PART 11•

48 3 0
                                        

Kayla tengah duduk di kantin bersama Bella dan Hana yang tengah memakan mie ayam seusai melewati jam pelajaran yang telah selesai, sedangkan Kayla hanya meminum jus mangga, ia tidak ingin makan, rasanya Kayla tidak memiliki nafsu makan sekarang padahal perut nya sama sekali belum di isi oleh asupan makanan.

"Lo bener nggak mau makan, Kay?" tanya Hana yang sembari menguyah mie ayam nya. "Tenang gue yang traktir."

"Aku udah kenyang," bohong Kayla, pasal nya jika Hana sampai tahu jika Kayla belum makan pasti akan memaksanya untuk makan.

"Iya Kay, ntar kalo lo nggak makan terus sakit, kan Babang Milan yang repot-- awh!" Bella meringis saat Hana menginjak kakinya sebelum ia menyelesaikan ucapan nya. "Sakit anjir!"

"Bacot lo jangan keras-keras, kalo di denger yang lain gimana?"

"Astaga, gue ngomong udah lembut gini masih di bilang keras."

"Lembut dari Hongkong."

"Kasian mulut gue yang cantik ini di salahin mulu," gerutu Bella sembari mendelik ke arah Hana.

"Aduh, apaan lagi sih!" pekik Bella kesal karena ia hampir terjungkang dari kursi karena Ridan dan Samuel yang menyerobot duduk di tengah-tengah nya.

Bella menggeram saat orang di sampingnya ini masih saja mendorong tubuh Bella hingga ia bergeser hingga duduk di bangku paling ujung yang membuat nya sedikit lagi terjatuh, siapa lagi kalau bukan, Samuel.

"Ngapain sih lo dua bekicot sawah duduk disini! Gila, Nyempitin tempat tau nggak!" sewot Bella, ia menatap Ridan dan Samuel horror.

Samuel berdecak menatap Bella "Yang nyempitin tempat lo kan si Ridan, ngapain nyalahin gue juga!"

"Ya lo juga duduk disini, pindah sana!"

"Iya, sewot bener lo." Samuel berdiri lalu berjalan memutar meja dan memilih duduk di samping Kayla.

"udah berisik," sahut Ridan. "Orang gue cuma mau duduk samping Hana."

"Ya liat-liat dong, jangan main nyerobot aja, lo pikir bangku ini lebar?! Kalo lo pengen semlehoyan sama Hana mending booking restorant jangan di kantin sekolah, modal mangkok mie ayam doang lo," cerocos Bella.

Samuel menoel bahu Kayla membuat gadis cantik itu menoleh dan mendapati Samuel yang duduk di sampingnya. "Kenapa, Sam?"

"Pusing ya liat trio wek-wek gitu debat mulu, Kay. Kalo telinga gue bisa di copot udah gue copot dulu deh," ucap Samuel dengan wajah tanpa dosanya lalu terkekeh.

"Mau gimana lagi," Kayla ikut terkekeh mendengar ucapan konyol Samuel. "Milan mana ya?"

Samuel menendang kaki keras Ridan yang berada di kolong meja.

"Arghh... Lo ya yang nendang kaki gue?!" tanya Bella garang.

"Hilih, orang gue nendang kaki Ridan."

"Yang lo tendang kaki gue, bego!"

"Siapa suruh lo naroh kaki depan kaki gue, kan jadi kena," elak Samuel yang tidak terina disalahkan Bella.

Hana memutar bola matanya malas saat ini berganti Bella mengoceh dengan Samuel sembari mengucapkan sumpah serapah, sedangkan Kayla hanya mengerutkan keningnya tidak paham lagi mengapa jika Samuel dan Bella di persatukan pasti akan terjadi perang dunia yang kesekian kalinya.

"Kay, Milan tadi ada di taman, gue ajak kesini tapi dia nggak mau," ucap Ridan yang tengah santai memakan mie ayam milik Bella yang masih setengah.

Kayla terus berjalan, wajah nya lurus menatap koridor yang cukup sepi, di dalam pikiran nya banyak yang sedang ia pikirkan membuat ketenangan nya sedikit demi sedikit terusik, sampai akhirnya ia menyadari saat melihat Milan tengah merebahkan tubuh nya di atas kursi panjang yang berada di taman belakang, laki-laki itu itu tengah memejamkan mata nya, satu tangan nya menjadi bantalan kepala agar besi itu tidak langsung mengenai kepala Milan. Angin dan cuaca yang tidak terlalu terik membuat Milan sama sekali tidak terusik.

Milan & KaylaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang