Sudah sehari sejak Anna sampai ke dunia asing itu. Jika tidak salah hari itu adalah 1 Januari tahun 796 di sana. Hari musim dingin dan hari ulang tahun kedua Anna Stewart yang ke-19 tahun.
"Uhk... What a bad birthday ever!" Anna langsung bangun dari tidurnya dan mengubah posisinya jadi duduk.
Anna baru saja berharap semuanya cuma mimpi, tapi saat membuka matanya ia masih di sana. Yang lebih buruknya lagi itu adalah ulang tahun pertamanya diluar akademi, dan ia malah duduk di Mansion milik Anna sang putri.
"Selamat pagi nona, kenapa Anda bangun sepagi ini?" Seorang pelayan memasuki kamarnya setelah mengetuk.
"Memangnya salah kalau bangun pagi? Aku ini bukan gadis pemalas yang bangun ketika matahari sudah berada di atas kepala." Ketus Anna.
Pelayan itu tampak bingung dengan ucapan Anna. Oh... Mungkin saja itu adalah istilah yang hanya diketahui oleh para bangsawan jadi ia tak mengerti, begitulah pikirnya.
"Ya, nona memang sangat rajin dibandingkan bangsawan lain yang pemalas. Aku sangat bangga pada nona, syukurlah aku adalah pelayan nona." Ucap pelayan yang lebih tua beberapa tahun darinya.
"Tentu saja kamu harus bangga padaku, oh... Aku baru ingat hari ini adalah White Day kan? Ch-Charti??" Anna takut jika salah menyebutkan nama, karena ia harus berpura-pura menjadi sang putri.
"Iya nona, semua orang telah menyiapkan hadiah untuk nona bahkan tuan Jean datang untuk menjemput Anda. Apa nona tahu, tuan Jean datang bersama Duke Wayne! Wah... Nona sangat beruntung, beliau sangat-sangat tampan dan gagah." Ucap Charti yang terlihat bersemangat.
"Ah... Benarkah? Haha kurasa, tentu saja aku beruntung??" Anna tertawa hampa, ia bahkan bingung dengan yang akan diucapkannya karena ia tak mengerti maksud Charti sedikitpun.
Anna turun dari ranjangnya. Ia berjalan menuju kamar mandi untuk bersiap-siap ditemani oleh Charti dan beberapa pelayan yang baru saja masuk. Sebenarnya ia tak terbiasa dimandikan orang lain seperti ini, tapi apa boleh buat semua hal yang ia anggap memalukan harus dilakukannya sekarang. Ya... Anggap saja ia sedang berada di spa, kan?
>>>
Anna memakai gaun berwarna hijau. Ia melihat ke arah aksesoris yang dipasangkan padanya, semua terlihat baru. Perhiasan itu sangat indah tapi rasanya belum pernah dipakai sekalipun. Mungkin karena itulah ia terlihat sangat cantik saat itu.
"Wah... Nona, Anda benar-benar seperti seorang dewi." Ucap Charti yang memuji.
"Yeah, I know... Semua orang memanggilku seperti itu, Dewi Artemis." Ucap Anna dengan santai.
Mata Charti membulat kaget. Dengan kasual gadis itu berbicara menggunakan bahasa Inggris di depannya, padahal bahasa Inggris di anggap sebagai bahasa kuno benua itu.
"Nona memang seperti Dewi Artemis, tapi bagaimana nona tahu tentang Dewi yang sudah tidak tertulis dalam buku sejarah Quartz? Oh... Pasti nona mempelajarinya saat di Pyrite." Charti tersenyum saat menanggapi Anna.
Anna menyipitkan kedua matanya. Ia mengulangi ucapan Charti pada kata "tidak tertulis dalam sejarah" di benaknya. Bukankan ini aneh, berada di tempat yang mirip seperti Bumi tapi beberapa sejarah di Bumi bahkan tidak tercatat di tempat itu.
Anna berfikir dengan keras. Ah... Ya, tentu saja begitu kan? Tempat ini bukan Bumi, tempat tinggal aslinya tapi Bumi yang lainnya. Karena itulah hal yang ia anggap biasa tak ada di sini.
"Ehm... Charti, sebenarnya banyak yang ingin aku tanyakan padamu tapi, kamu harus dengarkan satu hal yang sangat penting dariku." Anna membuka mulutnya, lalu menatap ke arah cermin yang memantulkan bayangannya dan Charti.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Wrong Bride
Fantasy[[Telah Diterbitkan!]] Anna Stewart, seorang agen rahasia dari International Agent Company (IAC). Agen wanita termuda dan paling dipercaya oleh perusahaan. Disebut sebagai seorang jenius karena menguasai 8 bahasa dan 8 jenis bela diri serta gelar Ma...