Aku menuruni beberapa anak tangga dengan semangat.
"Eve? Aku melihat wajah mu sangat bersinar pagi ini. Kau sedang bahagia?" Tanya Victoria yang tengah menuangkan teh ke gelas nya dan menyeruput nya.
"Um ... Ya, mungkin begitu." Kata ku.
"Hm ... Aku harap kau tidak lupa apa yang ku katakan kemarin malam." Tutur nya yang seketika membuat semangat ku sedikit memudar. Um .. Seperti nya tidak sedikit.
"Aku akan membelikan mu gaun nanti siang. Aku tidak ingin adik ku di remehkan oleh orang lain." Kata nya seraya menyisipkan sedikit rambut bob nya ke belakang telinga nya dengan anggun.
"Ya, terserah kau saja." Balas ku sedikit ketus. Karena sungguh, aku sangat malas membahas mengenai 'pasangan' untuk saat ini..
"Apa kata mu? Terserah? Aku berniat baik untuk mu Eve. Aku berusaha memberikan yang terbaik untuk mu, tapi mengapa sikap mu selalu acuh?" Kata nya kembali meninggikan nada bicara nya.
"Karena aku malas membahas mengenai pasangan, Victoria. Aku masih ingin menikmati masa-masa muda ku." Kata ku berusaha menjelaskan alasan yang ku miliki.
"Aku pergi." Kata ku melenggang pergi menjauhi Victoria yang masih berdiri dengan emosi yang membara.
Setelah aku membuka pintu dan menutup nya kembali, aku menemui Daniel tengah bersandar di salah satu pohon yang ada di seberang rumah ku.
Ya, seberang rumah ku termasuk wilayah perhutanan.
Sangat hijau namun gelap.
Aku berjalan menuju Daniel yang sudah menunggu ku sedari tadi.
"Hei, are you okay?" Tanya nya penasaran ketika melihat raut wajah ku yang berubah saat ini dengan wajah ku saat baru bangun beberapa waktu yang lalu.
"No, i'm not okay but ... No problem." Tutur ku dengan pandangan yang kutundukkan kebawah, bisa-bisanya Victoria merusak mood baik ku di pagi hari seperti ini. Menyebalkan.
"You can tell me next time." Kata nya yang tidak lama kemudian ia membawa ku melesat menjauhi rumah ku.
Sesampai nya di sekolah, aku dan Daniel berjalan berdampingan. Melewati kerumunan orang yang tengah memandang ku dan Daniel dengan tatapan yang tak bisa ku gambarkan.
Kenapa?
Apa ada yang salah dengan pakaian ku? Penampilan ku?
Sesaat aku berjalan di samping Daniel seraya mengecek pakaian dan seluruh penampilan ku.
Tidak ada yang salah.
Semua nya biasa saja dan ... Seperti biasanya.
Lalu apa yang mereka permasalahkan?
"Mereka mengira kau dan aku berkencan Eve." Bisik Daniel tiba-tiba.
Aku melotot ke arah nya.
"What?" Aneh. Memang nya setiap wanita dan pria yang berjalan bersamaan itu menandakan bahwa mereka berkencan? Kan tidak.
Tiba-tiba seorang wanita tidak terlalu jauh dari hadapan ku, menjatuhkan buku nya ke atas lantai.
Aku melambaikan tangan ku pada nya, namun ia terlihat marah pada ku.
"Shania?" Pekik ku memanggil nama nya. Namun ia dengan cepat meraih buku nya dan pergi dengan berlari.
Apa ia marah karena aku berjalan berdampingan dengan Daniel?
Aku hendak mengejar nya namun sebuah genggaman yang dingin dan kuat mendarat di salah satu tangan ku.
"Kau mau kemana?" Tanya Daniel.
KAMU SEDANG MEMBACA
Moonlight [COMPLETED]
VampirePertemuan nya dengan sesosok vampire menyebalkan dan menjengkelkan itu membuat seorang Evelyn Aisley beralih dari rasa benci nya menjadi cinta. Namun sesuatu membuat nya kembali membenci sosok vampire itu, sampai pada akhirnya ia pun terkurung di da...
![Moonlight [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/177755270-64-k4004.jpg)