Chapter 2:Pergi ke dunia itu

39 5 0
                                        

Pria itu berlutut di depan Snow memberi penghormatan. "Saya akan selalu setia dan akan selalu bersama anda Tuan Putri dan saya akan membantu anda mengalahkan sang Ratu Kegelapan"

"Tunggu Apa?"

Snow kebingungan dengan apa yang dikatakan pria di depannya itu.

"Apa maksudmu dengan mengalahkan Ratu Kegelapan?" Kata Snow semakin kebingungan.

"Tuan Putri saya datang ke sini untuk menjemput anda kembali ke dunia di mana anda berasal" Kata Pria itu dengan nada yang sopan.

"Apa maksudmu aku tidak mengerti satu pun yang kau katakan" Snow semakin kebingungan.

Snow sama sekali tidak mengerti apa yang telah terjadi saat ini.

"Maaf Tuan Putri ada yang harus anda khawatirkan dulu sebelum mengkhawatirkan hal ini" Pria itu melirik ke arah tubuh Rei yang sekarang di timbun oleh salju.

Mengingat Rei,Snow mendekati Rei dan menangis tak henti-henti.

"Biar saya yang membawanya Tuan Putri" Pria itu menggendong tubuh Rei yang sangat dingin.

Mereka berdua mengantar tubuh Rei di tempat yang seharusnya.

****

"Maaf ya Rei karena aku kau jadi seperti ini" Snow menangis tepat di depan batu nisan yang tertulis nama Reine. "Jika bukan karena aku pasti kau akan selamat dan kau pasti akan berada di sampingku dan berkata 'Tidak apa-apa,apa pun kesalahanmu aku akan tetap memaafkanmu kita kan sahabat' Aku akan merindukan setiap perkataanmu padaku Rei. Aku akan menjadikan perkataanmu sebagai slogan hidupku. Selamat tinggal Rei semoga kau tenang di sana" Snow meninggalkan pemakaman bersama dengan pria berambut merah itu.

"Maaf Tuan Putri saat itu saya terlambat datang. Jika saja saya datang lebih awal teman anda pasti akan selamat" Kata pria itu penuh penyesalan.

"Tidak ini semua salahku karena aku lemah Rei jadi seperti ini" Kata Snow dari wajahnya dia masih terlihat sedih.

Jika saja saat itu aku tidak melamun Rei pasti tidak akan berlari menyelamatkanku.
Namun kejadian yang sudah terjadi tidak bisa diulang lagi dan itu akan menjadi ingatan yang akan terus menempel di otakku.

"Oh ya saat itu kau bilang ingin membantuku mengalahkan Ratu Kegelapan bisa kau jelaskan lagi dan bisa kau jelaskan siapa sebenarnya kamu ini?" Kata Snow.

Sebenarnya aku masih bingung siapa itu Ratu Kegelapan dan kenapa aku yang harus mengalahkannya dan sebenarnya siapa dia ini?

"Baiklah saya akan menjelaskannya. Sebenarnya saya adalah kstaria yang melindungi kerajaan anda 16 tahun lalu dan saya bersumpah untuk melindungi keluarga kerajaan anda. Sebelum kerajaan anda hancur dihancurkan oleh Ratu Kegelapan Yang Mulia Raja memerintahkan saya untuk melindungi anda sampai akhir nyawa saya. Ketika kerajaan anda diserang Yang Mulia Ratu memerintahkan salah satu kstaria kepercayaannya untuk menjaga anda" Jelasnya.

Ibuku menyuruh seseorang untuk menjagaku? Jangan-jangan orang itu...

"Boleh aku tau siapa nama ksatria itu?" Kata Snow penasaran.

"Nama kstaria itu adalah Lourifa"

Tidak mungkin...itu adalah nama kakakku jadi memang benar orangtuaku adalah Raja dan Ratu. Tapi pria itu membunuh ibuku dan juga dia telah membunuh Rei aku berjanji aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri.

"Tuan Putri anda adalah yang terpilih anda adalah orang yang mampu mengalahkan Ratu Kegelapan dan mencegah rencananya untuk membunuh seluruh makhluk hidup yang ada di dunia ini" Kata pria itu dengan nada serius.

"Bagaiman bisa aku mengalahkan Ratu Kegelapan, pria yang membunuh Rei saja tidak bisa kukalahkan bagaiman caraku untuk mengalahkannya,bertarung saja tidak bisa apalagi membunuh orang lain!" Kata Snow dari nada bicaranya dia terlihat sangat frustasi.

Bagaimana caraku melakukannya seumur hidup aku tidak pernah bertarung dengan orang-orang bagiamana bisa aku mengalahkan Ratu Kegelapan yang sepertinya kekuatannya berada di tingkat Dewa.

Kenapa hidupku jadi seperti ini sekarang aku mengetahui siapa orangtuaku tapi ternyata orangtuaku telah meninggal karena perang, aku kehilangan kakakku dan membuatku hidup sendirian selama 11 tahun, aku kehilangan sahabat baikku yang telah menemaniku selama 10 tahun dan sekarang orang yang tidak dikenal ingin aku membunuh Ratu Kegelapan.

Snow berjongkok sambil memegangi lututnya dia menangis, menangisi hidupnya yang sangat berantakan.

Pria itu mengulurkan tangannya kearah Snow. "Jangan menangis Tuan Putri saya akan selalu bersama anda karena saya telah berjanji untuk melindungi anda. Jika anda takut anda bisa menjadikan saya sebagai perisai anda karena saya akan selalu melindungi anda" Kata pria itu dengan nada yang lembut dan senyuman yang tulus.

Snow meraih tangan pria itu dan menghapus air matanya. "Terima kasih mungkin kau adalah orang yang baik. Oh ya kau belum memperkenalkan namamu padaku"

"Tuan Putri perkenalkan nama saya adalah Aldian Derestriano namun anda bisa memanggil saya dengan nama Al" Kata Al tersenyum ke arah Snow.

"Kalau begitu jangan panggil aku 'Tuan Putri' panggil saja namaku Snow" Snow tersenyum kearah Al.

"Ehm..."

"Panggil saja dengan namaku rasanya aneh kalau aku terus-terusan di panggil tuan putri"

"Ehm...Snow" Al menyebutkan nama Snow ragu-ragu.

"Lihat kau bisa melakukannya mulai sekarang panggil aku Snow" Kata Snow tersenyum lebar ke arah Al.

"Baik Tuan Putri...maksud saya...Snow" Al pun tersenyum ke arah Snow dan Snow membalasnya dengan senyuman.

****

Semenjak mereka pulang dari pemakaman Snow mulai ramah kepada Al. Dan semenjak itu dia menyakinkan dirinya agar bisa mengalahkan Ratu Kegelapan dan menerima semua takdir yang telah terjadi pada dirinya.

"Al bawa aku ke dunia itu!" Kata Snow.

"Tunggu apa anda tidak terlalu cepat? Anda bisa saja bersiap-siap dulu" Kata Al.

Memang benar yang dikatakan Al tapi memangnya aku ingin menyiapkan apa? Dan lagipula lebih cepat lebih baik.

"Al bawa saja kita ke dunia itu!" Perintah Snow.

"Baiklah perkataan anda adalah perintah bagi saya" Sebuah portal berwarna putih terbentuk mengelilingi Snow dan Al. "Bawalah kami kembali!" Portal itu mengeluarkan sinar yang sangat terang dan perlahan tubuh Snow dan Al menghilang diikuti menghilangnya portal itu.

***BERSAMBUNG***

The Chosen OneCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang