[Bab 12 : What's Wrong Dave?]

1.1K 139 3
                                        

Kedua mata ku mengerjap karena sesuatu yang sangat terang menusuk mata ku yang sebelum nya terpejam.

Aku melihat jam di dinding

Waktu menunjukkan pukul enam lebih sepuluh menit. Itu artinya aku terlambat untuk pergi kesekolah.

Bahkan untuk persiapan pun aku membutuhkan lebih dari 30 menit.

Tubuh ku bergerak untuk duduk dan bersandar di sisi ranjang.

Namun sesuatu yang menyakitkan membuat ku meringis.

Kedua kaki dan tangan ku terasa sangat sakit.

Banyak sekali memar yang ku lihat di bagian kaki.

Tiba-tiba seseorang mengejutkan ku dengan membuka pintu kamar ku secara tiba-tiba.

Karena Victoria sedang pergi ke luar kota hari ini.

Ya, kemarin malam ia bicara pada ku bahwa ia akan pergi ke luar kota untuk pekerjaan nya selama satu minggu.

Dan aku bahagia, karena aku terbebas dari semua aturan waktu yang selalu ia berikan pada ku.

Lalu siapa yang berada di rumah ini selain aku?

Aku sempat berfikir bahwa yang datang menghampiriku adalah Daniel dan membuat jantungku berdegup begitu kencang.

Dan tidak lama kemudian tampak wajah seorang pria yang sangat familiar bagi ku.

"David?" Tanya ku dengan tatapan tidak percaya pada nya.

Kenapa ia berada di sini?

Ia tersenyum manis pada ku seraya menutup pintu kamar ku dan berjalan mendekat ke arah ku.

Ia duduk di sisi ranjang tidak jauh dari ku.

"A-aku akan bersiap-" "Hei. Kau tidak perlu sekolah Eve, lihat keadaan mu." Sergah nya mendahului kalimat ku yang belum selesai.

Dalam sedetik tiba-tiba raut wajah nya berubah.

Terlihat rasa cemas dan takut yang tergambar di wajah nya.

"Aku sudah dengar cerita nya dari Victoria. Bahkan aku merasa bersalah mengiyakan permintaan mu untuk meninggalkan mu sendirian di rooftop sekolah kemarin sore." Kata nya merasa bersalah seraya merundukkan kepala nya.

Aku tersenyum.

Tangan ku tergerak untuk menyentuh tangan nya yang berada di sisi tubuh nya.

Dan terlihat betapa terkejutnya dirinya saat tangan ku menyentuh kulit nya.

Ia menatap dengan lekat disana.

"Kau tidak perlu mencemaskan ku Dave." Kata ku lembut seraya tersenyum pada nya.

"Aku baik-baik saja. Kemarin hanya kecelakaan biasa. Jadi aku mohon pada mu untuk tidak mencemaskan ku ataupun merasa bersalah. Aku tidak ingin kau merutuki diri mu sendiri, padahal semua ini bukan lah kesalahan mu." Tutur ku berbohong dan sama-sama menatap nya.

Ya, pada kenyataannya ... Kecelakaan itu bukanlah kecelakaan biasa dan aku tidak ingin mengalaminya lagi.

Ia tersenyum, sama seperti ku.

Tidak lama kemudian, tiba-tiba ia memeluk tubuh ku.

Sangat erat.

Terasa nyaman dan hangat.

Aku yang terkejut pun berusaha mengesampingkan rasa terkejut ku dan membalas pelukan nya dengan penuh rasa gugup.

"Kau harus berjanji pada ku untuk tidak melarang ku yang ingin berbuat baik pada mu Eve, mengerti?" Kata nya mempererat pelukan nya di tubuh ku.

Moonlight [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang