Jimin side
Jimin bangun dari tidurnya dan yang dilihatnya adalah atap kamarnya dan Hoseok yang duduk disampingnya.
"Jimin-ah, Gwaenchana? Kenapa kau tidur diluar?"
"Aku menemani Joon Hyung"
"Tapi kulihat kau sendirian di Luar, mungkin Namjoon meninggalkanmu diluar"
'Mana mungkin, walaupun aku tidur aku masih mendengar suara Joonie Hyung'
"Tap-"
BRAK
"JIMIN-AH"
Namjoon masuk ke kamar Jimin dan Hoseok.
"Kenapa kau tinggalkan Jimin di ruang keluarga? Apa kau mau membuatnya sakit? Dengan menyalakan pendingin ruangan disuasana yang dingin seperti ini, apa kau mau mau membunuhnya?!"
"A…an-"
"Joon Hyung, apa benar yang dikatakan Hoseok Hyung?"
Mereka menoleh dan melihat Taehyung dan Jin berdiri di depan pintu Kamar jimin dan Hoseok.
"Joon jawab, apa benar yang dikatakan Hoseok?" ucap Jin
"A…a…aniyo"
"Bohong" ucap Hoseok
"Aku kecewa padamu Hyung, ku kira kau baik" setelah mengatakan itu, Taehyung pergi diikuti Jin.
"Sebaiknya kau keluar"
Namjoon keluar dari kamar Jimin dan Hoseok, lalu dia melihat Jungkook yang sepertinya mendengarkan pembicaraan mereka.
"Kalau sampai Jimin Hyung kenapa-napa, awas saja" ancam Jungkook.
.
.
.
.
Namjoon berjalan ke kamarnya dan dia melihat Taehyung yang mulai menyusun pakaiannya.
"Taetae jangan pindah, biar Hyung saja"
Namjoon mengambil pakaiannya dan juga obatnya, dan pergi ke Studionya.
Namjoon melihat Sejin disana sedang bicara dengan Yoongi.
"Hyung, bisa antar aku ke studio?" tanya Namjoon.
"Eoh, tentu saja"
Sejin mengantar Namjoon ke studio, Yoongi mendekati Namjoon lalu menepuk bahu Namjoon.
"Aku akan menemani mu disana"
"Tidak usah, sebaiknya Hyung jaga para member dulu, aku akan kembali"
Yoongi melihat mobil Sejin pergi melesat, dan saat Yoongi berbalik, dia melihat Jimin yang berdiri dibelakangnya.
"Yak, apa yang kau lakukan?"
"Joon Hyung pergi kemana?"
.
.
.
.
.
.
"Ke Ilsan mungkin"
.
.
.
.
.
.
.
.
Namjoon side
Namjoon sebenarnya ingin kembali ke rumahnya di Ilsan, tapi comeback sebentar lagi.
"Kita sudah sampai, panggil aku ketika kau berubah pikiran"
"Ne, gomawo Hyung"
Sejin pergi ke agensi karena ada yang harus diurusnya.
"Memberdeul, sebenarnya aku tidak berbohong"
Author side
Flashback on
Namjoon masih duduk di ruang keluarga dengan Jimin yang menemaninya, walaupun tidur.
Lalu ada yang menyalakan pendingin ruangan, tapi Namjoon tidak menyadarinya karena dia fokus dengan lirik dan musik.
"Ugh dingin"
Namjoon berjalan ke dapur membuat coklat hangat tapi dia malah mendengar Hoseok yang teriak memanggil Jimin.
"JIMIN-AH, IREONA"
Namjoon kembali berbalik dan dia melihat Hoseok yang membawa Jimin.
Hoseok mendekati Namjoon dan berbisik.
"Kau akan merasakan akibatnya kalau terjadi sesuatu pada Jimin"
Namjoon melihat Jimin yang basah kuyup dan menggigil kedinginan.
"Apa yang terjadi?"
.
.
.
.
.
Flashback off
Namjoon mendengar ada yang mengetuk pintu studionya, saat ingin berdiri, kakinya kembali tidak dapat diajak kompromi sehingga Namjoon terjatuh ke lantai.
"Akh, Nuguseyo?"
"Min Suga"
"Ah, Yoongi Hyung masuklah"
Yoongi membuka pintu dan dia melihat Namjoon yang berbaring di lantai.
"Apa yang kau lakukan?"
"Hanya ingin berbaring disini, lalu apa yang Hyung lakukan?"
"Jimin bilang, cepatlah pulang"
"Bilang pada Jimin, aku akan pulang secepatnya"
"Aku bukan pengantar pesan"
"Ah Hyung"
Yoongi berbaring di sofa, dan menutup matanya.
"Bangunkan aku kalau sudah sore"
"Yak Hyung, ah sudahlah"
.
.
.
.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Sorry, Leader ✔
Fanfic"Dia Leader terbaik kami, walaupun kami membencinya namun dia tidak pernah membenci kami bahkan sampai akhir pun dia tetap menyayangi kami" . . . Guys, ini fiksi yaaa
