Part 41 • HAPPY ENDING

868 16 7
                                        

Percy's POV

Hari pameran pun tiba. Orang-orang konglomerat, ahli-ahli teknologi, dan para wartawan pun berbondong-bondong datang ke gedung Technonand.

Aku dan tante Jacqueline pun datang dengan membawa undangan kami. Setelah melewati pintu dan petugas keamanan, kami kembali ke gedung ini setelah 8 tahun tidak menginjakkan kaki disini.

Wah.. ternyata gedung ini sudah mengalami beberapa perubahan dan tampak lebih modern. Kami berdua pun mulai mengelilingi temuan-temuannya selama 1 tahun kerja bersama "tim-tim" nya.

Tante Jacq pun bertemu dengan teman-temannya dan akhirnya mengobrol sedangkan mata gw masih jelalatan mencari seseorang.

Tiba-tiba gw pun merasakan ada suatu benda yang dimasukkan ke kantong celana belakang dan gw tetap bersikap tenang.

"Nyariin siapa mas?" Tanyanya dari belakang. Gw pun berbalik dan melihat seorang wanita dengan tinggi sehidung gw (walaupun sudah memakai high heels kira-kira 12cm) dan sudah memakai make up yang tebal.

"Kamu benar-benar terlihat berbeda dan tua" ucap gw

"Kamu benar-benar terlihat.."

"Ganteng" potong gw

Dia pun pura-pura muntah. Dasar.

"Semuanya dah siap kan?" Tanya Katy yang memakai rambut panjang palsu berwarna blonde keriting dan berponi rata

"Siap pendek"

"EH DASAR. AKU DAH PAKE HIGH HEELS JUGA"

"Tetep aja pendek" ucap gw dengan santai.

"Dasar." Ucapnya sambil menunjukkan wajah kesalnya

"Kamu gapapa kan?" Tanya gw

"Nih kamu bisa liat sendiri kan aku gapapa. Kamu nanya itu terus tiap hari di telepon" jawabnya sambil merengut

"Idih.. aku kan khawatir" ucap gw sambil mengacak-acak sedikit rambutku.

"Aish. Nanti rambutku copot aja." Ucapnya sambil tertawa kecil dan gw pun ikut tertawa

"Mana jam aku?" Ucapnya sambil tersenyum.

Dan gw pun jadi terbengong melihat senyuman yang selalu bisa membuat gw terpaku saat melihatnya.

"Hey." Ucapnya membuyarkan lamunanku.

"Hah?"

"Mana jam aku?"

"Oh iya. Kamu sih pake senyum. Aku jadi lupa mau ngapain kan." Ucap gw senyum balik ke dia dan wajahnya pun memerah seperti biasanya.

Gw pun mengeluarkan jam digital yang udah gw ambil dari kamar kostnya dari saku gw dan memberikannya ke dia.

"Kamu beneran bisa kan?" Tanya gw meyakinkan

"Iyalah.. cuman digituin doang. Bisa lah."

"Emang kamu bisa ngangkut orangnya?"

"Hah? Oh.. ehm.. bisa lah ya.. kali. Tinggal diseret." Jawabnya ragu

"Cih. Ada perubahan rencana. Aku sama kamu. Biar ci Grace sama orang suruhan aku."

"Lah. Ci Grace dah tau blom?"

"Udahh"

"Hah? Berarti kamu emang dari pertama udah rencanain begini dong -_-"

"Iyalah. Biar aku bisa sama kamu terus" ucap gw sambil tersenyum malu

"Aish. Udah aku bilang bisa sendiri juga."

Unexpected LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang