Bab 8 : Siswi baru

1.5K 56 0
                                        

Sorry for typo and happy Reading





"MARTIN!! KERJAIN TUGAS LO!!"

"KERJAIN DULU DY!! GUE BENTAR LAGI VICTORY NIH"

Jeje menutup telinganya frustasi melihat dua orang yang sebenarnya hanya berjarak beberapa centi tapi merasa sedang berada di jarak berpuluh-puluh meter.

Hari ini pelajaran biologi dan mereka diberi tugas merangkum tentang pertumbuhan kecambah secara berkelompok. Dan naas untuk Jeje berada dalam kelompok yang sama dengan dua orang pembuat onar di kelasnya itu.

Dya mencatat entah apa di bukunya sambil sesekali membolak-balikan buku paket biologi didepannya sedangkan Martin dengan santainya malah memainkan game online di ponselnya. Kelasnya kacau balau karena bu Zahra pergi ke luar.

Dya mendesah frustasi, tugasnya belum juga selesai ditambah ia tidak sarapan tadi pagi membuat mood nya turun drastis.

"Martin please...."

Martin menoleh, menatap gadis itu yang menatapnya sayu. Merasa tak tega Martin mulai mematikan ponselnya dan mengambil buku yang tadi ia acuhkan, mulai mencatat apa yang menjadi tugasnya.

Dya tersenyum tipis, mengalihkan pandangannya ia melihat Devon yang tetap kalem menulis di bukunya tanpa terpengaruh dengan keributan Reno dan Rian di kanan-kiri nya.

Cowok itu terlihat baik-baik saja, Dya masih tak menyangka setelah dua tahun ia bertemu lagi dengan laki-laki yang menjadi cinta pertama nya dan sekarang menjadi teman nya.

Merasa diperhatikan, Devon menatap balik Dya dan tersenyum tipis membuat Dya mengerjab dan salah tingkah.

"Baiklah anak-anak!! Karena sudah waktunya istirahat, kalian lanjutkan kembali tugasnya dirumah."

Kehadiran tiba-tiba Bu Zahra membuat Dya kembali menatap ke depan menghiraukan Devon yang masih menatapnya dengan senyum tipis meski tak berapa lama senyum itu memudar saat ia membuka ponselnya.

"Gue di starlight"


🌻🌻🌻

Gadis itu keluar dari kamar mandi dan mulai melangkah dengan tenang. Suasana koridor yang ramai tak membuat Dya terganggu, namanya juga les istirahat.

"Dya!!!"

Dya berbalik dan melihat seorang laki-laki yang berlari kecil menghampirinya

"Febri? Ngapain? Tumben"

Febri cengengesan, kapten futsal kebanggaan starlight itu mulai berjalan berdampingan dengan Dya.

"Aneh lo"

"Aneh apaan? Orang gue cuma pengen ke kantin kok"

"Terus ngapin manggil-manggil gue?"

Kehadiran Febri membuat Dya tak nyaman karena beberapa tatapan siswi yang terang-terangan menatap mereka mencibir lebih tepatnya pada Dya.

"Nggak ngapa-ngapain, cuma pengen jalan bareng aja"

Dya mendelik

"Lo tau nggak kalo disini ada siswi baru?"

"Ngapain lo bilang nya ke gue??"

Febri menggaruk tengkuknya salah tingkah

"Ehm biar ada topik obrolannya gitu, nggak enak banget tau diem-diem gini"

Dya terperangah, cowok ini benar-benar jujur

"Iya iya, jadi siapa siswi baru itu?"

"Gue rada lupa sih namanya siapa gitu ada key key nya gitu"

"Key? Keyang?"

Febri terbahak

"Kenyang kali Dy"

"Oh i....."

Gadis itu terdiam mematung menatap pemandangan didepannya, mencoba memusatkan penglihatannya Dya mencoba memastikan jika ia tidak salah lihat.

Tapi ini bukan ilusi ini nyata, ini tak mungkin juga mimpi karena ia bisa masih merasakan perutnya sakit karena lapar. Jelas itu dia, Dya yakin jika gadis itu tak pernah punya kembaran.

Gadis itu datang lagi, dia yang dulu sangat akrab dengannya. Gadis yang dulu dia sebut sahabat.

Ia masih sama, rambut nya kini sedikit memanjang dengan warna yang masih pirang, tubuhnya tak terlalu tinggi dengan wajah oriental khas Indonesia.

Dan yang paling membuat Dya makin syok adalah, gadis itu tengah bersama dengan Devon. Mereka sepertinya sedang membicarakan hal yang serius.

Merasa dejavu, dulu kejadiannya hampir sama persis dengan Devon yang akan mencium gadis itu. Namun bedanya, ia sekarang tak punya hak untuk sakit hati lagi.

Jantung Dya berdebar kencang, tak menyangka. Ia belum siap menghadapi gadis itu sekarang, setidaknya sampai ia siap dan sudah bisa memaafkan semuanya.

"Oh iya!! Gue baru ingat, nama siswi baru itu Keyla"

Keyla...

Keyla...

🌻🌻🌻

"Lo gila?? Ngapain lo dateng kesini lagi?"

Devon menatap tajam gadis didepannya, setelah menerima pesan dari gadis ini ia langsung  keluar kelas dan mencari-cari keberadaannya.

"Gue nyariin lo!! Lo seenaknya aja ninggalin gue gitu aja. Lo pikir gue gak tau lo kesini mau nemuin mantan lo itu?"

Devon menghela nafas lelah

"Key please..., hubungan gue udah mulai membaik sama Dya, tolong lo jangan gangguin gue lagi"

Keyla mendecih

"Lo terlalu dibutain sama cewek itu tau gak? Nyadar dong, dia udah ninggalin lo gitu aja dua tahun lalu."

"Lo nggak punya hak untuk nentuin apa yang bakal gue lakuin. Dan ingat, Dya dulu juga sahabat lo"

Ekspresi Keyla berubah, matanya berkilat marah

"Gue gak pernah punya sahabat penghianat kayak gitu. Sahabat apaan yang suka sama cowok yang sahabatnya sukai. Saat lo kenal dia, lo berubah dan hubungan kita juga mulai renggang"

Cowok itu mengusap kasar wajahnya

"Lo tau kita gak pernah punya hubungan. Gue cuma pengen ngingetin sama lo, jauhi Dya. Lo nggak usah ungkit-ungkit masa lalu"

"Oke! Bakal kita liat, seberapa mampu lo lindungi Dya dari gue"

Keyla bersedekap, memandang Devon menantang.

"Gue bakal buktiin"

Devon beranjak meninggalkan Keyla begitu saja. Ia tak menyadari perubahan raut wajah gadis itu.

Ya, lindungi dia semampu lo.








TBC

EX✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang