Sorry for typo and happy Reading
Dya mengerjab pelan menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam retinanya. Ia sedikit mengernyit saat menemukan sosok familiar yang menatapnya dalam.
Gadis itu mengedipkan matanya beberapa kali berpikir jika ia masih berada dalam dunia mimpi.
"Nyenyak banget tidurnya"
Dya menegak seketika, memandang tak percaya ke arah Devon yang tersenyum tipis seraya menopang sebelah pipinya dengan tangan yang bertumpu diatas meja
"Lo... Ngapain?"
Alis Devon menaik
"Ini kan tempat gue"
Dya merutuk kenapa melupakan fakta tersebut, ia belagak mengedarkan pandangannya menyembunyikan wajahnya yang memanas.
"Ck mereka kemana sih"
Gadis itu mendengus mengingat jika Acha, Caramel dan Elisa tak terlihat. Oke Acha dan Caramel pasti di kelas pacar mereka, tapi Elisa? Jomblo ngapain keluyuran sih.
"Elisa lagi ke perpus bareng Rian"
Devon menjawab mengerti siapa yang Dya tanyakan
"Huffttt kebiasaan banget ninggalin gue sendirian. Gue curiga nih, Jangan-jangan Elisa ama Rian ada apa-apa"
"Lo..... Curhat ke gue?"
"Eh!"
Dya kembali merutuk, tak sadar baru saja bercerita pada lelaki disampingnya itu.
"Nggak kok, gue....gue ngomong sama...."
Devon menaikkan alisnya seakan mengejek jika Dya tak punya alasan lain
"Gue seneng, gue bisa deket lagi sama lo. Kayak dulu"
Dya terdiam dan bergerak gelisah melihat tatapan sendu Devon.
"Apaan sih lo, mending lo sana deh gue mau tidur"
Gadis itu mendorong-dorong bahu laki-laki itu
"Lo itu ya"
Tubuh Dya membatu saat Devon tiba-tiba mengangkat tangan dan menepuk-nepuk pelan ujung kepalanya.
Lalu dengan tanpa bersalah Devon pergi begitu saja meninggalkan gadis itu yang masih terdiam.
"HATI-HATI!! COWOK BAKAL LEBIH GANTENG KALO UDAH JADI MANTAN"
Dya mendelik, lamunannya hilang seketika saat cowok pecinta Blackpink (Read: Dimas) tiba-tiba lewat dari sampingnya seraya menggunakan kipas tangan pink bergambar Jisoo Blackpink yang sedang tertawa.
"Bacot gele"
🌻🌻🌻
Gadis berambut pirang itu menatap muak gadis yang dua tahun lebih muda didepannya
"Cukup ikuti apa yang gue suruh, dan lo bakal selamat"
Tangan Keyla mengepal erat, entah darimana datangnya gadis ini. Tiba-tiba sudah ada di hadapannya dan langsung menyuruhnya untuk melakukan hal yang menurut Keyla sudah keterlaluan.
"Gue udah ngikutin semua yang lo suruh selama ini. Apapun itu gue lakuin, tapi ini? Lo udah kelewatan tau nggak"
Gadis itu mendecih
"Gue gak mau tau. Lo harus ngelakuin itu. Kalau nggak, ya..... Siap-siap aja sih rahasia lo gue sebarin. Terutama sama mantan Sahabat lo itu"
