Author Pov.
Waktu menunjukkan pukul 17.25 p.m
Icha belum juga membuka matanya,ia masih tertidur lelap terbawa oleh mimpi indahnya.
Kliekkk
Tiba-tiba pintu kamar Icha terbuka. Menampakan sosok tinggi nan tampannya seorang Zetta. Zetta melangkahkan kakinya mendekati Icha. Zetta tak hanya berdiri,ia naik ke kasur Icha.
"WOYYYY BANGUN LO NYET!!!" Ucap Zetta dengan suara menggelegar sambil meloncat-loncat diatas kasur Icha.
Tubuh Icha terguncang,tidurnya terganggu karena ulah Zetta. Icha membuka sedikit matanya,ia mendengus kesal karena abangnya ini selalu mengganggunya ketika tidur.
"Ck apaan si lo bang ah." Ucap Icha dengan nada kesal sambil menutupi telinganya dengan bantal.
"WOYYY BANGUN ANJIR,GUE LAPER." Ucap Zetta masih dengan suaranya yg berat dan sedikit teriak.
"Bodo ga denger gue nyuk." Saut Icha acuh tak acuh.
Zetta kemudian menarik bantal dari kepala Icha dan membuka selimut Icha.
"BANGUN GA?!" Ucap Zetta.
"Anjir rese banget si lo bang." Jawab Icha dengan jengkel.
"Ya ayo mangkanya bangun,ini udah jam 5 lebih loh. Gue laper tapi gada makanan,buatin gue apa kek gitu cha." Ucap Zetta pada Icha.
"Astaga bang lo kan bisa Go-Food atau masak mie sendiri kan?,ga usah sok-sok an manja gitu lah,jiji gue." Jawab Icha kesal.
"Etdah anjir nih bocah,durhaka lo ama gue." Ucap Zetta kesal.
"Alah bodo rese lo." Ucap Icha sambil bangun dari tempat tidurnya.
"Eh tapi bener juga ya?,kenapa gue ga Go-Food dari tadi?. Bilang kek lo dari tadi jadi kan gue ga perlu susah-susah bangunin lo." Ucap Zetta.
Seketika,Icha langsung menolehkan wajahnya menghadap Zetta. Icha memaksakan senyum kepada Zetta dan Zetta pun membalas senyuman Icha. Tapi sedetik kemudian Icha melemparkan bantal ke wajah Zetta dengan keras.
"TOLOL!!!." Ucap Icha sambil melemparkan bantal ke wajah Zetta.
"Ehehehe piece." Cengir Zetta sambil mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya.
"Belum pernah disentil ginjalnya ya?." Ucap Icha.
"Uuuu athu atut." Jawab Zetta mengejek Icha.
"KELUAR LO AH!." Usir Icha kepada Zetta.
"Iye-iye galak bener neng." Jawab Zetta,kemudian ia turun dari kasur Icha dan keluar dari kamar Icha.
"Astagfirullah bangun tidur udah darah tinggi ae gue." Gumam Icha sendiri sambil mengelus dada.
Setelah itu Icha berjalan menuju kamar mandi,ia memilih untuk langsung mandi saja.
Setelah mandi,ia langsung bersiap untuk nanti malam Ilham akan menjemputnya. Icha tidak mau repot lagi toh juga ini sudah jam setengah enam,sedangkan Ilham menjemputnya jam delapan.
Seperti biasanya,Icha tak mau berpakaian terlalu ribet. Ia berpakaian sangat simple. Hanya menggunakan celana jeans,sweater lengan pendek berwarna putih yang dimasukkan ke celana jeansnya,dan sneakers putih yang senada dengan sweaternya.
Tak lupa juga Icha membawa sling bag berbentuk kepala panda kesukaannya itu. Biasanya setiap Icha pergi ia selalu menggerai rambutnya,tapi kali ini Icha memilih untuk mengucir rambutnya. Malam ini penampilan Icha terkesan lebih anggun dan rapi dengan rambut yang dikucir.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Innocent Girl
Fiksi RemajaGadis berparas cantik,bertubuh mungil, berambut panjang ikal dan sangat polos,kelewat polos malah. Bahkan saking polosnya dia tidak tahu bagaimana rasanya mencintai dan dicintai seseorang. Dia tidak sadar bahwa selalu ada seseorang yg meperhatikan d...
