19: Placement Test

14.6K 1.4K 6
                                    

Anna baru saja diantar oleh kereta kuda milik sang Grand Duke yang menyebabkan kehebohan dalam sekejap. Semua orang ingin melihat wajahnya, lebih tepatnya wajah tunangan the black phoenix of Pyrite.

Tapi, jangan remehkan kemampuan Anna sebagai seorang agen rahasia. Buktinya tak ada yang sadar jika ia sudah pergi dan ketika kereta kuda itu telah mengeluarkan semua barang bawaan Anna, mereka langsung kembali. Lalu orang yang menanti untuk melihat wajah gadis itu? Tentu saja mereka kecewa.

>>>

Seperti mayat hidup yang sedang berjalan melewati koridor akademi itu setelah berhasil meloloskan diri.  Anna memakai seragam akademi itu untuk pertama kalinya. Bahan seragam yang dingin dan lembut seperti sutra, bahkan terlihat berkilau.

"Kylie?" Mata Anna langsung berbinar ketika melihat sosok gadis berambut platinum blonde itu. Ia berlari kecil dengan senyum yang penuh semangat ke arah gadis itu.

"Hi Kylie!" Sapa Anna dengan ceria.

"Ah, hello Anna." Kylie membalas sapaan Anna dengan sopan hingga membuat gadis itu menjadi kikuk. Ah... Rasanya aneh dan dia belum terbiasa dengan sosok Kylie yang sangat sopan dan memancarkan aura konglomerat itu. Walaupun sebenarnya Kylie di Bumi seorang konglomerat.

"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" Tanya Anna dengan senyum yang tak pudar dari wajahnya, padahal beberapa menit sebelumnya ia seperti mayat hidup.

"Penempatan kelas, sekarang saatnya prosesi penempatan kelas. Oh iya, apa kamu sudah sembuh? Wajahmu terlihat sedikit pucat. Kamu sedang banyak pikiran ya??" Ucap Kylie yang terlihat panik.

"Ahh, haha aku baik-baik saja kok." Anna tersenyum kikuk, ia bingung harus menjawab apa. Ia memang sedang memikirkan banyak hal dan semuanya mengarah pada sang Grand Duke.

"Tentu saja, yang mulia Grand Duke kan sangat memperhatikanmu! Wah... Aku bahkan bisa membayangkan sikap Grand Duke yang dingin itu berubah drastis saat bersamamu. Kalian pasangan yang sangat serasi!!" Ucap Kylie yang berbinar-binar.

"Aku kok jadi kesal ya?" Anna berbisik sambil mengernyit ketika mengingat tingkah sang Grand Duke akhir-akhir ini padanya, hanya saja di depan Kylie ia terus tersenyum.

Sebuah ingatan terlintas dalam benaknya. Beberapa hari terakhir sikap sang Grand Duke tiba-tiba berubah. Pria itu selalu saja menghindarinya, bahkan saat ia mencoba mengajaknya berbicara sang Grand Duke akan langsung terlihat sibuk mengerjakan sesuatu.

"Ah, prosesinya, sebaiknya kita bergegas agar bisa melihat dari tempat yang bagus!" Ajak Kylie saat melihat ke arah menara jam di akademi itu.

>>>

"Lumos Solem!" Seorang gadis menyebutkan mantra yang ada dalam film serial Harry Potter.

"Woah, mantra itu?!" Anna terkejut, begitu melihat cahaya terang yang keluar dari tongkat sihir gadis itu.

"Lihat itu! Mantra sihir itu milik wilayah barat benua ini, mantra dari kerajaan Hartz." Jelas Kylie dengan wajah yang serius.

Anna tak paham apa yang dikatakan Kylie tapi ia hanya meng-oh kan ucapan gadis itu sambil mengangguk. Jangankan kerajaan Hartz, ia saja tidak tahu apa-apa tentang Pyrite apalagi wilayah benua yang dibicarakan Kylie.

"Sepertinya aku harus kerja rodi deh,  wilayah benua dan kerajaan apalah itu, aku sama sekali tidak tahu apapun tahu!" Gumam Anna dengan wajah terlihat kesal.

"Astaga! Dia itu kan si tuan putri jenius dari kerajaan Hartz." Ucap para siswi yang saling berbisik.

"Ah... Jenius dengan reputasi buruk itu kan? Siapa namanya, aku sampai lupa. Haha." Ucap siswi lainnya sambil tertawa sinis.

The Wrong BrideTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang