Evelyn Point Of View
2 Week Letter
Dua minggu telah berlalu setelah kejadian di rumah ku itu, aku tidak lagi bertemu dengan Daniel. Membuat ku semakin melupakan Daniel dengan seiringnya waktu berlalu.
Aku melangkahkan kedua kaki ku dengan lemas menyusuri lorong sekolah yang tidak terlalu ramai menuju gerbang sekolah.
Bahkan aku merasa kurang bersemangat untuk pulang kerumah.
"Eve!" Pekik seseorang dari arah belakang ku.
Aku memutar tubuh ku dan menoleh ke arah sumber suara.
Shania?
Ia terlihat berlari menghampiri ku dengan wajah yang terlihat cemas.
"Ada apa?" Tanya ku pada nya setelah ia berada tidak jauh dari ku.
"Daniel ..."
Aku mengerjapkan mata ku.
"Daniel? A-ada apa dengan nya?" Tanya ku tergagap.
"Ikut aku." Kata nya seraya menarik lengan ku.
Tidak lama kemudian, aku dan Shania sampai di sebuah lorong yang merupakan tempat berada nya loker-loker milik siswa siswi di sekolah ini.
Aku berdiri tepat di hadapan loker yang ber-name tag Daniel Carrington.
Shania membuka loker milik Daniel yang tidak terkunci.
Dan betapa terkejut nya aku saat melihat tidak ada apapun di dalam loker milik Daniel.
Hanya ada secarik kertas dan setangkai mawar merah yang terlihat sudah layu di dalam nya.
Dengan jantung yang berdebar dengan air mata yang mulai menampakkan wujud nya itu aku mengulurkan tangan ku untuk meraih secarik kertas dan bunga mawar merah dengan gemetar.
Setelah kedua benda itu berada di kedua tangan ku, aku memandang Shania yang tengah tersenyum dan mengusap bahu ku lembut.
"Kuatkan dirimu Eve, aku memang tahu dan melihat langsung saat Daniel mengosongkan loker nya dan meninggalkan secarik kertas bersamaan dengan setangkai bunga itu. Tapi aku tidak pernah membuka nya, karena aku tahu ... Surat dan bunga itu tertuju untuk mu." Tutur Shania panjang lebar.
Aku beranjak memeluk tubuh Shania dengan erat.
"Maafkan aku, aku jahat pada mu. Aku telah mencintai pria yang kau cinta juga." Kata ku sambil menangis.
Shania membalas pelukan ku dan mengusap punggung ku dengan lembut.
"Sstt ... Kau tidak perlu minta maaf pada ku Eve. Lagipula pada saat itu aku hanya sebatas menyukai nya saja." Kata nya yang semakin membuat ku merasa lega.
"Aku akan memesankan taksi untuk mu pulang ..."
"Eh, tidak perlu." Timpal ku dengan cepat.
"Kenapa?" Tanya Shania. "Aku bisa naik bus untuk pulang." Balas ku sambil tersenyum.
Terlihat wajah Shania seperti mencemaskan ku "Tapi ..."
"Aku akan baik-baik saja, percayalah." Kata ku. "Kalau begitu aku pulang yah? Sampai jumpa." Kata ku sebelum sedikit berlari meninggalkan Shania yang masih berdiri di tempat yang sama dengan wajah yang cemas.
Ia sangat mengkhawatirkan ku dengan berlebihan semenjak Dave menceritakan semua nya pada Shania.
.
.
.
Sesampai nya dirumah
Aku menyelesaikan membersihkan tubuh ku dengan mood yang cukup baik.
Aku melangkah keluar dari kamar mandi seraya mengeringkan rambut ku yang basah menggunakan handuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Moonlight [COMPLETED]
VampirePertemuan nya dengan sesosok vampire menyebalkan dan menjengkelkan itu membuat seorang Evelyn Aisley beralih dari rasa benci nya menjadi cinta. Namun sesuatu membuat nya kembali membenci sosok vampire itu, sampai pada akhirnya ia pun terkurung di da...
![Moonlight [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/177755270-64-k4004.jpg)