4

1.6K 247 6
                                    


Yeri sedang berjalan sama Sanha ke arah kelas 11 IPA 4. Jalan di gedung IPA ini buat Yeri ngerasa asing. Gedung IPS sama IPA sebrangan jadi Yeri jarang kesini. Yeri kalau di sekolah selalu di kelas, paling-paling kalau enggak di kelas ada di ruang MPK sama kantin, jarang tuh pergi-pergi main ke gedung IPA. Kenal anak IPA paling juga karena organisasi sama ekskul.

"Asing banget dehh gue lewat sini."

"Nggak pernah gaul sama anak IPA sih lo."

"Harus banget emang?"

"Untuk memperluas banyak koneksi dan gebetan mungkin harus."

"Cewek terus ya lo, dikasih liat video horor dikit aja nangis terus nggak bisa tidur sok-sokan banyak gebetan."

"Waktu itu gue nggak nangis ya, cuma kelilipan." Sanha membantah.

Yeri ketawa mengingat kejadian dua minggu yang lalu, saat teman-temannya heboh menonton video hantu yang sedang viral ramai-ramai ke kelasnya. Tiba-tiba Sanha tutup kuping waktu dengar suara hantunya eh dia ngusap mata ada air mata juga yang keluar dari matanya, kelilipan sih kata dia tapi pas malem mencak-mencak di grup kelas gara-gara nggak bisa tidur. Dasar.

"Ada yang lo kenal nggak anak 11 IPA 4?"

"Cees gue semua disana mah." kata Sanha bangga.

"Gegayaan bener lo."

Yeri mengetuk pintu kelas, sepi bener deh dari luar nggak ada suara ribut-ribut padahal kelas lain pada berisik karena ini waktu jam kosong untuk pemilihan ketua OSIS.

Berbeda dengan Yeri, karena merasa kelamaan Sanha langsung membuka pintu kelas.

Di dalam kelas semua yang sibuk dengan buku dihadapan masing-masing sontak memandang ke arah pintu.

"Halo semuaa~" sapa Sanha yang masuk ke dalam kelas diikuti Yeri dibelakangnya.

"Lo lagi lo lagi San, bosen gue liat muka lo." sahut salah satu cowok penghuni kelas itu.

"Ada informasi apa lagi nih hari ini?" sekarang giliran cewek imut yang duduk didepan.

"Hari ini gue sama temen gue ini bakal jadi pendamping kalian buat pemilihan ketua OSIS, jadi seharian kalian bakal bareng sama kita. YEYYY AYOO TEPUKK TANGAN SEMUANYAAAA"

"Dikenalin ke kita sih San cewek di sebelah lo, dari tadi diem aja tuh kaget kayaknya sama kelakuan lo."

"Oh iya gue lupa," Sanha menarik Yeri menuju tengah dan menyuruhnya berkenalan.

"Nama gue Yeri, anak MPK kelas 11 IPS 2. Gue bakal jadi pendamping kalian di pemilihan ini bareng sama Sanha. Jadi salam kenal dan mohon kerjasamanya ya buat hari ini."

"Hai Yeri, salam kenal juga. Boleh loh kalau mau ngasih ID Line atau nomor WA."

"Yer, kalau gue panggil sayang boleh nggak?"

"Kenapa baru tau sekarang ya kalau ada yang namanya Yeri di sekolah ini. Kalau tau dari awalkan udah gue pacarAWWW SAKIT ANJIRR!" ucapan salah satu cowok dengan nametag Moonbin terpotong karena pukulan buku paket tebal di punggungnya.

"Sorry, ada nyamuk di punggung lo jadi gue pukul."

Yeri tersentak? Cowok yang barusan mukul Moonbin tadi tuh cowok yang nolongin dia kemarin di Mall kan? Jadi mereka sesekolah? pantes mukanya kayak nggak asing.

"Udah ya udah, mari kita fokus ke pemilihan dulu nanti lagi ngegodain Yerinya."

---

Sekarang kelas 11 IPA 4 udah ada di auditorium. Antri buat giliran masuk bilik. Yeri disana masih dengan Sanha disebelahnya. Memperhatikan setiap anak kelas 11 IPA 4 yang ada aja tingkahnya beberapa dari mereka sih ada yang nggak banyak omong dan sibuk sama buku ditangan mereka, tipe anak IPA teladan sekali.

Kemudian dia memperhatikan empat orang cowok dan satu cewek ngobrol di depannya. obrolan mereka agak kedengeran dari tempatnya berdiri, mereka lagi ngomongin tentang astronomi gitu sih kayaknya karena Yeri denger tentang Nasa dari tadi.

Salah satu dari cowok disitu tuh cowok yang kemarin nolongin dia. Ngeliat dia lama gini makin buat Yeri kagum sama cowok itu. Seperti yang Yeri bilang sebelumnya, cowok itu punya aura yang berbeda.

"Ngeliatinnya gitu banget deh Yer." Sanha menyenggol bahunya

"Apaan sih, siapa juga yang lagi ngeliatin."

"Afaiqza emang mempesona kok Yer."

"Afaiqza?"

"Itu loh yang tadi mukul Moonbin."

Jadi namanya Afaiqza ya, kok bagus sih namanya?

LAGOM | Mark - YeriTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang