[Bab 7 : Morning Sweet]

1.3K 170 19
                                        

Terdengar pintu terbuka dengan sedikit menimbulkan suara yang nyaring di dalam ruangan ku. Aku membuka kedua mata ku dan membalikkan tubuh ku agar terlentang karena sebelum nya posisi ku memunggungi posisi pintu.

"Eve? Kau sedari tadi disini?" Tanya Victoria setelah sadar bahwa aku terbangun dari tidur ku.

"Uhm ... Ya, aku disini dan tertidur." Kata ku yang kini berpura-pura menguap di hadapan nya.

"Yasudah, kembali tidur. Aku hanya ingin menyampaikan sesuatu pada mu." Katanya yang membuat ku memandang nya lekat-lekat.

"Besok calon mu akan datang, kau harus sudah berada di rumah setelah pulang sekolah. Tidak ada toko buku dan lain nya setelah itu, mengerti?" Kata nya mulai bicara dengan nada yang meninggi dan tegas.

Kedua mata ku melotot.

"C-calon? Calon apa maksud mu?" Tanya ku tak mau memikirkan hal yang tidak-tidak.

Sejenak Victoria membuang nafas nya kasar "Kau pasti tahu apa yang ku maksud Eve." Kata nya sebelum membalikkan badan nya untuk kembali keluar dari kamar ku.

Namun sesuatu menghentikan nya.

Sebuah suara dari lemari pakaian ku benar-benar mengejutkan ku dan Victoria tentunya. 

"Suara apa itu?" Tanya nya kembali menghadap pada ku.

Aku menelan air liur ku susah payah. Keringat terasa bercucuran di tubuh ku.

Bagaimana ini!

Bagaimana jika keberadaan Daniel diketahui Victoria? Mungkin aku akan habis di panggang oleh nya di lain waktu.

Tiba-tiba kedua mata Victoria terarah menuju lemari pakaian ku. Habis sudah nyawa ku!

Ia memandang ku dengan pandangan menyeramkan nya sebelum melangkah menuju lemari pakaian ku.

Perlahan namun pasti ... Akhirnya ia sampai di depan lemari pakaian ku.

Aku segera bangkit dari ranjang ku dan sedikit berlari mendekati Victoria. Lebih tepat nya menghalangi Victoria dari lemari pakaian ku.

"V-victoria kau m-mau apa? Sudah sangat m-malam lebih baik kau segera tidur. Aku melihat kantung mata di wajah mu." Kata ku berusaha menghentikan niat nya yang ingin membuka lemari ku.

Namun ... Gagal. Ia mendorong tubuh ku ke samping dan kini salah satu tangan nya telah sampai di knop pintu lemari pakaian ku.

"Sepertinya kau menyembunyikan sesuatu dari ku." Selidik nya seraya memandang ku.

Aku memainkan jari jemari ku dengan terus berharap, semoga saja Daniel memiliki kekuatan untuk menghilang.

"Apa yang kau sembunyikan dari ku?" Tanya nya lagi.

"A-aku tidak ..."

"Kau berusaha membohongi ku Evelyn?" Astaga! Bagaimana ini.

"B-bukan begitu Victoria." Desah ku benar-benar ketakutan.

"Lalu kau sedang melindungi apa di dalam lemari mu?!" Sentak nya. Aku terkejut dengan nada tinggi nya itu dan tubuh ku mematung ditempat. Bibir ku kelu tak mampu berkata-kata lagi.

Air mata mulai membasahi pelupuk mata ku. Aku merindukan Ayah dan Ibu saat berada di situasi seperti ini.

Tiba-tiba kedua tangan Victoria membuka lemari pakaian ku dengan lebar-lebar.

Jantung ku berdebar cukup kencang




Tidak ada Daniel disana. Lalu dimana dia?

Moonlight [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang