Mark memarkirkan motornya di parkiran sekolah. Dapat dilihat walaupun hari ini hari minggu, banyak juga murid-murid yang datang ke sekolah untuk mempersiapkan festival.
Sebuah motor tiba-tiba berhenti di sebelah motor Mark yang baru saja terparkir. Ditemukan sosok Monbin disana dan Arin sebagai penumpangnya.
"Loh Mark tumben lo ke sekolah minggu-minggu gini, mau bantuin dekor kelas ya?" tanya Arin yang baru saja turun dari motor Monbin.
"Rin, Mark mau bantuin ngedekor kelas itu tidak mungkin."
"Bacot lo bin."
"Lah terus, emang lo beneran dateng buat bantuin kita?"
"Ya enggak juga, ada urusan gue."
Sebenernya Mark hari ini memang menghindari persiapan festival dan dekor kelasnya, kemarin si Mark izin ke ketua kelasnya untuk tidak ikut kerja bakti dan mendekor karena ada urusan keluarga.
Sebenarnya sih itu sungguhan, tapi ternyata tadi malem dibatalkan karena beberapa alasan, karena hal itu berakhirlah Mark membolos dan seharian berada di rumah. Sampai akhirnya Herin menyuruhnya mengantarkan desain dekor dan Mark lupa kalau dia sedang menghindari tugas dekor kelasnya.
"Kalau udah selesai sama urusan, lo bantuin kelas Mark, kekurangan orang kita." ujar Arin, lalu berlalu pergi meninggalkan Mark dan Monbin.
Mark yang bingung dengan perkataan Arin menatap Monbin sambil mengerutkan keningnya, "pada kemana emang yang lain?"
"Izin, persiapan seleksi OSN."
"Wah memang mantap banget kelas kita."
"Ada urusan apa sih lo?" Monbin bertanya tujuan utama Mark datang.
"Nganterin buku Herin buat kelasnya, katanya sih desain dekor gitu."
"Oh ketinggalan?"
"Sakit jadi nggak bisa dateng, udah ah Mon gue ke kelas Herin dulu. Ntar gue ke kelas."
"Oke, awas lo kalau kabur."
"Nggak."
---
Mark berjalan di lorong IPS, sambil bersiul kecil dan menyapa orang yang dia kenali. Sebenarnya Mark ini sedang gugup jadi dia berusaha menenangkan diri.
Sesampainya di depan kelas Yeri, Mark memperhatikan sekeliling yang tampak sedang sibuk. Bahkan Woojin yang biasanya main game di depan kelas pun tak ada ditempatnya biasa, dia sibuk memotong2 kertas di dalam sambil mendengarkan musik.
"Mark?"
Suara Yeri.
Mark berbalik menemukan sosok Yeri sedang berdiri membawa beberapa bungkusan plasik ditangannya. Sepertinya dia baru kembali setelah membeli peralatan untuk dekor.
"Oh hai."
"Nyari siapa Mark?"
'Lo'
"Ini gue disuruh nganter bukunya Herin." jawab Mark sambil menyerahkan sketch book milik Herin.
"Loh jadinya lo yang nganter, gue kira di gosend."
"Iya, kebetulan tadi gue mau ke sekolah yaudah sekalian aja."
"Ah gitu, oke thankyou."
Yeri kemudian berjalan melewati Mark berjalan memasuki kelas dan mulai mengumpulkan teman-temannya untuk mulai memasang dekor.
Sedangkan Mark, dia masih ada di depan kelas Yeri, tersenyum tanpa sadar memperhatikan setiap hal yang Yeri lakukan.
"Bucin banget anjir,"terdengar sebuah suara dari belakang Mark. Ia pun berbalik dan menemukan Sanha yang tengah menikmati es krim yang ada ditangannya.
"Apaan si lo."
"Ciaa salting dia, gimana ngobrol sama Yeri?"
"Diem lo!"
"Duh duh jangan ngegas dong."
"Dah ah emosi gue disini ngomong sama lo." Mark berjalan ke arah lorong IPA meninggalkan Sanha di depan kelas seorang diri. Sanha pun hanya tersenyum geli melihat kepergian Mark.
---
Sementara Yeri di dalam kelas tak berhenti tersenyum setelah bertemu dengan Mark. Tak menyangka bahwa Herin akan menyuruh Mark mengantarkan bukunya, tak menyangka yang menerima buku dari Mark tadi adalah dia, tak menyangka dia bisa bercakap sebentar secara langsung dengan Mark.
Padahal tadi dia sudah cukup senang bisa bicara dengan Mark lewat telepon, rasanya hari ini dia diberi keberuntungan yang tidak habis-habis.
"Yer, kacangnya seenak itu ya? Sampai buat lo senyam senyum gitu." tanya Woojin.
Yeri sedang duduk berhadapan dengan Woojin yang sedang memotong kertas untuk dekor, sementara dirinya sedang melamun sambil memakani kacang atom yang dia beli sewaktu membeli peralatan tadi.
"Iya enak banget nih, mau nggak lo?"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.