Pagi ini Yeri masuk kelas dengan wajah yang sangat cerita. Berjalan kearah bangkunya dan tak lupa menyapa teman-temannya yang dia lewati.Sesampainya dibangku dia sudah ditunggu oleh kedua sahabatnya. Tatapan mata mereka seolah meminta kejelasan tentang apa yang terjadi. Sabtu malam setelah kepergiannya dengan Mark, dia heboh di grup chat tapi tidak memberikan penjelasan.
"Jadi gimana sih yer ceritanya?" tanya Saeron bahkan sebelum Yeri duduk.
"Sabar gue duduk dulu."
"Lo beneran jalan sama Mark?" sekarang Suhyun yang ganti bertanya dengan suara yang lumayan besar.
"Pelan-pelan aja ngomongnya!" jawab Yeri sedikit berbisik karena tak ingin orang lain tau.
"Yaudah gih cepet ceritain gimana gimananya!"
Setelahnya, Yeri bercerita tentang 'kencan'nya dengan Mark. Dari mulai bagaimana dia dijemput, Kak Kai yang tiba-tiba ikut, dan indahnya saat melihat bintang berduan dengan Mark. Semuanya ia ceritakam dengan sangat semangat sampai tak sadar orang disamping mejanya juga ikut memperhatikan.
"Oh alasan Mark kemaren sabtu pulang kerumah sambil senyum-senyum sendiri tu karena abis pergi sama lo, hmm pantes." ujar Herin, orang yang sedari tadi ikut mendengarkan cerita Yeri.
"Eh Herin,"
"Haha santai Yer, nggak usah malu gitu. Gue ikutan seneng." Herin dengan tertawa menanggapi Yeri yang terlihat malu, "akhirnya dia buat pergerakan juga nggak cuma diem aja." lanjut Herin tersenyum.
Pernyataaan Herin yang terakhir membuat Yeri bingung, pergerakan apa yang dimaksudnya?
Sebenarnya Yeri ingin bertanya, tapi guru killer yang hari ini mengajar pada jam pertama sudah masuk kelas dan suasana sudah sangat sunyi.
---
Setelah pulang sekolah Yeri tak lansung pulang. Ia mampir dulu ke ruang MPK untuk menyerahkan beberapa laporan yang telah ia buat.
Di dalam ruangan ada Jaemin yang sibuk didepan komputer, Sanha Dino yang tengah mengerjakan sesuatu di tengah ruangan, dan Arin yang sibuk dengan hpnya di sofa dekat pintu.
Ketua MPK sudah ditentukan. Sistem disekolah Yeri ketua MPK ditunjuk dengan rapat musyawarah seluruh perwakilan kelas bukan dengan pemilu seperti pemilihan ketua OSIS. Sesuai dengan ekspetasi, Jaemin terpilih menjadi ketua MPK tahun ajaran kali ini menggantikan Kak Eunwoo.
"Ini laporan yang udah gue buat Jaem," ujar Yeri sambil memberikan beberapa lembar kertas pada Jaemin yang sibuk mengecek sesuatu di komputer.
"Taruh aja Yer, entar gue cek."
Yeri pun meletakkan kertas itu di samping Jaemin, lalu memperhatikan sekeliling ruang MPK, "kita butuh kerja bakti beresin ruangan nggak sih? Udah kotor banget nih kayaknya."
Arin yang sedang memainkan hpnya juga ikut memperhatikan sekeliling, dan menyetujui perkataan Yeri, "iya nih kita butuh kerja bakti. Terakhir kita kerja bakti kayaknya enam bulan yang lalu deh."
"Yaudah buat jadwal aja, hari minggu di bulan ini sebelum mid." ujar Jaemin menanggapai perkataan Yeri dan Arin.
"Iya deh ntar gue buat. Eh udah nggak ada apa-apa kan? Gue pamit pulang duluan ya?"
"Tumben banget lo Yer, cepat-cepet pulang?" tanya Sanha.
"Iya nih, gue ada urusan abis ini."
"Iya boleh pulang, yang lain kalau nggak ada apa-apa juga boleh balik."
"Yeah, lah lo nggak balik pak?" tanya Arin sambil sibuk mengemasi barangnya.
"Bentar lagi, ini ada berapa file sama laporan yang harus gue cek."
"Gile-gile, Jaemin abis jadi ketua rasa tanggungjawabnya langsung muncul yee, dulu aja pake kejar-kejaran dimintain laporan." cibir Dino.
"Bacot lu No" sahut Jaemin sambil melemparkan sekotak tisu pada Dino.
"Sakit njeer!" Dino ganti melempar tisu itu kearah Jaemin dan berhasil dihindari Jaemin.
Yeri yang melihat kelakuan teman-temannya itu hanya tertawa kecil. Keributan Dino-Jaemin memang sudah sering terjadi sejak mereka masih berada di kelas satu.
"Dah ah gue balik. bye!" Yeri akhirnya benar-benar pamit dan meninggalkan ruangan.
Yeri berjalan di koridor kelas yang berada disebelah lapangan. Dipinggir lapangan terliat anak-anak basket tengah berkumpul bersiap untuk latihan.
Kemudian ditengah perjalannya di koridor ini, Yeri juga melihat beberapa orang tengah berkumpul memperhatikan anak-anak basket. Mereka terlihat tengah mengagumi visul anak-anak basket tersebut. Memang sih visual mereka sangat kuat sehingga mampunyai fans club sendiri disekolah.
Sambil terus berjalan Yeri juga ikut memperhatikannya, diam-diam mencari Mark diantara orang-orang itu. Sampai tidak ia sadari orang yang sedari tadi dicari baru saja keluar dari kamar mandi yang berada di sebelahnya.
"Yeri." sapa Mark yang lebih dulu mengetahui keberadaan Yeri.
Yeri menoleh mendapati Mark dengan baju basket dan menenteng seragam putih abu-abunya. Sepertinya dia baru saja ganti baju.
"Oh hai."
"Mau pulang?"
"Iya, mau kedepan nunggu jemputan."
"Bentar ya, tunggu sini." Mark setelah mengatakan kalimat itu langsung berlari menghampiri kumpulan teman-teman basketnya, meletakkan seragam dan berbicara sebentar dengan salah satu temannya, Yohan. Salah satu anak OSIS populer, yang baru Yeri ketahui ternyata juga ikut basket.
Yeri yang sedari tadi memperhatikan Mark tampak bingung mengapa ia diminta untuk menunggu?
Tak lama setelah itu Mark kembali menghampiri Yeri, "Yuk."
Yeri makin dibuat bingung olehnya, ini maksud Mark gimana sih?
"Ha gimana?"
"Ayuk gue temenin lo nunggu jemputan."
"Hee nggak perlu! Lo kan harus basket juga."
"Masih setengah jam lagi kok mulainya, nggak papa."
"Tapi gue juga nggak papa, udah biasa nunggu jemputan sendiri."
"Udah ayuk," ujar Mark yang langsung meraih pergelangan tangan Yeri. Menariknya menuju lobbi sekolah tempat biasa anak-anak menunggu jemputan.
