Bab 23 : END

2.1K 59 0
                                        

Sorry for Typo












"Yes or Yes?"

"Ha!!!"

"Pokoknya Yes or Yes"

"Kalo gue  nggak mau?"

"Tetot, jawaban tidak ada di pilihan. Jadi saya yang menentukan. Jawabannya Yes"

Dya melongo tak percaya. Cowok ini benar-benar ajaib. Apa-apaan nembak kayak gitu, setidaknya bawa bunga kek, coklat kek apa kek. Atau nggak kata-kata romantis kek, ini mah namanya pemaksaan.

Tapi Dya suka.

Hehehe

"KAK DYA"

"Eh ayam"

Dya refleks memukul pelan lengan cowok yang tak ada cool nya itu. Pake acara latah lagi.

"Kak Dya nggak papa? Yang mana yang sakit? Sini bilang sana Jennie siapa yang bikin kakak sakit. Lo ya Von? Wah lo emang nggak ada kapok-kapoknya ya, lo em-"

"Wo wo wo santai kali bu, gue nggak ngapa-ngapain ini"

Jennie menatap Devon tajam.

"Terus kak Dya kenapa bisa jadi gini?"

"Panjang Jen ceritanya"

Jennie menghela nafas lelah.

"Sorry ya kak, kakak kesusahan gini Jennie nggak bisa bantu" Cewek itu menunduk sedih

"Nggak papa Jen, ini bukan salah  kamu kok. Ini tuh salah-"

"Nggak ada yang salah, cuma masalah kecil"

Devon memotong ucapan Dya dan menatap Dya memberi kode agar tak memberitahu Jennie semuanya.

"Iya ini cuma salah paham"

"Tapi kakak beneran nggak papa kan?"

Dya mengangguk yakin, lalu merentangkan tangan meminta Jennie memeluknya.

"Kakak sayang kamu Jen"

"Gue juga sayang lo kok Dy"

"BUKAN LO YA"

🌻🌻🌻

Setelah dua hari dirawat, Dya akhirnya diperbolehkan pulang karena lukanya yang memang tak terlalu parah.

Dengan dijemput oleh Devon, Dya akhirnya sampai dirumahnya. Entah apa yang Devon berikan pada Yuda hingga kakak nya itu memberikan ijin Devon untuk menjemputnya.

"Yakin lo bisa jalan? Pincang gitu kok"

Dya menatap Devon jengah. Bahkan ia bisa berlari kencang  saat ini, pincang dari mana.

"Yang luka itu perut gue Von, bukan kaki gue. Jadi please nggak usah lebay"

Devon masih saja menatap Dya takut-takut yang mulai berjalan memasuki teras rumahnya.

"Udah lo balik aja sana, gue udah nyampe juga"

"Tapi gue masih pengen disini Dy"

Devon mengerucutkan bibirnya kesal.

"Apaan sih nggak usah lebay deh, sono lo balik"

Dya berkata datar.

Itu hanya Alibi guys, padahal mah dalam hati dia udah meleleh nggak karuan merasa gemas melihat tingkah cowok itu.

"Oke gue balik tapi, say you Love me dulu"

Dya melotot. Pipinya memerah begitu saja. Entah kenapa merasa malu ingin mengungkapkannya.

"Nggak ah"

"Ayo dong. Ya ya ya, janji deh abis ini gue balik"

Dya menarik nafas pelan lalu menghembuskannya

"Gue cinta sama lo"

"Ha apa? Gue gak denger"

Ya gimana mau denger, orang suara Dya kayak tikus kejepit gitu.

"Gue Cinta sama lo"

Kali ini Devon yang melongo. Setelah mengatakan kalimat empat kata itu dengan secepat kereta api, Dya langsung hambur masuk kedalam rumahnya.

Namun cowok itu tetap salting juga.

"GUE JUGA CINTA SAMA LO"

Dya yang masih berada dibalik pintu tersenyum malu. Cowok itu benar-benar.

"Malu-maluin"

Dya mendelik, kakak nya Yuda duduk santai dengan keripik dipangkuannya tengah menonton acara gosip.

"Biarin, yang penting gak jomblo lagi"





"Anjirrrr"





End

EX✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang