Gadis berambut pendek itu terlihat begitu manis menikmati es krim cone rasa coklat nya di sebuah bangku taman dekat perumahan. Ditemani buku-buku sekolah yang ia letakkan di samping kirinya.
"Ya! Berapa banyak yang telah kau makan?"
Tanpa di sadari seorang gadis seusianya menghampiri.
"Ah? Ah ... y-ya. Kau siapa?" tanya gadis berambut pendek melongo.
" Satu-satunya orang yang mengetahui kalau kau tidak menyukai es krim tetapi selalu makan es krim."
"Jangan berpura-pura melupakan ku! Sakura Lee!" gadis itu mengentakkan kakinya ke tanah dengan sedikit kasar.
"Ya! Margaku Miyawaki bukan Lee!" teriak gadis berambut pendek---Sakura.
"Belum, tapi akan menjadi Lee!" ucap gadis itu---Lee Chaeyeon. Dia menyingkirkan buku yang ada di sebelah kiri Sakura dan mendarat kan tubuh nya di bangku taman---di sebelah kiri Sakura.
"Apa-apaan itu." Gumam Sakura.
Sakura menengok sebentar ke arah gadis yang bermarga Lee itu lalu melanjutkan memakan es krim nya. Es krimnya tinggal satu suapan lagi dan habis tetapi gadis marga Lee itu merebutnya.
"Ya! Lee Chaeyeon!~" Sakura terlihat marah. Dia memukul bahu gadis Lee itu pelan.
Gadis marga Lee itu menunjukkan jarinya yang membentuk peace dan menunjukkan giginya yang rapi.
"Aku mau kau menggantinya! Titik!" ucap Sakura sembari memalingkan wajahnya dan menyilangkan tangannya.
"Tidak." Ucap gadis Lee dengan menggelengkan kepalanya.
"Tapi kau har--" ucapan Sakura terpotong.
"Tidak hari ini. Karena aku yakin kau pasti sudah makan lebih dari dua es krim."
Sakura menoleh ke arah gadis Lee.
"Bagaimana caramu untuk tahu?" Sakura meletakkan kedua tangannya di bangku dan memusatkan perhatiannya pada gadis Lee.
"Itu mudah. Ada buku berserakan di sebelahmu. Aku tahu kamu sedang menghafal dan stress dan makannya kau membeli es krim untuk menghilangkannya kan?" ucap gadis Lee itu sembari menoleh ke arah Sakura---lebih tepat nya menyejajarkan wajah mereka.
"You know me as well." Ucap Sakura tersenyum.
"Tapi ... tapi aku masih marah ya!" ucap Sakura sambil menunjuk Chaeyeon dengan tangan kanannya.
"K-kenapa?~" tanya Chaeyeon tidak terima.
"Kau tidak bilang akan pergi ke Jepang! Juga saat pulang kau tidak bilang!" ucap Sakura penuh penekanan seraya memalingkan wajahnya.
"Maaf, aku sibuk untuk mempersiapkan diri ke Jepang. Lalu kalau pulang agar menjadi suprise!" jawab Chaeyeon penuh dengan semangat dan menggerakkan kedua tangannya di kalimat akhir.
"Menyebalkan." Gumam Sakura sembari melihat ke arah depan daripada ke arah gadis sebelah nya.
"Aku bahkan belum ke rumah loh! Aku langsung kesini menemui kamu."
" Itu bahkan lebih menyebalkan." Ucap Sakura sambil melihat Chaeyeon dengan geram.
"Bagaimana rasanya tinggal di Jepang?" tanya Sakura.
"ehm ... lumayan." ucap Chaeyeon seraya mengangguk-anggukan kepala nya.
"Tapi aku rasa ada yang kurang di sana." Lanjut Chaeyeon
"Apa kau ketinggalan sesuatu di sini?" tanya Sakura penasaran.
"Ehm ... bukan benda. " ucap Chaeyeon menggelengkan kepalanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Heart Iz Project
Fiksi PenggemarAll authors participate for IZ*ONE. Support all member
