"Lah, Lin? Ngapain disini?" Tanya Daehwi begitu netranya melihat pacar sahabatnya duduk di gazebo fakultasnya.
"Nungguin Felix. Mana dia?" Guanlin menolehkan kepalanya kebelakang Daehwi mencri sosokmungil pacarnya yang tak terlihat bersama si sahabat.
"Lah, si Felix kan udah pulang duluan tadi jam 3. Emang nggk bilang?" Tanya Daehwi yang dibuat keheranan dengan hubungan sahabatnya.
"Nggak tuh, dia nggak bilang apapun sama aku. Emang dia bilang apa sama kamu, Hwi?" Guanlin mengerutkan dahinya kebingungan. Tak biasanya Felix menghilang tanpa kabar begini.
"Dia nggak bilang apa-apa selain pamit mau pulang duluan gitu aja sih" Daehwi menggigit bibirnya sendiri untuk melampiaskan rasa khawatirnya pada sahabatnya.
Tak biasanya Felix seperti ini memang. Sejak pagi, Daehwi tak merasa ada yang aneh dengan Felix. Saat istirahat di kantinpun, Felix masih ngobrol biasa dengannya. Tapi begitu perpindahan ruangan, Felix memang ijin pulang lebih awal dan tak memberi alasan apapun pada Daehwi. Bodohnya, Daehwi juga tak bertanya apapun pada Felix.
"Hmm.. Guan, maaf ya, kamu habis berantem nggak sama Felix?" Tanya Daehwi.
Tak enak sebenarnya ia bertanya hal seperti ini, tapi mungkin saja kan Felix pergi tanpa kabar karena bertengkar dengan Guanlin.
"Kemarin sih iya. Tapi semalem udah beres" ucap Guanlin.
Seingatnya, semalam ia sudah baik-baik saja dengan Felix. Felix sudah tertawa bersamanya semalam saat makan malam romantis di cafe Mamanya. Saat mengantar pun, ia tak melihat raut apapun selain raut bahagia Felix.
"Coba telfon, deh!" Usul Daehwi yang diiyakan Guanlin.
Tapi, bukannya suara Felix yang didengar Guanlin, justru suara operator yang mengatakan ponsel Felix sedang dalam keadaan tak aktif.
"Aku ke kos nya dulu aja deh, Hwi. Siapa tau Felix udah di kos" Guanlin mengambil kunci mobilnya.
"Mau bareng nggak, Hwi? Sekalian aku ke kos Felix" tawar Guanlin.
"Nggak deh. Aku mau kumpul club padus soalnya. Felix suruh ngabarin aku aja ya, Gu" ucap Daehwi yang dibalas anggukan Guan.
***
**
*
Guanlin baru bisa bernafas lega begitu melihat gulungan selimut yang membungkus badan mungil pacarnya. Felix bernafas teratur dalam tidurnya tanpa menyadari jika Guanlin sudah duduk disamping ranjangnya.
"Bandel banget sih, dasar! Kirain ilang kemana!" Omel Guanlin dengan suara pelan. Ia tak mau membangunkan pacarnya yang tidur lelap.
Kasihan. Sepertinya Felix benar-benar kelelahan dengan tugas kuliahnya. Pandangan Guanlin berputar ke setiap sudut kamar Felix yang berantakan. Bahkan kertas bekas print out tugas kuliah yang tak terpakai masih berserakan dilantai.
"Ck, berantakan banget sih!"
Guanlin bangkit dari posisi duduk bersandarnya di kepala ranjang Felix lalu dengan telaten memunguti sampah-sampah kertas bekas di lantai.
Setidaknya, ia bisa membantu Felix membereskan kamarnya. Anggap saja sebagai penebus rasa bersalah Guanlin yang sudah membuat Felix menangis kemarin. Setelah ini, Guanlin akan lebih perhatian pada pacarnya.
Ia sadar satu hal sejak pertengkarannya kemarin. Jika kini ada Felix yang menempati posisi teratas dihatinya. Bukan Baejin lagi. Bodohnya, ia baru sadar selama ini ia mengenyampingkan pacarnya dan selalu mendahulukan Baejin. Guanlin merasa bersalah karena hal itu.
Makanya, ia sudah bertekat mulai semalam, ia akan lebih mempreoritaskan Felix diatas Baejin.
Baejin hanya sahabatnya sekarang. Dan Felix adalah orang yang sangat special untuk Guanlin. Ia tak tau akan bertemu orang sespecial Felix lagi atau tidak dimasa depan. Yang pasti, ia akan menghargai setiap detik waktunya bersama Felix kini.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE LITTLE THINGS {END🍬}
Fanfiction"Kalo pacarnya di godain orang lain marah kek!" "Biar apa?" "YA BIAR NGGAK DI GODAIN LAGI, LAH! GIMANA SIH?!" . . . . Little things about Him.. Guanlin & Felix Warn! Fujo area! BxB! Crack Pair!
