BAB 32

100 5 0
                                        

Di depan balkon asrama perempuan, Renata melihat Yudistira, Asril dan Novaldi berkumpul di kafetaria. Mereka tampak asik bermain uno, seperti biasanya.

Berdiri di pintu balkon, Renata memikirkan terkait masa lalu disimpan Karina. Selama hidup Renata tidak memikirkan telah tersembunyi sebuah kotak Pandora tersimpan jauh dari hidup menuju masa remajanya dan Karina menyembunyikan kotak tersebut dari Renata.

Dan kebingungan dalam hati Renata kenapa Karina tidak pernah menceritakan kejadian beberapa tahun lalu—sebuah kotak Pandora tersebut?

Karina mempunyai banyak waktu dan kesempatan untuk menceritakan kontak Pandora itu tetapi Karina tampak ingin hidup di jalani Renata adalah kebohongan-tidak ada yang nyata. Semuanya seperti sedang bersandiwara dengan berbagai karakter yang datur tanpa ada Renata di dalamnya.

"Rena?" panggil Karina sembari penepuk bahu Renata. Singkatnya Renata kaget.

Renata memutar kaki. Memandang gadis seumuran dengannya. Dikala itu mata Renata memancar isayarat kekosongan.

"Ada apa?" tanya Renata.

"Nggak niat gabung bareng teman-teman cewek di lantai bawah?"

"Untuk apa?"

"Mereka lagi main ToD."

"Maaf, aku lagi gak berselera main, Na," tolak Renata.

Karina tersenyum.

"Kenapa? Apa yang kamu pikirin akhir-akhir ini?" tanya Karina mulai peka dengan situasi sekarang.

Renata menghela napas pendek, "Indra."

Satu kata singkat keluar dari mulut Renata.

"Kenapa dengan Indra?"

Renata dengan lembut menggenggam jemari tangan Karina.

"Na, aku sebelumnya ingin kamu berjanji dulu, untuk tidak menolak apapun aku minta."

"Kenapa harus minta aku berjanji lebih dulu?"

"Aku akan beritahu kamu, setelah kamu berjanji melakukan apa yang aku janjikan."

"Oke, aku berjanji tidak akan menolak apapun itu."

"Karina. Sekarang kau sudah berjanji," ucap Renata. "Tolong berterus terang padaku. Apa aku dengan Kak Indra Affroditya Jaya, lama saling kenal?"

Mata Karina tampak membulat.

"Rena ... aku gak tahu apa-apa," elak Karina.

"Na, sebagian ingatan aku bermunculan pelan-pelan. Aku ingin sekali menolak bayangan-bayangan yang muncul di kepala aku. Tapi aku gak bisa, Na," ungkap Renata, ada nada lirih yang terdengar di balik ungkapannya.

"Renata, aku gak tahu apa-apa,"

"Karina, mau sampai berapa lama menyembunyikan semua masa lalu aku? Aku kayak orang bodoh diantara. Kalian berdua bersikukuh gak mau ngasih tahu apapun tentang masa lalu itu? Kenapa? Takut aku bakal gila?" Renata mulai bertanya menggebu. Kali ini Renata sudah tidak bisa menahan emosi tersebut.

"Renata, tenang dulu, aku gak pernah mikirin kamu akan gila. Aku enggak mau kamu ngerasain lagi luka kamu menyakitkan itu lagi," tutur Karina secara realistis.

Renata menyeka kasar air mata yang berhasil keluar. "Karina. Aku akan lebih sakit lagi kalo orang yang aku sayang ternyata ngebohongin aku. Seolah aku adalah orang kalian perbodohin dengan sandiwara gak masuk akal di belakang aku!" teriak Renata, tidak tahan lagi.

AFFAIR LIEFDE | Tchs #1Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang