V point of view
Aku kaget saat melihat Kyung Mi menghadiri konser hari ini, lebih tepatnya sangat teramat bahagia. Aku sangat merindukannya. Setelah beberapa hari tidak ada kabar dan kini aku sudah bisa melihatnya secara nyata di hadapanku. Hatiku sedikit tersengat, mungkin seperti tersengat listrik saat melihat JK dan Kyung Mi bersama. Tampaknya keegoisanku sudah naik tingkat lagi, mungkin karena kami sudah bersepakat untuk saling mengambil hati Kyung Mi sehingga ada rasa egois disana yang merasa bahwa dia juga bisa menjadi milikku. Kali ini kuputuskan untuk mengalah, JK akan mengajak Kyung Mi menikmati kota Paris malam ini. Kesepakatan awal JK dan Kyung Mi akan berjalan-jalan bersama kemudian aku dan Jimin akan menyusul kemudian, mungkin kami akan bertemu di suatu tempat untuk menghabiskan makan malam bersama. Walaupun aku tak bisa menghabiskan waktu bersama Kyung Mi saja, namun aku sudah cukup bahagia hari ini bisa bersamanya nanti. Mungkin saat tour private kami, aku sudah berencana untuk menculiknya, pergi berdua saja ke tempat-tempat romantis yang kami inginkan.
Sesampainya di kamar, aku pun bergegas untuk membersihkan diriku dan bersiap-siap. Tak lama setelah aku selesai membersihkan diriku, kudengar bel pintu kamarku berbunyi. Akupun bergegas membukakan pintu.
"Eoh Jimin-ah.. "
"Apa kau sudah siap?"
"Tunggu sebentar lagi, masuklah dulu"
Jimin masuk ke dalam kamarku dan duduk di tepi ranjangku. Aku masih sibuk mencari topi cokelat kesayanganku. Saat aku sedang sibuk mencari topi, handphoneku berbunyi.
"Ini ada telepon, siapa itu ? Nomor tak dikenal?" Jimin menyerahkan handphoneku yang tergeletak diatas meja kepadaku.
"Hmmm ini nomor paris kan? kode areanya?"
"Coba akan kucek terlebih dahulu, berapa kode area disini."
"Ini aneh kenapa dia menelpon terus, apa mungkin ini sasaeng?"
"apa mungkin orang di Paris melakukan tindakan seperti sasaeng?" sahut Jimin dengan ekspresi bingung sambil mencari nomor kode area di Google.
"Eoh, ketemu. Iya benar itu nomor Paris. Coba angkat saja, mungkin saja Kyung Mi yang pakai nomor itu. " jawab Jimin dan aku pun langsung mengangkat telponnya.
Yeoboseo..
Olaenmaniya oppa..
(Seketika itu juga tenggorokanku tercekat. Suara itu. Suara yang mengundang 1000 hujaman pedang di jantungku. Suara itu. Suara lembut namun menyayat hatiku. Hatiku ngilu sekaligus takut bahwa tebakanku akan seseorang yang berbicara di seberang sana adalah seseorang yang telah meninggalkan luka menganga di hatiku.)
Joesonghabnida. nugu-ibnikka?
Apa benar kau sudah melupakanku? jangan lupakan aku, nae taeyang-i.
(Pandanganku kosong, waktu seakan berhenti saat ia memanggilku mataharinya. Hanya 1 wanita yang memanggilku seperti itu. Iya, dia wanita yang sudah menghancurkan dan membuatku memiliki trauma yang mendalam hingga aku sempat meragukan diriku sendiri. Jang Mirae. Jimin bingung dan terus bertanya itu siapa, namun aku hanya terdiam dan terpaku dengan pandangan kosong. Sepertinya hal ini membuat Jimin khawatir .)
Kenapa kau diam? Boleh aku mengunjungimu ke hotel. Aku merindukanmu. "
Hwaah lucu sekali kau baru merasa rindu setelah melupakanku bertahun-tahun. Lebih tepatnya mungkin kau baru ingat aku selama beberapa waktu lalu kau sudah tak ingat aku sama sekali.
Aku sama sekali tak melupakanmu kau yang terbaik. Bisakah kita bertemu di Hotel?
Sepertinya tidak perlu. Tidak perlu ada pertemuan. Tidak ada yang perlu dibahas Mirae-ya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Jungkook - JK - The Untold Love Story √ (FINISH)
RomanceKejutan ini berawal saat kehidupanku berpindah ke kota Seoul.. Kota nan indah yg telah menjadi saksi cinta ini.. Mukjizat dan keajaiban terjadi secara bersamaan.. hingga akhirnya membawa 2 laki-laki bak malaikat ini di hadapanku. Ini ff pertamaku...