Yeri sedang mengerjakan tugas di ruang MPK setelah pulang sekolah, sekalian mengisi waktu untuk mengunggu rapat MPK yang baru akan mulai sejam lagi. Merasa diperhatikan ia menoleh ke arah Jaemin yang duduk disebrangnya."Horor banget sih lo, diem gitu ngeliatin gue,"
Jaemin tak menanggapi ucapan Yeri, malah berdiri dari kursi tempatnya duduk dan berjalan menghampiri Yeri.
"Ada sesuatu yang lo harus tau, tapi belum saatnya lo tau. " ucap Jaemin random.
Yeri mengerutkan dahinya, tak paham dengan perkataan Jaemin.
"Haha dah lupain aja, gue nggak boleh bilang soalnya."
"Lo ngomong apa sih? Ini tentang bab apa?"
"Cinta."
Yeri tambah bingung dengan kata-kata yang Jaemin ucapkan.
Ini maksutnya Jaemin suka gue atau gimana? Tanya Yeri dalam hati.
Yeri nggak pernah ngerti dengan sikap Jaemin. Jaemin adalah orang paling random yang pernah dia temuin. Jaemin tu bisa tiba-tiba dateng dan langsung ngedangdut bareng Heechan, atau pas ditengah-tengah rapat lagi diskusi terus malah nanya ke Kak Eunwoo tentang parfum apa yang Kak Eunwoo pake, ada lagi tuh waktu Yeri izin nggak ikutan Makrab karena keluarganya ada yang nikahan si Jaemin ngechat,
"Kalau Lami butuh pendamping buat dateng ke kondangan, bisa loh Yer usulin nama gue.".
Lami adalah adik sepupu Yeri yang masih SMP, cantik banget. Jaemin bisa tau Lami karena Yeri pernah upload foto bareng Lami di instagram. Ya Jaemin serandom itu.
"Dah dah lupain, lagi ngerjain apa sih lo?"
"Ekonomi, nggak ngerti dah gue ini maksudnya gimana."
"Lah ini mah dah dibahas di kelas gue."
"Serius lo? Ajarin gue dong, gue nggak ngerti ngitung akutansi gini."
Jaemin menarik kursi di samping Yeri, mengambil pensil di kotak pensil Yeri dan mulai mengajari Yeri. "Gini loh Yer,"
---
Jaemin meletakkan tangannya diatas meja, menampu kepalanya menggunakan tangan, dan memperhatikan Yeri yang tengah menyelesaikan tugas ekonominya setelah ia ajari.
Kalau ada orang liat sih pasti mikirnya udah aneh-aneh dan pasti mereka bakal dikira lagi pacaran.
"DUAR!" Suara pintu dipukul dengan keras membuyarkan kegiatan yang dilakukan Jaemin dan Yeri, sontak mereka berdua menoleh ke arah pintu.
"Berduan aja lo berdua," terlihat Sanha masuk dari sana,"Ti ati yang ketiga setan."
"Ngagetin tau nggak, lo itu setannya!" ujar Yeri sebal, kembali fokus ke tugasnya.
Sanha hanya tertawa, sembari berjalan dan meletakkan tas di kursi samping Jaemin.
"Gas pol Jaem?" tanyanya berbisik pada Jaemin.
"Apaan sih lo,"
"Ti ati ketauan Mark."
---
Mark tengah berada di lapangan basket sepulang sekolah. Berlatih bersama yang lain karena sebentar lagi ada turnamen basket antar sekolah.
"Mark!!"
Mark menghentikan permainan saat sebuah suara memanggil namanya. Terlihat Sanha berlari ke lapangan.
"Istirahat dulu 20 menit. " ucap Mark kepada teman-teman basketnya.
Kemudian Mark berjalan menuju Sanha yang sudah duduk dibangku samping lapangan.
"Kenapa lo?"
"Abis dikejar monster, haha."
"Nggak jelas."
Mark menggambil botol air minum, membukanya dengan cepat dan langsung meminumnya.
"Mark,"
"Apa?"
"Nggak jadi."
"Mendingan lo pergi aja San dari pada buat gue emosi. "
"Hahaha, suka ni gue liat lo emosi gini."
Mark hanya mengumpat pelan, sudah tidak heran dengan sikap tidak jelas Sanha.
Disatu sisi Sanha bingung. Dia adalah orang yang tau tentang perasaan Mark, Yeri, dan juga Jaemin.
Melihat Jaemin dan Yeri di ruang MPK tadi sudah merupakan hal biasa, bahkan anak-anak MPK yang lain tau Jaemin dan Yeri sedekat itu. Dan sangat jelas dapat ditangkap dengan mata bahwa Jaemin menyukai Yeri, walaupun Jaemin tak pernah mengakuinya.
Yeri adalah salah satu teman sekelas yang dekat dengannya. Dan belakangan ini dia jadi sering menanyakan Mark setelah pemilihan OSIS kemarin. Katanya sih ngefans tapi mah Sanha tau kalau Yeri tertarik dengan Mark.
Sedangkan Mark, Sanha dan Mark itu sahabat dari SD. Ya walaupun sekarang Mark lebih sering kumpul dengan teman-teman basketnya, tapi Sanha adalah orang yang akan dicari Mark saat dia butuh, dan juga sebaliknya.
Sanha tau Mark menyukai Yeri, tapi dia tetap nggak habis pikir saat seminggu yang lalu Mark datang kerumahnya dan cerita bahwa Jaemin tau dia menyukai Yeri.
Gimana bisa Mark bilang ke Jaemin? Gimana bisa Jaemin malah pura-pura baik-baik aja dan ngasih tau Mark informasi tentang Yeri, padahal dia sendiri juga suka Yeri.
Sanha cuma diam waktu Mark cerita. Sanha bingung apa dia harus beritahu Mark tentang kebenaran itu atau enggak? Kebenaran kalau Jaemin juga menyukai Yeri. Sanha sadar bahwa itu bukan haknya untuk memberitahu Mark.
Dia nggak boleh ikut campur.
