Pagi ini, y/n terbangun dengan terpaksa. Merasa tubuhnya terus diguncang oleh seseorang yang sedari tadi meneriakinya untuk bangun. Y/n sendiri tidak yakin apakah sang fajar telah keluar dari ufuknya atau belum. Tapi yang y/n yakini adalah, alarm pagi yang selalu membangunkannya bahkan belum berbunyi.
"Y/n, bangun dong! Bantuin aku siapin persiapan sekolah buat besok. Aku gatau apa aja yang harus dibawa,"
"Y/n... y/n bangun....""Kenapa sih, Ra? Ini masih shubuh tau." ujar y/n kesal.
"Bantuin aku ya ya ya?"
"Nanti lagi deh, sehabis aku pulang sekolah juga bisa, Ra"
"Tapi aku maunya sekarang, y/n"
"Hhhhh yaudah iya-iya, bantuin apa?" ucap y/n yang akhirnya terpaksa bangun dari tempat tidur dan menyibakan selimut kesayangannya.
Setelah y/n akhirnya benar-benar terbangun, Ara langsung menarik tangan y/n untuk masuk ke kamarnya. Membantu segala keperluan Ara untuk persiapan sekolahnya.
•••
"Assalamualaikum..." ucap seseorang dengan suara lesunya.
"Waalaikumsalam,"
"Eh y/n? tumben dateng pagi,"Tanpa berniat menjawab, y/n langsung duduk di tempatnya dan menaruh tas dengan asal. Kharina -seseorang yang tadi sempat bertanya- kebingungan dan akhirnya memilih untuk menghampiri y/n.
"Y/n, lo kenapa?" tanya Kharina seraya menepuk pundak y/n pelan. Y/n yang tadinya sedang telungkup pun akhirnya terbangun dan melihat ke arah Kharina.
"Hah? Gak kok gue gapapa" jawab y/n dengan mata sayunya.
"Serius?"
"Gak sih, gue cuman ngantuk aja. Tadi shubuh-shubuh gue dibangunin terus dimintain tolong gitu."
"Pffftt, sama siapa?" ujar Kharina sembari menahan tawanya.
"Sama adiknya suami tante gue,"
"Hmm siapa? Kok gue baru denger?" tanya Kharina seraya lebih mendekat ke arah y/n.
Saat Kharina dan y/n sedang berbincang, tiba-tiba meja yang mereka duduki digebrak oleh seseorang.
"Pagi-pagi udah rame nih!" ujar Jihoon yang tiba-tiba menyambar diikuti oleh Daehwi.
"Ngagetin bangsat!" Gerutu Kharina sambil tidak lupa memukul kepala Jihoon si pelaku penggebrak meja.
"Ahhh sakit tau!" Ringis Jihoon.
"Maknya kalo dateng tuh gausah ngagetin kenapa sih?!"
"Yaelah canda kali, serius amat."
"Jangan serius-serius lah nanti di php-in baru tau rasa," timpal Jihoon dengan santainya."Hilih bucin!" Cibir Kharina.
"Btw, ada apa nich?" Tanya Daehwi dengan tak lupa menarik kursi untuk dibawa ke meja y/n.
Akhirnya, mau tidak mau y/n menceritakan permasalahannya. Lagi. Walaupun jujur, dia sedikit malas dan mengantuk untuk bercerita. Tapi jika urusannya dengan Daehwi, jangan harap hidup kalian bisa tenang sebelum kalian benar-benar buka mulut soal sesuatu yang ingin dia ketahui.
"Ohhh gitu..." Daehwi dan Jihoon kompak mengangguk-ngangguk.
"Ngerti gak, Hoon? Jangan ngangguk-ngangguk aja ntar masih nanya ya!" Ketus Kharina pada Jihoon.
"Iya-iya ah, ngerti kali..."
"Jadi sodara lu itu bakal pindah ke sekolah ini, y/n?" Tanya Jihoon yang langsung dibalas anggukan oleh y/n.Tidak lama setelah itu, Guanlin datang dengan tumpukan berkas di tangannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
BOBROK - Guanlin
Fanfiction"Bisa diem gak sih?!" - Guanlin "Hahh diem? Sorry dorry morry, gue bukan patung ataupun manusia es macem lo" - yn ❗WARNING❗ • Bahasa kasar • No plagiat-plagiat • Jika ada typo, mohon dimaklumi yaw:))