Sisa-sisa Cahaya

178 7 0
                                        

- M. Rizqi Senja Virawan

ada yang dipermainkan sedemikian rupa
ketika dia sedang sedih-sedihnya memutar-balikkan
batas-batas ruang di balik jendela itu
seperti cahaya yang membusuk: ditamparnya angin-angin
karena ia tidak tahu kenapa ia membusuk di antara mereka
tak sepatutnya kaumenengadah:
angin-angin bengis itu, kutuklah ia
seperti kursi-kursi tua yang membengkokkan kakinya
ketika ia kaududuki

ada yang kurang: seperti uang dan lelucon
yang menghamburkan jiwanya di matamu
kaukhususkan aku di kursi-kursi tua yang telah kaududuki tadi
seperti: angin tua yang hampir pensiun dari kebengisannya
kaukecup aku karena kauterluka, karena kursi tua itu
aku tak tahu kenapa: aku ikut mengecup bibirmu

2019

Sunyi-sunyi KecilTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang