Sorry for typo
"Woii!! Bu Jessica dateng bareng murid baru!!" Rian memasuki kelas dengan buru-buru
"Bubar woi bubar!!"
Seketika kelas menjadi ricuh, seluruh anak-anak berlarian kembali ke tempat duduknya masing-masing. Tak jarang mereka saling menabrak dan terjatuh.
Jessica Rahmawati, guru yang terkenal dengan kecantikannya. Umurnya masih muda dan belum menikah, tubuh tinggi semampai serta wajah yang kebule-bulean membuat banyak siswa laki-laki yang sering menggodanya. Tapi jangan pikir jika ia adalah guru yang lemah lembut, big no!! Bahkan Bu Jessica masuk kedalam list guru terkiller se SMA starlight, dan berada dalam posisi ke 4.
"Good morning everybody!!!" Sapa bu Jessica atau yang sering mereka panggil miss Jes karena bu Jessica adalah guru bahasa Inggris
"Morning miss!!!" Jawab mereka serempak
"Present, he is a new student at hear, please pleasure your name" Bu Jessica mempersilahkan si murid baru untuk memperkenalkan dirinya.
"Perkenalkan..."
"No no no, english please" koreksi Miss Jes
"Present my Name is Devon Gabriel Harrison...."
Seketika Dya mengangkat kepalanya yang tengah menunduk sambil memainkan ponsel saat mendengar nama tersebut, tidak mungkin kan?
Tolong jangan.....
Tolong jangan....
Tapi sepertinya dewi Fortuna tengah tidak berpihak padanya, ternyata memang benar dia Devon, iya Devon yang itu.
Otak Dya blank, bagaimana mungkin dia kembali lagi. Raga itu masih tetap sama seperti 2 tahun lalu, mungkin ia hanya bertambah tinggi dan wajahnya tak lagi imut melainkan semakin tampan dan sedikit tegas. Tapi apakah hatinya juga masih tetap sama? Tidak tidak, tidak mungkin. Terakhir kali Dya meninggalkannya, dia sudah bersama Keyla dan mungkin saja saat ini mereka masih berhubungan, ya mungkin saja.
"Cha... Itu bukannya Devon mantan lo itu?" Bisik Acha dari belakang
"Iya" Balas Dya pelan, Ia masih sibuk menormalkan jantungnya yang bergemuruh hebat saat kembali melihat laki-laki itu lagi. Ia tak bisa memungkiri jika rasa rindu itu masih ada disudut hatinya. Tapi sepertinya laki-laki itu tidak mengenalinya, terbukti dari dia yang hanya melengos melewati Dya saat hendak duduk di barisan samping Dya, tempat duduk barunya. Sama sekali tidak melirik pada Dya yang memandanginya gamang.
Oke! Sepertinya hanya Dya yang terlalu memikirkan hubungan mereka, sementara laki-laki sialan itu seperti pura-pura tidak mengenalnya. Baiklah, ia akan mengikuti permainan Devon. Berpura-pura saling tidak mengenal dan seakan tidak pernah terjadi sesuatu.
🌻🌻🌻
Bel istirahat berbunyi nyaring di seluruh kawasan SMA Starlight, membuat pak Jono harus menghentikan ceramah singkat versi dirinya padahal ia sudah berceramah sebanyak 5 lembar kertas A4, beuhhh Jeje si anak rajin bin pintar aja jadi tidur mendengar ceramahnya pak Jono.
Seakan mendapat jackpot, seluruh siswa-siswi bersorak kegirangan, jam yang ditunggu oleh sejuta umat akhirnya datang. Tak terkecuali Dya serta sahabat-sahabat nya. Mereka bergegas keluar kelas dan menuju kantin karena perut mereka sudah meronta ingin meminta makan sejak tadi.
Dya pergi begitu saja tanpa sekedar menoleh kearah belakang dimana Devon berada, benar-benar seperti tidak mengenalnya. Begitu juga Devon hanya menatap Dya sekilas dan kembali melanjutkan kegiatannya membereskan buku-buku pelajaran dan memasukkannya ke dalam tas.
