Part 7 • MEET SOMEONE SPECIAL

2.4K 73 0
                                        

Mama, papa, hari ini hari pertama aku bekerja di rumah mewah itu loh. Aku sudah mulai terbiasa untuk mandiri sekarang. Walaupun hari-hari pertama setelah ketiadaan kalian sulit untuk kulalui, tapi lama kelamaan aku jadi terbiasa dan terlatih untuk hidup mandiri dan tetap melanjutkan hidup ke depan-nya. Seiring berjalan-nya waktu, aku juga belajar kalau aku sedih terus aku gak akan bisa maju dan menjadi anak yang membanggakan kalian.

Sehabis pulang sekolah, aku langsung pergi ke rumah istana itu dengan memakai baju yang super duper cute.
Aku pake jaket juga sih biar gak terlalu keliatan mencolok dan tentunya juga biar gak kena sinar matahari terik yang bisa membuatku gosong seketika.

Sesampainya di sana..

"Saya akan memberitahu dan mengajari kamu tentang aturan di rumah ini. Dimulai dari aturan yang paling penting," kata sang pembantu senior yang kemarin mengetes-ku, Ibu Ina.

1. Datang tepat waktu dan melakukan apa yang sudah ditulis di list.

Ya ampun, ada listnya ternyata.

2. Tidak boleh memakai nama untuk memanggil nyonya, tuan, dan kedua anak mereka.

Dua? Oh ternyata ada anak selain cecans kemarin.

3. Tidak boleh terlalu akrab dengan keluarga mereka.

Memangnya kenapa?

4. Harus hormat ketika bertemu mereka! Dan jika tamu penting datang, harus bebaris di sebelah kanan kiri pintu, dan berbarengan mengucapkan : Selamat datang, sambil membungkuk.

Sepertinya peraturan di rumah ini sangat ketat.

5. Tidak boleh membuat kekacauan di rumah ini, seperti : memecahkan sesuatu, melanggar aturan, dan lain-lain.

Setelah menjelaskan segala peraturan, Ibu Ina mengajak-ku berkeliling rumah megah ini dan menjelaskan semuanya.

Ternyata..

Halaman rumah punya luas sekitar setengah hektar.
Di belakang rumah, ada taman sekitar 1 hektar. Itu sudah termasuk track untuk jogging, bersepeda, dan aktivitas lainnya. Ada lapangan serba guna juga yang terpisah dari taman. Biasanya digunakan untuk bermain futsal, basket, voli, floorball, dan lain-lain.

Aku sampai cape muterin ni rumah.

Kemudian ketua pembantu pun mengajak-ku tour ke dalam rumah.

Di lantai 1, khusus untuk ruang tamu, ruang makan, ruang keluarga, ruang pertemuan, dapur, dan lain-lain.

Di lantai 2, khusus untuk kamar tidur majikan, tamu, pembantu, koki, supir, dan bodyguard dan total kamar nya sekitar 30 kamar tidur. Wow.

Ada juga ruang fitness, ruang musik, ruang bekerja, ruang spa, perpustakaan pribadi, bioskop pribadi yang berisi 50 bangku, dan lain-lain.

Kalau kamar untuk satpam gak ada karena mereka kerja giliran. Ada yang kerja siang dan ada yang kerja malam.

Lantai 3.. sebenernya atap doang sih. Cuman di modif jadi bagus dan dibuat kolam renang yang indah.

"Ok. Sekarang saya akan mengajari kamu cara-caranya untuk melakukan segala sesuatu dengan tepat dan efektif."

Ya.. setelah itu aku diajari cara yang benar dalam hal menyapu, mengepel, membersihkan barang-barang antik, memberi hormat yg benar, cara memegang nampan agar tidak mudah jatuh, dan sebagainya.

Aku tidak diajari memasak karena sudah ada koki pribadi. Hebat yah punya koki pribadi, pasti makanannya enak semua.

Setelah mempelajari semuanya, CAPE BANGET. Badan jadi pegel-pegel semua dan entahlah apa aku bisa mengingat semua cara yang sudah diajari kepadaku.

Unexpected LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang