25 (스물다섯)

588 74 6
                                    

Jam sudah menunjukkan tepat pukul dua belas. Bunyi bel istirahat sudah berbunyi dari sepuluh menit sebelumnya. Tapi ruangan OSIS sepertinya belum juga damai. Semua anggota nya sibuk berbincang menyalurkan pendapat yang mereka punya.

Guanlin yang notabene-nya sebagai anggota baru, hanya mengangguk paham mendengarkan. Tak ada niatan sama sekali ingin mengeluarkan suara seperti yang lainnya.

"Kayaknya sampe sini dulu aja, besok bisa kita bahas lagi." Pungkas ketua OSIS, Seungmin.

Semuanya mengangguk paham, dan mulai keluar dari ruangan. Sebelum keluar Guanlin membereskan beberapa lembar kertas yang tersisa dan memasukkannya pada map berkas. Kemudian menaruhnya pada lemari di pojok ruangan.

"Loh, belum keluar?" Suara seseorang di ambang pintu menginterupsi pendengaran Guanlin. Guanlin berbalik, dan melihat ada teman satu organisasinya, Han Jisung.

"Belum." Jawab Guanlin seadanya.

Han melangkahkan kakinya masuk ke dalam dan mengambil piring kotor yang entah sejak kapan ada di sebelah lemari tempat Guanlin menyimpan berkas.

"Anterin gue kuy," Pinta Han seraya mengangkat piring tersebut.

"Kemana?"

Han melirik sekilas pada piring di tangannya, "Balikin ini."

Guanlin seperti menimang-nimang ajakan Han. Bukan apa-apa, jujur ia tak suka keadaan ramai di kantin. Sekali pun ia sudah mengatakan akan berubah, tapi untuk menghadapi keramaian masih harus berpikir dua kali.

"Kelamaan, udah ayo!" Tiba-tiba tangan Han yang bebas menarik lengan Guanlin dengan paksa sampai-sampai Guanlin hampir terjatuh jika tidak menahannya.

Di sepanjang jalan menuju kantin, banyak orang menyapa akrab.

Pada Han tentunya.

Guanlin hanya memperhatikan bagaimana Han bercengkrama ramah dengan semua orang yang ditemuinya. Tak jarang juga ia tertawa saat beberapa orang yang dilalui mulai bercanda dengan dirinya.

Beda banget sama gue.

Sekilas juga Guanlin mendengar beberapa perempuan berbicara soal kepribadian Han yang dinilai sangat friendly.

"Parah, cowok ganteng juga ramah kayak dia gitu dambaan semua cewek tau gak." Ucap salah satu anak perempuan.

"Apalagi anak organisasi, siapa yang gak luluh coba," imbuh yang lainnya.

Dambaan semua cewek? Semuanya? Gak ada pengecualian?

"Lin," Tiba-tiba suara Han mengalihkan perhatiannya, Guanlin menoleh.
"Tunggu aja disini. Lagi penuh kantinnya,"

Guanlin mengangguk paham dan membiarkan Han memasuki wilayah kantin yang sedang penuh sesak.

Guanlin mengamati seluruh penjuru kantin yang penuh dengan anak-anak lainnya. Ia bingung bagaimana rasanya orang lain bisa makan dengan nyaman di tengah keramaian seperti itu.

Ditengah kegiatan Guanlin mengamati isi kantin, sebuah suara menarik perhatiannya. Bisa dilihat tak jauh dari tempatnya berdiri, ada Kharina, Jihoon dan Daehwi.

Sepertinya sedang membicarakan sesuatu, tapi entah apa. Guanlin tak berminat ingin tahu juga.

"Na, si y/n mana?" Tanya Daehwi.

Sampai saatnya nama y/n disebut, entah kenapa membuat Guanlin tertarik untuk mendengar lebih jauh.

Guanlin mendengar dengan seksama. Sampai salah satu dari mereka mulai mengucapkan kata "Sakit".

BOBROK - GuanlinTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang