"ais, selalu saja pingsan di saat yang tak tepat, ah aku harus segera mencari bantuan" baru saja baekhyun mau beranjak pergi, baekhyun melihat beberapa orang mendekat
"hai, kalian...tolong, hai....tolong aku"
.
.
.
.
.
5 orang namja, mendekat kearah baekhyun dan chanyeol, baekhyun senang sebentar lagi bantuan datang.
Harapan tinggallah harapan, senyum baekhyun seketika luntur, mereka yang datang ternyata pengganggu
"kau tak kedinginan nona? Bajumu terlalu tipis di tengah salju seperti ini, kemari..kuhangatkan tubuhmu" seringai dan ucapan tak senonoh terlontar dari mulut mereka
"pergi, jangan ganggu aku" teriak baekhyun, bukannya pergi mereka makin mendekat, baekhyun mundur hingga tersudut di batang pohon. reflex baekhyun mengambil ancang ancang pertahanan
"1 langkah lagi, akan ku hajar kalian" apa yang dikatakan baekhyun bukanlah bualan, ketika mereka melangkah baekhyun menerjang mereka, jangan lupa baekhyun jago hopkido, mereka terkejut, terlambat semua terguling di salju
"wau macan betina, garang sekali, ini baru menyenangkan"
"baiklah bermain main dulu dengan kami, hajar kami setelah itu layani kami hahaha"
Baekhyun mendengus kesal kawatir marah dan ketakutan, dia sadar posisinya sekarang, dia tahu apa yang terjadi kedepannya nanti, dan dia merututi nasibnya yang malang, haruskah aku berakhir sekarang? Hari ini? Akan di gilir 5 pemuda bejat yang ada di hadapanku sekarang. Seburuk inikah akhir hidupku? Monolog baekhyun.
Menyerah dan pasrah takkan pernah ada dalam kamus baekhyun, berjuang hingga akhir sudah tertanam sejak dulu.
"aku tak takut dengan kalian, lawan aku atau pergi kalian sekarang juga" gertakan baekhyun tak menyiutkan nyali mereka, takut gertakan yeoja? Oh No, Perkelahian yang tak seimbang
1 yeoja berpakaian baju tidur vs 5 namja berpakaian hangat berdiri diatas salju.
Perlawanan yang sia sia memang pantas di sebut, nyatanya itu adalah bentuk pertahanan diri, sekuat apapun dengan kondisi baekhyun saat ini, tertahanan itu akan runtuh, tak butuh waktu lama, baekhyun roboh. Tubuhnya yang mulus wajahnya yang cantik terdapat banyak lebam, kesadarannya mulai menurun, piyama atasnya terkoyang mempertontonkan dadanya, membuat siap saja yang ada di sana meneteskan liurnya.
Chanyeol mengeliat tersadar dari pingsannya tubuhnya terasa kaku dan sangat dingin, matanya mengerjap erjap dan telinganya menangkap suara ramai. Ketika mata redupnya menatap segerombolan orang yang tak jauh darinya, matanya seketika membulat, dia melihat baekhyun di cuimi dicumbui di gerayangi, chanyeol berteriak
"andwee, hentikan"
Entah kekuatan dari mana, chanyeol berlari mendekat menghantam satu persatu namja yang telah melecehkan pujaannya, tubuhnya yang membeku seperti cair seketika, seperti kesetanan chanyeol menghajar mereka tanpa ampun, sehingga salah satu dari mereka mengeram marah, mengeluarkan belati dan menghunjamkannya di perut chanyeol. Chanyeol merasakan sakit, dia tau dia terluka, tapi tak ada cara lain dia harus tetap melawannya, darahnya keluar banyak, chanyeol mendekat kearah baekhyun yang setengah sadar
"baek..baekhyun, are you ok?!"
"chan...." air mata berlomba lomba keluar
"i am sorry, sa..rang hae" mata chanyeol tertutup, terjatuh menimpa tubuh baekhyun, baekhyun terus menangis dan perlahan meninggalkan kesadarannya.
.
.
.
.
.
Cahaya lampu yang cukup terang, memasuki mata baekhyun, membangunkannya. Matanya mengerjap mencoba mengumpulkan seluruh nyawanya. Seketika baekhyun terduduk
"apa aku sudah mati?"baekhyun meneliti keadaannya "bajuku? Ini bukan bajuku" baekhyun melirik tangannya, sebuah infus telah menancap di sama "apa aku sakit?" matanya di edarkan di sekelilingnya "bau obat, ini rumah sakit, ada apa denganku?" baekhyun mencoba mengingat ingat apa yang terjadi "salju?" baekhyun langsung memeriksa tubuhnya "banyak lebam" lirihnya, beberapa saat kemudian "chan chanyeol" teriak baekhyun, baekhyun segera turun dari tempat tidur, mencabut infus dari tangannya. Di saat bersamaan seseorang masuk ke kamarnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Multiple Personality
De Todobyun baekhyun seorang dokter jiwa di tantang oleh seorang presdir kaya raya untuk menyembuhkan anaknya yang mempunyai 3 kepribadian mampukah byun baekhyun menyelesaikan tantangannya? "siapa kau?" pcy "kenapa setiap kali kita bertemu hanya itu saja...
