ke arah jalanan, dahinya mengerut tanda ia sedang berpikir dengan keras. Merasa tak akan mendapat jawaban, Tzuyu kembali menatap ke arah depan.
"Aku belum punya tujuan." jawab Jungkook membuat Tzuyu kembali menatapnya.
"Belum punya?"
Jungkook tersenyum kecut, tujuan? Untuk apa? Sejak dulu tak ada satu pun tujuannya yang terwujud, jadi untuk apa dia memiliki tujuan? Lebih baik ia melakukan apapun tanpa tujuan, itu lebih pasti, walau dalam ketidak-pastian.
♠️♠️♠️
Pagi hari.
Burung berkicau dengan riang, angin pagi berembus lembut dengan damai, menyapa permukaan air dan membuat irama gelombang yang menakjubkan. Mentari sepertinya malu-malu untuk menunjukkan wajah, bersembunyi di balik awan dan membuat bumi ini teduh.
Tzuyu duduk di atas rerumputan, di pinggir jalanan aspal yang cukup ramai dilalui lalu lalang kendaraan, kepalanya setia mendongak dari tadi menatap langit dari celah dedaunan yang rimbun menghiasi pohon. Sedangkan tiga orang pria bersamanya duduk di sisi lain, dengan sesekali menatap Tzuyu yang seakan enggan mengalihkan netranya.
Tarikan napasnya kembali panjang, saat angin kembali berembus. Kedua manik Tzuyu mengkilat, rasanya setiap udara yang masuk dan mendekat kembali mengingatkan Tzuyu tentang banyak luka yang mulai terlupakan, tapi justru semakin ia berusaha menutup luka itu malah semakin menganga.
"Hai, apa kabar?"
"Kalian ingin bertanya? Tanyakan saja," Tzuyu kembali diam.
"Hm, kau benar. Iya, aku merindukan mereka, aku merindukan Ayah dan Ibu, tapi--"
"Tapi aku juga merindukan hidup," Tzuyu tersenyum, melihat rerumputan yang bergoyang disapa angin.
"Iya, aku ingin sepertimu," tunjuk Tzuyu pada sang rumput.
"Bukankah menyenangkan bisa menari dengan bebas bersama angin? Aku juga ingin, melakukan hal yang kusukai,"
Mata Tzuyu beralih pada permukaan danau yang sedikit bergelombang dari sebuah titik menyebar menjadi bulatan besar, gadis itu tertawa.
"Aku juga ingin sepertimu," tunjuk Tzuyu.
"Aku ingin bergerak bebas kemana pun mengikuti kata hatiku,"
"Merasakan angin, merasakan rambutku terbang dan kulitku merasa sejuk," ucapnya memejamkan mata.
"Tapi itu tak kudapatkan," ujarnya lirih sambil membuka mata.
Di sisi lain, tiga pria itu masih berusaha menerka apa yang dilakukan Tzuyu.
"Apa yang sedang dia lihat?" tanya Jimin yang sejak tadi merasa penasaran dan ikut menatap langit berwarna kelabu, Jungkook dan Namjoon menoleh, melihat Jimin mereka melakukan hal yang sama, menatap ke atas.
"Entahlah," jawab Namjoon yang kini bergerak memeluk lututnya sambil masih mendongak.
"Apa Tzuyu melihat sesuatu yang tak bisa kita lihat?" ia menambahkan dengan bertanya.
Samar, Jungkook tersenyum. Mengingat kembali perkataan Namjoon membuatnya kembali berpikir. Melihat sesuatu yang tak bisa kita lihat? Apakah gadis yang membersamai mereka selama ini bukan gadis biasa? Ah, sepertinya Jungkook mulai melantur akhir-akhir ini, bukankah ia sudah menyadari sejak dulu? Bahwa Tzuyu adalah gadis aneh yang ia temui.
"Kebodohan masal," ucap Jungkook sambil kembali menundukkan kepalanya dan menarik-narik rumput di hadapannya. Jimin dan Namjoon menoleh, Jungkook balas menatap, ia menggedikkan bahunya mendapat tatapan sulit dari kedua rekannya, dan detik selanjutnya mereka mendesah.
"Aku kira Jungkook akan berubah setelah semalam," gumam Jimin dengan nada yang sengaja ingin didengar Jungkook. Pria Jeon itu menoleh dan mendelikkan matanya membuat Jimin malah terkekeh mengejek.
"Harus peristiwa apalagi yang akan membuatmu berubah, Jung? Tak cukupkah semua yang terjadi?" tanya Namjoon sambil menepuk bahu Jungkook. Alih-alih mendesis karena perkataan Namjoon, Jungkook malah menoleh ke arah Tzuyu yang kini masih asik dengan diamnya.
"Peristiwa?" tanyanya untuk diri sendiri.
Mereka bertiga kembali saling berpandangan saat Tzuyu menoleh ke arah mereka. Gadis itu tersenyum dan melambaikan tangannya, ia beranjak dan menghampiri.
"Ayo kita pergi." ajak Tzuyu membuat mereka menautkan alisnya. Gadis itu berdiri dan menunggu jawaban.
"Pergi ke mana Tzu?" tanya Jimin dan diangguki Namjoon, Tzuyu menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak tau, seperti Jungkook, aku belum punya tujuan," jawab Tzuyu membuat Jimin dan Namjoon melihat ke arah pria Jeon yang kini sedang bersenandung kecil dan membuang pandangannya ke arah jalan.
"Selama aku belum punya tujuan, mari kita pergi pada tujuan kalian,"
"Maksudku, kalian pasti punya tujuan bukan kemana akan membawaku pergi?" tiga pria ini kembali saling memandang.
"Mungkin, tujuan kita sama," tambah Tzuyu membuat ketiganya membulatkan mata.
▪▪🍃▪▪
Assalamu'alaikum...
Giliran up ceritanya gaje banget, tapi kalau enggak lama banget gak upnya, jadinya gimana? Haduh, kayaknya karena selalu ada halangan ketika mood nulis berimbas jadi writer block😬😬
No, mudah2an Syifa gak sampai hiatus ya, doakan supaya semuanya lancar dan kesulitan itu terpecahkan
Kritik dan saran ditunggu
Terimakasih❤❤
KAMU SEDANG MEMBACA
Highway [COMPLETED]
Fanfiction|SEBAGIAN PART TELAH DIHAPUS| Jalan raya.. Apa yang kau pikirkan? Sebuah jalan panjang yang mengkilat karena aspal yang hitam yang menyelimuti, penghubung antara satu kota dengan kota yang lain? Itu tak salah. Namun, bagiku jalan raya adalah sebuah...
![Highway [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/177071152-64-k868639.jpg)