Pagi tiba, sejak pukul 06.00 revan sudah berangkat sekolah tetapi disinilah ia sekarang. Rumah ayla, entah ada angin apa pada dirinya revan pun tak paham.
"Assalamualaikum,Selamat pagi om"sapa revan kepada ayah ayla yang sedang duduk diteras rumah.
Merasa ada yang datang, rama-ayah ayla pun mengalihkan pandangannya dari koran harian yang dia baca lalu melihat siapa yang datang.
"Waalaikumsalam"ucapnya tersenyum ramah.
"Saya revan om, temannya ayla. Saya izin berangkat sekolah bareng boleh?"ucap revan tak lupa mencium tangan ayah ayla.
"Eh nak revan"panggil shinta--mama ayla yang tiba-tiba hadir.
"Oh jadi kamu yang namanya revan. Ya boleh silahkan kebetulan om lagi libur kerja biar bisa santai deh"
"Nak revan duduk aja dulu ya, biar tante panggilin ayla"ucap mama ayla dan langsung masuk ke dalam rumah.
"Duduk dulu nak, kamu sudah sarapan?kalo belum kita sarapan bareng yuk didalam"
"Eh gausa om, saya udah sarapan kok"
***
"Liaaaa"
"Yaampun liaaa"
"Bangun sayang"
"Aylaaa"mamanya terus mengguncang tubuh ayla karna sedari tadi sudah dibangunkan tetapi malah tidur lagi.
"Kenapa bundaa, ih aku masih ngantuk ahh. Masih pagi, nanti aku bangun"jawab ayla dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"5 menit yah bun"ucap ayla untuk kembali tidur.
"Yaampun ini anak, bangun lia pacar kamu udah jemput tuh diluar, eh sampe sini kamunya malah belum bangun"
"Udah buruan bangun, dia lagi didepan tuh ngobrol sama ayah"
Ayla pun samar-samar mendengar ucapan mamanya dan langsung reflek bangun dari tidurnya.
"Hahh? Dia siapa ?"
"Dia siapa sih bun? Bunda ini aneh aja lia tuh ga punya pacar"tanya ayla.
"Ya yang biasa anter kamu pulang lah. Revan!"
"Whatt??! Ko dia bisa disini sih bun?lia ga ada janjian bareng atau apapun sama dia tau"
"Ya mana bunda tau, niat dia baik ko. Yauda mending sekarang kamu cepet siap-siap"
"Okey bun"jawab ayla langsung menuju kamar mandi untuk bersiap.
***
"Pagi ayah,lia berangkat sekolah dulu yah dahh"ucap ayla mencium tangan ayahnya tapi yak lupa beralih ke mamanya juga untuk pamit.
Ayla pun langsung mengajak revan untuk segera berangkat dan revan pun mengikuti
"Hati-hati"jawab ayahnya.
Selama perjalanan keadaan pun hening, tidak ada diantara mereka pun yang membuka suara. Ayla pun tak nyaman saling diam akhirnya membuka suara.
"Ehmm ka"
"Kenapa?"jawab revan.
"Ya gapapa si, hm lo kok bisa dirumah gue pagi-pagi gini?"
"Emang gaboleh ya?
"Boleh kok"ayla pun memilih diam karena jika terus bertanya kepada revan pun akan tetap sama, revan tidak akan menjelaskan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Stay Here
Teen FictionAyla Amelia, gadis remaja lemah lembut yang harus pindah sekolah ke Jakarta dikarenakan orang tuanya tugas dinas disana, berat baginya meninggalkan kota kelahirannya, ya bandung. Kota asri nan nyaman, ia pikir kepindahannya ke Jakarta akan baik baik...
