"Y/n?"
Sebuah suara tiba-tiba menarik atensi y/n. Y/n yang semula sedang terpejam, langsung terbangun dan melihat seseorang yang kini sudah berdiri di hadapannya.
"Oh, Guanlin? Ngapain disini?"
"Lagi jalan-jalan aja." Jawab Guanlin seraya mendudukkan dirinya di sebelah y/n, bangku yang tadi menjadi tempat Ayen.
Y/n mengangguk-ngangguk paham, "Sendirian kesini?" Tanyanya lagi.
Guanlin hanya berdeham meng-iyakan.
Selanjutnya keadaan kembali hening. Y/n hanya menatap lurus ke depan. Sedangkan Guanlin sedari tadi terdiam melihat ke arah anak-anak yang sedang bermain di lapangan.
"Lo sendiri?" Tanya Guanlin tiba-tiba.
"Ya?" Y/n yang sedari tadi tak fokus kembali tersentak ketika Guanlin tiba-tiba mulai bertanya.
Masa gue harus bilang ke sini sama Ayen?
Y/n terdiam sebentar, sebelum akhirnya menjawab. "Oh, i-iya kayak yang lo liat aja,"
"Berdua."
Hah?
Y/n terdiam lagi, sedikit berpikir maksud dari perkataan Guanlin. Selanjutnya ia mulai paham dan mengangguk membenarkan. "Iya berdua, kan sama lu juga."
Guanlin kembali terdiam sambil terus menatap y/n. Y/n yang sedari tadi merasa salah tingkah, menjadi bingung harus bereaksi seperti apa.
Y/n berdeham sebentar untuk menetralkan detak jantung dan suaranya. "Lin, lo mau balik gak?" Tanya y/n memecah keheningan.
"Lo mau balik?" Tanya Guanlin membalikan pertanyaan.
"Iya sih, udah sore nanti dicariin."
Guanlin bangkit dari kursi, lalu mengeluarkan kunci motor dari saku jaketnya. "Gue pake motor, gapapa kan?"
Y/n mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan Guanlin. Bingung harus menjawab apa. Maksudnya, memang apa urusannya jika Guanlin membawa motor.
"Ya... gapapa, emang kenapa?"
"Oke, motor gue disana." Jawab Guanlin sambil berjalan duluan ke arah parkiran motor. Y/n yang bingung akhirnya malah mengikuti Guanlin.
"Nih," Guanlin menyodorkan salah satu helm yang ada.
"Tapi--"
Guanlin berbalik menatap y/n sambil berusaha mengenakan helm nya. "Kenapa? Katanya gapapa kan kalo gue bawa motor?"
"Iya gue tau---"
"Ya udah naek." Ujar Guanlin yang sudah ada di atas motor warna hitamnya.
Y/n hanya menghela nafasnya pelan. Ini bahkan tak terlihat seperti sebuah penawaran atau tumpangan. Bahkan tak ada kalimat tawaran sebelumnya.
Gak bisa gitu nanya basa-basi dulu kalo mau ngajak bareng.
"Suka es krim gak?" Di tengah perjalanan Guanlin tiba-tiba bertanya.
Y/n mendekatkan wajahnya agar suaranya lebih terdengar daripada suara kendaraan lainnya. "Suka kok, kenapa?"
"Oke."
Motor yang dikendarai oleh Guanlin tiba-tiba berhenti di depan food truck es krim di pinggir jalan. Guanlin turun setelah y/n juga turun. Kemudian y/n menatap Guanlin dengan bingung.
"Rasa apa?"
"Cokelat?" Jawab y/n yang masih bingung.
Tidak lama setelah y/n menjawab Guanlin langsung berjalan ke arah truck bernuansa merah muda yang kini ada di hadapannya. Tak lama ia datang lagi sambil membawa satu cup es krim.

KAMU SEDANG MEMBACA
BOBROK - Guanlin
Фанфик"Bisa diem gak sih?!" - Guanlin "Hahh diem? Sorry dorry morry, gue bukan patung ataupun manusia es macem lo" - yn ❗WARNING❗ • Bahasa kasar • No plagiat-plagiat • Jika ada typo, mohon dimaklumi yaw:))