4:58PM
Sebuah rumah yang tak asing bagi ku dengan pekarangan yang hijau dan asri, membuat ku menarik nafas panjang untuk mempersiapkan diri.
Sebentar lagi aku akan bertemu dengan Shania, di rumah nya.
"Ayo." Ajak Dave yang setia memapah ku.
Satu tangan nya merengkuh bahu ku dan tangan satu nya yang lain menggenggam salah satu tangan ku dengan erat.
"Hati-hati." Kata nya penuh perhatian.
Aku tersenyum pada nya.
Sesampai nya kami di depan sebuah pintu, Dave mengetuk kan pintu.
Tok... Tok... Tok...
Tidak lama kemudian, seseorang membukakan pintu.
Aku tersenyum kaku dihadapan seseorang yang baru saja membukakan pintu untuk ku dan Dave.
Shania, wajah nya berubah menjadi berekspresi datar saat melihat keberadaan ku.
Namun tidak lama setelah itu, ia terlihat membelalakkan kedua mata nya ketika melihat beberapa luka di wajah, dan tangan ku.
"K-kau kenapa?" Tanya Shania.
"Cerita nya panjang-"
"Kalau begitu aku yang akan menceritakan nya pada mu di lain waktu." Kata David tiba-tiba memotong kalimat ku.
Aku tersenyum.
"Kalau begitu, ayo masuk." Kata Shania.
Aku dan David pun mulai memasuki rumah dan melangkah menuju sebuah taman yang merupakan tempat favorit ku, David dan Shania saat berkumpul bersama.
Aku duduk di salah satu kursi besi berwarna putih dengan David di samping ku.
"Terima kasih." Kata ku pada Dave. Dave kembali tersenyum pada ku.
"Aku akan membawakan kalian minum dulu."
"Um... Tidak perlu repot-repot. Aku hanya sebentar disini, h-hanya untuk membicarakan mengenai ... Daniel." Kata ku tergagap.
Shania berdehem dan kemudian duduk di kursi lain yang berdekatan dengan ku dan Dave.
"Mengenai hari itu ..."
"Sudahlah Eve. Aku sudah melupakan itu, lagipula itu semua salah ku. Aku terlalu berlebihan mengenai Daniel. Dan ... Aku sudah melupakan perasaan ku terhadap Daniel. Aku sedang dekat dengan seorang pria dari sebuah aplikasi. Kami baru saja berkenalan, walaupun belum bertemu tetapi aku sudah merasa nyaman dengan nya." Tutur Shania panjang lebar.
Aku tersenyum senang pada nya.
"K-kau sungguh sudah memaafkan ku?" Tanya ku.
"Aku sudah memaafkan mu Eve. Kau juga memaafkan ku kan?" Tanya nya pada ku seraya tersenyum dan menggenggam erat tangan ku yang berada di atas meja berbentuk bundar.
"Tentu saja." Kata ku sumringah.
"Kau sungguh sedang dekat dengan seseorang?" Tanya Dave tiba-tiba.
Dengan cepat Shania mengangguk pada ku dan Dave dengan sangat semangat.
"Yup! Dan kami sudah merencanakan pertemuan dalam beberapa hari lagi." Kata nya yang seketika membuat ku senang mendengar nya.
Aku senang bukan karena aku sudah tidak perlu merasa bersaing dengan sahabat ku Shania, tapi aku senang karena Shania telah berpaling dari Daniel yang sebenarnya adalah vampire. Bukan manusia.
KAMU SEDANG MEMBACA
Moonlight [COMPLETED]
VampirPertemuan nya dengan sesosok vampire menyebalkan dan menjengkelkan itu membuat seorang Evelyn Aisley beralih dari rasa benci nya menjadi cinta. Namun sesuatu membuat nya kembali membenci sosok vampire itu, sampai pada akhirnya ia pun terkurung di da...
![Moonlight [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/177755270-64-k4004.jpg)