[Bab 2 : Daniel, Where Are You!]

2.2K 233 19
                                        

Evelyn Point Of View

Dengan segera aku meregangkan tubuh ku yang terasa kaku setelah Mr. Harry menyelesaikan jam pelajaran nya dan keluar meninggalkan ruangan kelas.

Terdengar derap langkah menghampiri ku di sertai dengan teriakan, meneriakkan nama ku.

Itu Shania, teman ku.

"Evelyn!!!"

"Hey calm down Shania, ada apa? Sepertinya kau membawa berita bagus." Kata ku sambil memasukkan alat-alat tulis ku ke dalam tas sebelum melipat kedua tangan ku di atas meja dan mendengarkan cerita yang Shania ceritakan.

"Kau sudah tahu ada murid baru di sekolah ini? Astaga dia tampannnnnn sekali Eve! Aku bersumpah." Histeris Shania memanjangkan kata tampan di kalimat nya. Bukannya semangat atas berita yang ia ceritakan, aku malah tidak peduli dan ... Itu bukan berita bagus menurut ku.

Raut wajah ku seketika berubah.

"Kenapa eskpresi wajah mu seperti itu? Biasanya kau sangat semangat saat mendengar kalimat pria tampan." Pungkas Shania menekan kata tampan nya yang seketika membuat ku kembali beralih pada nya.

"Aku sudah tau itu Shania. Dan bahkan aku tidak tertarik pada nya, sedikitpun." Kata ku seraya memutar mata ku. Entah mengapa aku malas mendengar berita tentang murid baru itu.

Bahkan aku tidak terkesima pada ketampanan nya seperti yang beberapa waktu lalu Mr. Harry katakan.

Shania terdengar mendengus di hadapan ku.

Beberapa menit aku maupun Shania tidak angkat bicara, namun tak lama kemudian akhirnya Shania membuyarkan lamunan ku.

"Baiklah kalau begitu ..." Kening ku mengernyit menunggu apa yang akan selanjutnya ia katakan pada ku.

"Kau tidak boleh menyukai Daniel! Aku akan mengejar nya dan menjadikan nya kekasih ku. Bagaimana deal?" Lanjut Shania yang sukses membuat ku bergidik geli.

"Shania listen to me please. Tanpa bernegosiasi pun aku tidak akan menyukai pria incaran mu, percayalah." Jelas ku sedikit tertawa kecil.

Ku lihat wajah Shania sumringah dan berlanjut memeluk ku dengan erat seraya bersorak. "Oh My God! Thank you very much Eve you are the best."

Ya ... Aku senang melihat nya senang.

.
.
.

"Bagaimana pendapat mu tentang film rekomendasi dari ku? Kau sudah menontonnya kan?" Tanya David pada ku terlihat excited di lorong sekolah yang tidak terlalu ramai.

Mata ku seketika berbinar saat kembali membahas film yang di rekomendasikan oleh David 3 hari yang lalu.

Film bergenre romance antara manusia dan vampire. Sungguh, aku sangat menyukai konflik dan jalan cerita nya.

Aku mengangguk dengan semangat kepada David "Eung ... Aku sudah menonton nya dan aku sangat suka dengan cerita nya. Terima kasih ya." Kata ku berterima kasih seraya tersenyum lebar.

"Syukurlah jika kau menyukai nya Eve." Timpal David tersenyum lebar.

"Um ... Kau--"  .... "Astaga! David, aku melupakan sesuatu." Tangan ku menepuk kening ku karena mengingat sesuatu setelah tepat berdiri di depan ruangan kelas.

"Kau melupakan apa?" Tanya David. "Buku catatan ku tertinggal di halaman belakang perpustakaan." Kata ku seraya tertawa kecil.

Tangan besar David naik menuju puncak kepala ku dan mengacak rambut ku asal. "Kebiasaan buruk mu tak pernah hilang rupanya, kau tetap Evelyn si pelupa." Kekeh David masih mengacak rambut ku.

"Hei hentikan, kau merusak karya ku David." Kata ku dengan bibir yang mengerucut. David terkekeh kembali.

"Karya apa maksud mu?"

"Kau merusak rambut yang sudah ku tata selama satu jam ini David, dan itu sangat menyebalkan." Timpal ku dengan cepat.

"Ayo ku antar." Tawar David. Penawaran yang bagus tapi ... Aku rasa tidak perlu.

"Tidak perlu. Kau masuk saja, aku bisa mengambil nya sendiri." Kata ku.

"Seriously?" Dengan cepat aku mengangguk menandakan jawaban ku adalah iya. Seketika David tersenyum pada ku dan berkata

"Hati-hati." Sejenak aku terdiam dan ... Tersenyum pada nya. "Ya." Jawab ku singkat. Entah mengapa, kalimat itu cukup membuat hati ku berdegup kencang.

Sungguh, sangat jarang David mengatakan kalimat itu pada ku. Aku rasa ada sesuatu di dalam hati ku. Apa aku ... Menyukai David?

Dengan cepat aku memutar tumit kaki ku dan berbalik badan. Setelah itu, aku berjalan dengan cukup santai karena setelah aku melirik jam tangan ku, masih tersisa 10 menit sebelum jam pelajaran selanjut nya dimulai.

1 menit kemudian, kaki ku telah berpijak di tempat tujuan yaitu halaman belakang perpustakaan yang sebelumnya aku kunjungi dengan David untuk berbincang ringan dan membaca beberapa buku.

Namun ... Di meja yang sebelum nya aku tempati tidak terdapat apapun, termasuk buku catatan milik ku.

Dimana dia?

Dengan cepat fikiran ku tertuju kepada penjaga perpustakaan, Mrs. Frasha. Siapa tau ia menyimpannya dan mengembalikannya pada ku saat bertemu.

Dengan segera aku masuk ke dalam perpustakaan dan menuju meja resepsionis.

"Good morning Mrs. Frasha." Sapa ku terlebih dahulu.

"Oh hai Evelyn, morning. Ada apa?" Tanya nya sangat ramah. Inilah salah satu alasan ku mengapa aku sangat suka diam di perpustakaan saat ada waktu luang.

"Aku mencari buku catatan ku, apa kau melihat nya?" Tanya ku. Terlihat Mrs. Frasha berfikir sejenak "Um .. Aku tidak melihat nya. Kau meninggalkan nya dimana?" Tanya nya kembali pada ku.

Aku menunjuk ke arah halaman belakang perpustakaan yang terlihat dari balik kaca berukuran besar di perpustakaan. "Aku meninggalkan nya disana tadi saat aku bersama David." Jawab ku apa ada nya.

"Aku tidak melihat nya ... Tapi, kau benar duduk di meja itu sebelum nya?" Tanya Mrs. Frasha menunjuk meja yang sebelum nya ku tempati. Aku mengangguk.

"Ah! Seperti nya aku tahu siapa yang mengambil buku catatan mu." Mrs. Frasha menyeringai. Aku menaikkan salah satu alis ku pertanda bahwa aku tidak mengerti.

"Sebelum nya ada seorang lelaki yang duduk disana dengan buku tebal yang ia baca. Lalu tidak lama kemudian, ia pergi dari meja itu tanpa meninggalkan apapun." Jelas Mrs. Frasha yang semakin membuat ku bertanya-tanya.

"Siapa?"

"Daniel. Murid baru yang baru saja masuk tadi pagi, aku yakin kau pasti sudah mengetahui nya Eve. Banyak siswi yang membicarakan mengenai diri nya sedari tadi." Kata Mrs. Frasha yang sukses membuat ku membelalakkan mata ku.

"A-apa? Daniel si murid baru?" Tanya ku tak percaya. Ayolah, aku tidak ingin berurusan dengan pria aneh itu.

"Ya, mengapa? Seperti nya kau terkejut sekali." Tanya Mrs. Frasha.

"T-tidak ... Aku tidak terkejut. Kalau begitu aku akan menemui nya dan mengambil buku catatan ku." Kata ku sedikit terburu-buru.

"Terima kasih Mrs. Frasha." Kata ku berterima kasih seraya melangkah keluar dari perpustakaan dengan sedikit berlari.

Daniel!! Dimana kau~

✨✨✨

Yeayyyy!! Gimana part 2 nya? Suka gaaa?? Jangan lupa kasih bintang yaaa 🐣🐣🐣🐣


[Attention].

Jangan lupa ya, untuk jadwal posting Moonlight setiap part nya aku bakal post selama 2 hari sekali yah🐣💙

Moonlight [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang