"Mau kemana kita?"
"Katakan peta! Katakan peta!" Jawab y/n dengan bercanda.
"Serius" ucap Guanlin datar.
"Heleh serius banget. Udah, ntar juga lo tau" jawab y/n sambil memasang sabuk pengaman.
"Ya tapi--"
"Jalan? Ntar gue tunjukkin elah"
Akhirnya dengan cepat, Guanlin langsung menghidupkan mobilnya dan melaju meninggalkan pekarangan rumah y/n.
•••
Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, mereka pun sampai di sebuah tempat yang lumayan jauh dari pusat kota.
Rumah yang tak begitu mewah. Tak begitu besar juga. Tapi sangat ramai. Ramai oleh anak-anak kecil yang terlihat begitu ceria. Berlarian sambil tertawa seperti tak memiliki beban apapun.
"Ini dimana?" Tanya Guanlin sambil melihat ke sekelilingnya.
"Di tempat maen gue" ujar y/n cepat.
Saat y/n turun dari mobil, dia langsung disambut oleh anak-anak yang sepertinya sudah akrab dengannya.
"Kak y/n!" Teriak anak-anak itu dari kejauhan.
"Haiiii" sapanya sambil memeluk semua anak-anak itu.
"Kakak kemana aja?" Ucap salah satu anak laki-laki dengan air muka sedih.
"Maafin kakak, sayang. Kakak harus belajar buat ujian Kakak. Jadi gak bisa sering-sering kesini deh"
"Ohh kakak mau ujian yah? Semangat kak!" Ucap anak perempuan dengan ceria.
"Oke siap boss!" Ujar y/n sambil terkekeh pelan.
"Anak-anak, biarin kak y/n nya istirahat dulu yah. Kalian lanjutin dulu maennya" ucap seorang wanita paruh baya yang baru keluar dari rumah tersebut.
"Yahhh bunda.... padahal kan kita mau maen sama kak y/n" ucap mereka kecewa.
"Oke oke, jangan sedih gitu dong. Yuk maen! Mau maen apa?" Ajak y/n.
"Yeayyy!!!" Terdengar suara sorak-sorai anak-anak yang sepertinya bahagia dengan ajakan y/n. Setelah itu y/n pergi meninggalkan Guanlin untuk bermain dengan anak-anak itu.
"Masuk dulu nak" tawar wanita paruh baya yang tadi dipanggil Bunda.
"Oh iya, terima kasih bu" jawab Guanlin seraya mengikutinya dari belakang.
"Mau minum apa? Biar bunda buatkan"
"Ah tidak usah repot-repot. Tidak apa-apa"
"Gapapa, gak ngerepotin kok" jawabnya sembari tersenyum ramah.
"Ah terima kasih, Bu"
"Jangan panggil ibu, panggil bunda aja yah"
"Ahh iya bu-bunda" jawab Guanlin yang sepertinya masih belum terbiasa dengan sebutan itu.
Sambil menunggu Bunda selesai membuatkan minum, Guanlin mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru rumah. Meneliti setiap sudutnya dengan seksama. Dia masih tidak mengerti. Ini rumah apa? Dan anak-anak di luar itu siapa? Apa mereka semua anak Bunda? Kalau mereka semua anaknya, lalu dimana suami nya? Kenapa tak ada satupun foto keluarga yang dipajang? Begitu banyak pertanyaan yang terngiang di dalam kepalanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
BOBROK - Guanlin
Fanfic"Bisa diem gak sih?!" - Guanlin "Hahh diem? Sorry dorry morry, gue bukan patung ataupun manusia es macem lo" - yn ❗WARNING❗ • Bahasa kasar • No plagiat-plagiat • Jika ada typo, mohon dimaklumi yaw:))