12

1.2K 189 17
                                        


Yeri berjalan keluar dari sekolahnya, berjalan menuju halte bus depan sekolah dan mendudukkan diri disana, Yeri berencana pulang dengan bus umum karena hari ini tidak ada yang bisa menjemputnya. Dia pun sedang malas untuk naik ojek online yang biasa mengantarnya pulang jika tidak ada yang menjemput, arti lainnya sih untuk menghemat uang karena sedang tidak ada promo di aplikasi grab atau gojek yang biasa dia gunakan, apalagi kan ini sudah memasuki akhir bulan.

"Woy!" Jaemin mengagetkannya dari belakang.

"Wah sialan ya lo." ujar Yeri sambil memukul lengan Jaemin agak keras.

"Sakit woy, kasar banget jadi cewek."

"Mau apa sih lo?"

"Mau pulang lah." Jaemin duduk disebelahnya, bermaksud menunggu bus juga.

"Naik bus juga?" tanya Yeri memastikan. Dibalas anggukan kecil dari Jaemin yang sibuk membaca buku yang ia bawa.

"Ngga bawa motor?"

"Lagi di service,"

Tak lama kemudian, kira-kira sepuluh menit setelah Yeri dan Jaemin duduk di halte sebuah bus berhenti disana. Yeri dan Jaemin yang kebetulan satu arah pun langsung menaiki bus itu, untungnya bus tidak begitu padat pada siang hari ini sehingga masih ada beberapa bangku kosong disana.

Yeri duduk disebelah anak SMP yang sedang sibuk memainkan hpnya, sedangkan Jaemin duduk di bangku tepat di belakang Yeri.

Bus pun mulai berjalan sesaat setelah Yeri dan Jaemin duduk dibangku masing-masing.

Setelah beberapa saat Yeri merasa tidak nyaman, dia merasa ada seseorang tengah memperhatikannya. Yeri menolehkan kepala ke belakang, mendapati Jaemin yang tengah memandangnya dengan cepat membuang pandangan saat ketahuan.

"Kenapa deh Jaem?"

Jaemin pura-pura bingung.

"Kenapa ngeliatin gue kayak gitu? Risih tau."

"Dih pede banget lo!"

"Udah ketauan pake nyangkal,"

"Terserah lo! Nih liat gue lagi baca buku bukan ngeliatin lo." jawab Jaemin sambil menunjukkan buku yang sedari tadi dibawanya, buku milik Fiersa Besari.

Yeri hanya menatap Jaemin tajam, kemudian kembali fokus kedepan tak ingin melanjutkan pembicaraannya dengan Jaemin.

Sedangkan Jaemin, ia kembali sesekali menatap sosok Yeri dari belakang. Memang benar ia tadi memperhatikan Yeri dari belakang, sebuah hal yang tak ia sadari menjadi kebiasaan setelah menyadari perasaannya. Yeri itu cantik untuk Jaemin.

Jaemin sebenarnya tak pernah tau kapan perasaannya dimulai, ia hanya terbiasa. Dia berteman dengan Yeri karena mereka satu organisasi, sering mendapat tugas bersama membuat ia selalu bersama dengan Yeri dan terbiasa dengannya. Di MPK pun Yeri adalah cewek yang paling dekat dengan Jaemin. Ia tak pernah ambil pusing dengan perasaannya.

Tapi kemudian ia mengetahui perasaan Mark untuk Yeri. Jaemin kaget, ia tidak tau kenapa kejadian seperti ini terulang kembali.

Jaemin dan Mark sudah berteman sejak SMP. Saat itu pula ia dan Mark menyukai cewek yang sama. Cewek pintar dari kelas sebelah.

Mereka berdua sama-sama tau jika mereka menyukai orang yang sama, Jaemin pun berkata pada Mark bahwa mereka harus bersaing secara sehat untuk mendapatkan cewek itu, tapi perkataan Mark saat itu masih terus tersimpan diingatan Jaemin,

"Gue mundur Jaem, lo aja. Karena yang udah nyangkut cewek itu susah. Kita sekarang bisa ngomong bakal bersaing secara sehat tapi entar akhirnya kita bisa aja musuhan karena dia. Lo sahabat gue dan gue nggak mau persahabatan kita rusak cuma gara-gara cewek. Jadi gue mundur."

Dulu setelah dia mendengar perkataan Mark, itu bagaikan lampu hijau untuk terus mendekati si cewek, dan bahkan mereka sempat berpacaran beberapa bulan.

Jaemin yang memutuskan si cewek, bosan katanya. Mark yang mendengar jawaban Jaemin saat ia cerita, langsung pergi dari hadapan Jaemin. Mark marah. Jaemin pun juga ikut marah.

Saat itu Jaemin tak mengerti kenapa Mark harus marah, bukankah dia sendiri yang memilih mundur? Bukankah katanya tak ingin mengancurkan persahabatan mereka?

Untung saja ada Sanha yang menenangkannya saat itu, dan Jaemin baru mengetahui kebenaran.

Fakta bahwa Mark menyukai si cewek lebih lama dari dia, fakta bahwa si cewek adalah cinta pertama Mark tapi malah ia patahkan.

Mark sudah menyerahkan si cewek pada Jaemin karena yakin ia tak akan pernah menyakiti si cewek, tapi ternyata malah Jaemin yang mengakhiri hubungan karena bosan. Jika Jaemin jadi Mark, jelas dia juga akan marah.

Tapi Mark adalah Mark, teman paling baik hati yang pernah Jaemin temui. Beberapa waktu setelah itu Mark yang lebih dulu datang padanya dan minta maaf. Minta maaf karena tidak dewasa menghadapi permasalahan.

Mengenang hal itu rasanya baru kemarin terjadi, sekarang Mark dan Jaemin baik-baik saja. Tetapi Mark yang sekarang, lebih terkesan menutup diri dengan cewek yang mencoba mendekatinya.

Setelah mendengarkan curhatan Mark malam itu di cafe tentang Yeri, jujur Jaemin antara kaget dan senang. Sahabatnya itu akhirnya membicarakan cewek setelah sekian lama. Tapi dia juga tak bisa membohongi perasaannya bahwa dia juga tertarik dengan Yeri.

Setelah berperang sendiri dengan pikiran dan hatinya selama beberapa saat. Jaemin sudah mengambil keputusan bahwa dia harus berhenti, perasaannya pada Yeri belum sedalam itu kok. Dia yakin bahwa dia bisa melupakan Yeri dengan cepat. Sekarang ia yang harus mempertahankan persahabatannya dengan Mark, dengan cara melepaskan perasaannya pada Yeri.

Jaemin menepuk bahu Yeri pelan. Yeri pun menoleh sambil melepas earphone yang terpasang ditelinga kanannya, "apalagi?"

"Sekarang gue yang mundur." ucap Jaemin.

"Apanya?"

"Gue mundur Yer!"

Belum sempat Yeri bertanya lebih lanjut, Jaemin berdiri dari bangkunya dan berdiri di depan pintu bus dan berkata pada kernet bus "Perempatan depan kiri ya bang,"

Bus pun berhenti, sesaat Jaemin memandangi jalan sebelum benar-benar turun dari bus dan berkata dalam hati, "Langkah pertama gue turun dari bus ini artinya gue udah nggak ada rasa sama dia. Perasaan gue buat Yeri udah gue tinggal di bangku tadi dan bakal di bawa pergi sama bus ini."

Yeri yang masih didalam bus memperhatikan Jaemin yang sudah turun dari bus. Bertanya-tanya maksud ucapan Jaemin tadi. Kemudian dia kaget saat menurutnya dia menemukan jawaban yang tepat.

"Jangan-jangan dia mau ngundurin diri dari kandidat ketua MPK??"

LAGOM | Mark - YeriTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang