Terpuruk dan mengiklaskan

81 10 0
                                        

Begitu mudah lisan ini untuk mengatakan mengiklaskan kamu  kamu,tapi bagaimana dengan hati ini yang tak pernah rela kamu hilang dari hidupku

***

Author pov

    Perlahan humaira membuka matanya setelah mendengar lantunan ayat suci Al Quran,dan jelas itu adalah suara kholid yang sedari tadi berada di samping humaira.

"Abang......" panggil humaira dengan suara lirih,langsung menghentikan kholid membaca Al Quran

"Iya dek,kamu sudah sadar?"dijawab anggukan oleh humaira

"Umi sama abi mana bang?"humaira merubah posisinya menjadi duduk

"Mereka baru saja pergi kekamar,sudah dari tadi mereka menunggu kamu"

"Hmmm," setelah itu humaira teringat sesuatu

"Abang...kak furqon mana?,humaira mimpi kak furqon sudah meninggal"

"Dek...ikhlaskan furqon dek?"

"Jadi humaira gak mimpi hiks..,"

"Abang humaira cuma mimpi kan?iya kan" humaira meyakinkan kholid,namun di jawab gelengan dari kholid seketika itu tangis humaira kembali pecah

"Kak..furqon....hiks,kenapa kakak tinggalin humaira....."

"Kak....furqon"teriak humaira, kholid sedari tadi langsung memeluk humaira untuk menenangkannya,namun usaha itu nihil,nyatanya tangis humaira semakin pecah

" Kak furqon....bawa humaira... "
Teriak humaira semakin histeris,hingga membuat umi dan abinya datang kekamarnya

"Sudah nak,ikhlaskan dia" umi lisa ikut menangis dan menggantikan kholid memeluk humaira

"Umi....humaira mau ikut kak furqon..,hiks,hiks"

"Istigfar dek" kholid berusaha menenangkannya

"Kak furqon....."

"Kak furqon....." tak terhitung sudah berapa banyak humaira mengeluarkan air matanya

"Humaira!cobalah untuk menjadi dewasa,semakin kamu tidak mengiklaskannya maka semakin tersiksa furqon," bentak abinya humaira,mendengar kan itu humaira perlahan menghentikan tangisannya,perlahan abinya mengelus kepala humaira

"Maaf,abi tidak bermaksud membentakmu tapi kamu harus mengikhlaskan furqon"

"Tidak!!humaira tidak terima!,kalian gak sayang humaira, makanya kalian menyuruh humaira mengikhlaskan kak furqon" humaira menjawab dengan suara tinggi,biasanya humaira tidak pernah berani membentak abi,umi bahkan abangnya.Namun hal tersebut malah menyulut emosi uminya

"Plakk" umi lisa menampar humaira,namun tampak penyesalan pada wajah umi lisa

"Umi tidak pernah mengajari kamu berperilaku seperti ini!"sementara humaira menatap uminya dengan perasaan tak percaya bahwa uminya telah menamparnya

My Mine(End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang