'Sudah kuduga ini bukalah ide yang bagus' kata Snow mengeluh dalam hati.
Mereka bertiga sekarang berada di suatu tempat yang kecil dan saling berdempetan.
"Aldian ini bukanlah ide yang baik, seharusnya kita tidak melakukan hal ini" keluh Ramiel.
"Diamlah nanti ada yang mendengar"
"Al aku merasa sangat sesak di dalam sini!" Keluh Snow. Al hanya membalasnya dengan ocehan yang tidak dia mengerti.
Flashback on
"Kau bilang kau mendapat ide kenapa kita malah pergi ke sini?" Kata Ramiel. Sekarang mereka berada di sebuah pelabuhan kapal khusus untuk mengangkut barang.
"Aku membawa kalian pergi ke sini karena ini adalah rencananya"
"Maksudmu kita akan menjadi penumpang gelap?" Kata Snow penasaran.
"Bukan seperti itu,anggap saja kita ini adalah seorang penumpang kapal tapi kita akan bersembunyi agar tidak di ketahui orang lain"
"Itu kan sama saja dengan penumpang gelap" Kata Snow kesal pada Al.
"Jadi apa yang akan kita lakukan. Tidak mungkin kita akan langsung masuk dan bersembunyi di bagian penyimpanan barang kau tau orang-orang itu sangatlah teliti mereka pasti akan langsung menemukan kita" kata Ramiel kepada Al.
"Tenang saja aku sudah memiliki rencana yang sangat bagus dan pastinya tidak ada satu pun seseorang yang akan menemukan kita!" Al menunjuk sebuah kotak kayu kosong yang lumayan besar tidak jauh dari mereka.
"Jangan jangan kau mau kita..." Ramiel melirik ke arah kotak itu, Al tersenyum ke arah Ramiel.
Flashback off
Dan begitulah akhirnya mereka bisa terjebak di dalam sebuah kotak kayu.
Snow yang mengingatnya menjadi kesal karena mau menuruti rencana milik Al.
"Kalian bawa barang terakhir itu setelah itu kita akan berangkat!" Teriak seorang pria dari luar kotak.
Mereka langsung terdiam dan berusaha agar tidak bergerak sedikit pun.
"Baik" kata pria lainnya.
"Kotak ini sangatlah besar,sepertinya akan sangat berat" empat orang pria mengangkat kotak itu tapi hanya mampu bergerak 1 meter dari tempat asalnya.
"Wah...kotak ini benar-benar berat memangnya apa isi kotak ini?"
Kata-kata pria itu membuat Snow,Al dan Ramiel khawatir tapi Al berusaha menenangkan mereka walau dia juga merasa khawatir.
"Bagaimana kalau kita lihat saja isinya, kita keluarkan isinya dan bawa satu per satu" kata pria lain
"Bagus juga ide mu"
Kotak itu perlahan-lahan terbuka mereka bertiga semakin khawatir jika mereka akan tertangkap oleh orang-orang itu.
'Kumohon jangan dibuka' batin Snow.
Sebelum kotak itu terbuka seseorang meneriaki pria itu.
"Hey apa yang kalian lakukan?bukannya aku sudah bilang kita akan berangkat sekarang!" Teriak orang itu.
"Maaf kapten kotak ini sangatlah berat jadi kami ingin mengeluarkan isinya satu per satu dan membawanya ke dalam"
"Itu akan memakan waktu yang sangat lama. Biar aku membantu kalian!" Kata pria itu yang sepertinya adalah kapten kapal.
Mereka berlima bersama-sama mengangkat kotak itu sampai masuk ke dalam penyimpanan barang.
Snow,Al dan Ramiel akhirnya bisa bernafas lega karena persembunyian mereka tidak diketahui.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Chosen One
FantasySemenjak kejadian itu Snow harus menjalani kehidupannya sehari-harinya berbeda dengan kehidupan sebelumnya. Bersama dengan Al, Snow berkeliling di dunia yang berbeda mencari orang yang mau membantunya mengalahkan Ratu Kegelapan. Di dalam perjalanny...
