Seoul, 17:00 pm
Namjoon bangun dari tidurnya dan memandang sekitarnya.
'Ternyata sudah sampai dorm' batin Namjoon.
Dia bangun dari tidurannya dan berjalan kearah dapur. Saat berjalan kearah dapur, dia melihat seseorang yang sedang duduk dikursi ruang makan.
'Siapa ya? Member? Mana mungkin, mereka kan pulang. Atau, Yoongi Hyung? Tapi Yoongi Hyung kan pendek' batin Namjoon.
Karena penasaran, dia mendekat kearah namja itu.
"Nugu?" tanya Namjoon.
Namja itu menoleh kearah Namjoon.
"Sejin Hyung? Ada apa?" Namjoon duduk berhadapan dengan Sejin.
"Namjoon-ah, apa penyakitmu tambah parah?" tanya Sejin.
"Molla, oh iya apa yang sedang Hyung lakukan? Bukannya Hyung habis mengantar member pulang? Tidak capek?"
"Aku hanya mampir sebentar, kalian sudah makan siang?" tanya Sejin.
Dia tau Namjoon saat ini tidak ingin membahasnya, karena Namjoon kelihatan tidak nyaman dengan pertanyaannya karena topik tersebut merupakan topik yang sensitif bagi Namjoon, jadi dia mengalihkan pembicaraannya dengan Namjoon.
"Sudah, tadi Yoongi Hyung yang traktir"
"Jinjja? Ah, aku ada bawakan makan malam untuk kalian dan kue"
"Ah Hyung, jadi ngerepotin"
"Gak papa, kebetulan aja pengen beli sekalian aja beli untuk kalian"
Yoongi bangun dari tidurnya untuk mengambil minum dan dia melihat Namjoon yang sedang berbicara dengan seseorang.
"Joon-ah, kau sedang bicara dengan siapa?"tanya Yoongi
"Ah, Hyung. Aku sedang bicara dengan Sejin Hyung"
Yoongi duduk disamping Namjoon.
"Kau tidak capek Hyung?" tanya Yoongi.
"Aku hanya mampir sebentar untuk mengantar beberapa makanan, baiklah aku pulang dulu ya. Jaga dorm dengan baik"
Sejin berjalan keluar dari dorm Bangtan sambil tersenyum, membuat Hobeom bingung.
"Kau kenapa? Apakah ada sesuatu yang Indah? Apa kau melihat seorang yeoja cantik?" tanya Hobeom.
"Aniya, aku hanya melihat sesuatu yang membahagiakan, dan kau tidak sadar? Aku baru saja keluar dari dorm mereka, mana mungkin ada yeoja disana"
Mereka masuk kedalam mobil dan kembali ke agensi.
"Iya deh, jadi apa yang membuatmu bahagia?"
"Aku hanya berharap Namjoon menceritakannya pada Yoongi"
Hobeom mengerti maksud perkataan Sejin.
"Aku yakin, suatu saat nanti dia akan menceritakannya pada mereka, entah secara personal atau semuanya"
"Semoga saja"
.
.
.
Yoongi Side
Namjoon duduk disofa sambil memainkan Handphonenya.
Dan Yoongi yang memang kebetulan bosan, duduk disamping Namjoon sambil menonton televisi.
Saat Yoongi sedang bersantai, dia mendengar erangan dari Namjoon.
"Namjoon-ah, waeyo?"
"A…appo Hyung"
Yoongi langsung membaringkan Namjoon disofa, dan dia pergi mengambil obat Namjoon yang ada dikamar.
"Namjoon-ah, ini obatnya" Yoongi menyerahkan beberapa butir obat pada Namjoon dan langsung ditenggaknya tanpa bantuan air.
Yoongi mengambil tisu untuk mengeringkan wajah Namjoon dari keringat.
"Sudah enakan?" tanya Yoongi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sorry, Leader ✔
Fanfiction"Dia Leader terbaik kami, walaupun kami membencinya namun dia tidak pernah membenci kami bahkan sampai akhir pun dia tetap menyayangi kami" . . . Guys, ini fiksi yaaa
