The memories

3 2 0
                                    

Kubuka mataku perlahan, mataku silau oleh cahaya matahari yang masuk lewat jendelaku. Aku bangun dan duduk sejenak diatas tempat tidurku. Aku kebingungan mencari sosok malaikat itu. Kulihat diseluruh sudut ruangan tak kutemui. Aku putuskan untuk turun ke bawah melihatnya. Dengan hati-hati aku bangun dari tempat tidurku dan turun ke ruang bawah.

Kakiku lumayan enakan namun harus tetap hati-hati. Pelan-pelan aku menyusuri tangga.

"Oooh... " ia berlari dan menghampiriku.

"Hmm tidak apa-apa aku bisa.."

"Kenapa tak memanggilku saja kalau sudah bangun?" Kata V oppa.

"Aku ingin mencoba turun sendiri."

Lalu ia langsung menggendongku turun ke bawah dan mendudukkanku di kursi  yang berada di ruang makanku.

"Hmmmm semua ini oppa yang menyiapkan?"

"Hmmm.. ayo kita sarapan.."

"Waaaaa.. kau pintar masak ya?"

"Coba saja.. semoga kau suka.."

"Pasti enak sudah terlihat.." aku pun langsung mencobanya dan benar saja tebakanku tepat.

"Oppa.. enak sekali.."

"Syukurlah.. makanlah yang banyak."

Aku menganggukkan kepala sambil makan masakannya dengan lahap.

"Hari ini ada rencana apa?" Tanyanya

"Hmmm apa ya.. owh iya.. oppa maukah membantuku menata klinikku. Aku ingin minggu depan aku sudah membuka klinikku."

"Hmm baiklah. Tapi jangan banyak berjalan, kakimu sedang sakit. Nanti biar aku saja yang berkeliling dan melakukan tugas sesuai dengan maumu. Kau duduk manis saja."

"Jangan oppa .."

"Sudahlah.. "

Lalu ia menyuruhku segera menghabiskan sarapanku.

Setelah selesai, ia menggendongku lagi. Ia mengantarku ke kamar untuk bersiap-siap keluar ke klinikku. Sesampainya di kamarku, ia menurunkanku di tempat tidurku sambil duduk berlutut di depanku.

"Masih sakit sekali atau sudah berkurang?" Tanyanya sambil memeriksa kakiku.

"Hmm sudah enakan. Tenang saja. Aku ini dokter tulang. Aku pasti bisa mengatasinya. Jangan khawatir."

"Tapi sembuhnya takkan secepat ini. Ini semua karena aku yang mengobatinya."

"Hahahahhaa.. yayaya.. kau memang malaikat penjagaku yang bisa menyembuhkan semua hal dalam diriku."

"Hmm hanya kamu orang pertama yang merasa aku ini pelindungmu. Orang lain selalu menganggapku pengacau." Sahutnya dengan nada sendu, disana tersirat raut muka sedih.

"Hei.. oppa itu pelindung bukan pengacau." Sahutku sambil memegang lembut wajahnya.

"Gumawo .. Kyung Mi-ah.." tanggapnya sambil memegang tanganku dan memandang wajahku.

Aku pun menganggukkan kepalaku tanda setuju. Lalu ia pun mencium keningku dengan lembut dan berhenti sejenak disana hingga beberapa saat.

"Hmm baiklah.. aku akan menunggumu dibawah" melepas ciuman kening dan memberiku sedikit kecupan di bibirku.

"Baiklah." Jawabku sambil mengangguk.

Lalu ia pun keluar dari kamarku dan meninggalkanku sendiri disana. Aku  kaget mendengar ponselku berbunyi. JK menelpon, ia melakukan panggilan video padaku.

Jungkook - JK - The Untold Love Story √ (FINISH)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang