1 (하나)

3.7K 242 34
                                    

Seperti yang dilakukan anak-anak sekolah biasanya, pagi ini pun y/n pergi untuk bersekolah. Beruntunglah dia datang saat jam menunjukkan pukul 07.00. Baru saja satpam yang bernama Pak Jaehwan itu mau menutup gerbangnya, tangan y/n langsung menahan gerbang tersebut. Sehingga Pak Jaehwan mengurungkan niatnya, dan membiarkan siswi tersebut untuk masuk.

Sudah menjadi kebiasaan y/n, jika dia datang ke kelas, maka keadaan kelas akan langsung hening dan pandangan mereka pun langsung tertuju kepada y/n. Seperti pada pagi hari ini, dia masuk ke dalam kelas dengan membuka pintu yang sedikit di banting.

"Assalamualikum temen-temenn!!!!"

"Waalaikumsalam" jawab anak-anak di dalam kelas.

Melihat teman-temannya yang hanya diam setelah menjawab salamnya, dia pun berteriak lagi.

"Kok sepi sih??"
"Rameinn dongg! Elahh"

Dia mengeluarkan speaker bluethooth kesayangannya dan menyetel lagu Blackpink yang berjudul 'Boombayah'. Lalu dia menari-nari sendiri di depan kelas. Sontak seluruh kelas pun ikut bersorak, dan pada akhirnya keadaan kelas pun menjadi ramai. Ibaratkan jika sebuah kuburan yang mendadak menjadi pasar induk. Itulah keadaan kelas y/n jika dia sudah datang ke kelas.

Sedang asyik-asyiknya y/n menari, tiba-tiba speaker bluethootnya mati.

"Woyy jangan dima--, Mampuss anjir"

Semua anak-anak langsung berhamburan ke tempat duduknya dan duduk dengan rapi. Ternyata tanpa di sadari, sedari tadi sudah ada guru yang masuk dan memperhatikan tingkah laku mereka.

"Speaker siapa ini?" Tanya Pak Minhyun dengan tatapan yang tajam. Dia menatap semua siswa secara bergantian, dengan tatapan yang seolah menyudutkan.

"Sa-saya Pak" y/n mengangkat tangannya sambil tersenyum canggung.

"Lain kali kalo mau dangdutan tuh di kondangan, bukan di kelas. Sekarang kamu ambil speaker ini dan jangan di ulangi!"

"I-iya Pak"

Akhirnya mereka semua mengikuti pelajaran dengan damai. Kecuali satu. Siswi yang duduk di pojok sana. Dia tertidur di atas meja, sambil menutupi kepalanya dengan jaket yang ia bawa.

Siswi tersebut adalah y/n. Dia terlalu lelah mendengerkan ocehan Pak Minhyun yang mengajar pelajaran Bahasa Indonesia tersebut.

Sedari tadi, sahabatnya yang bernama Dhella sudah berusaha membangunkannya. Tapi, sayang y/n tidak menggubrisnya sama sekali. Bahkan bergerak dari posisi tidurnya pun tidak.

Untunglah Pak Minhyun tidak melihatnya, dan tetap fokus pada materi yang ia tulis di papan tulis.

.

.

.

.

.

Sampai pada jam istirahat berbunyi, y/n belum terbangun juga dari tidurnya. Dhella sudah kehabisan akal agar bisa membangunkan y/n. Dan di kelas pun tinggal tersisa tiga orang. Hanya tinggal Guanlin, Dhella, dan juga y/n yang masih setia dengan tidurnya.

"Aduhh ni anak kalo udah tidur kayak orang mati aja anjir. Gimana cara banguninnya? Mana gue laper lagi. Kalo gue tinggal, kasian. Ntar dia malah gak makan lagi"

"Kenapa?" Tanya anak yang duduk di bangku yang terhalang satu baris, dari tempat Dhella saat ini. Dia bertanya sambil tetap fokus pada buku yang ia bawa.

"Eh Lin, ini si y/n susah banget dibanguninya"

"Ohh, lo bawa minum gak?"

"Bawa, kenapa?"

BOBROK - GuanlinTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang