Aku sudah berada di Seoul. Yah benar kami semua sudah kembali. Lukaku sudah lumayan membaik. Sudah menutup sempurna tinggal menghilangkan bekas jahitannya saja yang masih membutuhkan waktu lama.
Semalam JK berpamitan kepadaku,ia kembali ke Busan sementara waktu. Ada urusan keluarga yang harus ia bereskan. Awalnya dia mengajakku ikut ke sana. Tapi karena ada beberapa hal yang harus kukerjakan terkait dengan rencanaku untuk membuka klinik di daerah sekitar rumahku, aku menolak ajakannya. Ia pun menghargai keputusanku itu. Ia pun menjelaskan ia akan tinggal di Busan selama 3 hari.
Pagi sebelum dia berangkat, ia menelfonku.
"Pagi kelinci kecilku.."
"Oppaaaa. "
"Aku berangkat ya. Nanti akan kutelepon lagi jika sudah sampai."
"Baiklah. Hati-hati di jalan ya."
"Jangan berbuat hal yang ceroboh selama aku tidak ada dan jangan nakal ya.. "
"Iyaa.. aku tahu.. aku janji.. "
"Bye.."
"Bubye.."
Berakhirlah panggilan teleponnya. Aku terdiam sebentar di pinggir tempat tidurku, membayangkan 3 hari tak bertemu dengannya. Rasanya seperti ada sesuatu yang kurang dan menghimpit sesak dadaku. Aku berusaha mengalihkan konsentrasiku pada hal lain. Lalu kuputuskan hari itu aku akan keluar mencari tempat yang bisa disewa untuk klinikku. Aku beranjak mandi dan bersiap-siap.
Setelah siap,ponselku berbunyi. Video call dan kulihat nama yang muncul di layarku, ternyata itu adalah V. Cepat saja jariku menggeser tombol hijau mengangkat telponnya.
"Oppa.. ada apa?"
Lalu dia memperhatikanku dengan pandangan menyelidik.
"Bagaimana keadaanmu? Lukamu sudah baikan?"
"Sudah membaik. Hanya tinggal bekasnya saja. Sudah tidak pernah nyeri juga."
"Sepertinya kau akan pergi? Boleh kutahu mau kemana?"
"Ah.. iya aku akan mencari tempat yang bisa kusewa untuk membuka klinikku."
"Karena aku tidak ada acara, sepertinya akan lebih baik aku menemanimu saja daripada aku bosan di asrama. 5 menit lagi aku sampai. Bye."
"Tidak ush......" belum sempat kulanjutkan panggilan video itu sudah berakhir.
Ini aneh. Kenapa ada sedikit kebahagiaan yang kurasakan di sisi lain hatiku saat kami akan bertemu. Aku pun menunggunya di depan rumah dan tak lama ia pun datang menjemputku dengan mobil sedan hitamnya.
"Masuklah... " katanya sambil membuka jendela dan membukakan pintu untukku dari dalam mobilnya.
"Hai.. oppa.. sebenarnya kau tak perlu lakukan ini.. aku bisa cari sendiri."
"Hmm.. kau tak suka kutemani?"
"Bukan begitu. Aku hanya tak mau merepotkanmu saja."
"Aku tidak repot. Tenang saja. Aku senang melakukannya. Kita berangkat sekarang?"
"Hmm... " aku menganggukkan kepala.
Selama perjalanan kami mengobrol santai. Entah mengapa aku merasa nyaman dengan obrolan kecil kami ini. Kami bercanda, tertawa satu sama lain karena candaan receh kami, sambil memperhatikan sekitar, meneliti ruko-ruko maupun rumah pinggir jalan yang mungkin disewakan.
"Ooh oppa.... " kataku sambil menunjuk ruko disewakan yang ada di seberang jalan.
Pelan pelan ia menyeberang ke arah ruko yang kutunjuk. Lalu turunlah kami berdua. Kami bertemu dengan pemilik ruko itu. Kami berbincang tentang harga sambil melihat keadaan di dalamnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Jungkook - JK - The Untold Love Story √ (FINISH)
DragosteKejutan ini berawal saat kehidupanku berpindah ke kota Seoul.. Kota nan indah yg telah menjadi saksi cinta ini.. Mukjizat dan keajaiban terjadi secara bersamaan.. hingga akhirnya membawa 2 laki-laki bak malaikat ini di hadapanku. Ini ff pertamaku...